Pohon Angsana

Pohon Angsana

Gambar 1. Pohon Angsana
Gambar 1. Pohon Angsana

Salah satu jenis pohon yang menghasilkan kayu berkualitas tinggi adalah pohon angsana. Kayu dari pohon ini berwarna kemerah-merahan, cukup keras, dan lumayan berat. Di dalam perdagangan kayu, pohon ini dikelompokkan sebagai narra atau rosewood

Ads

Pohon angsana memiliki nama latin Pterocarpus indicus Willd. Pohon ini merupakan spesies alami yang berasal dari Asia Tenggara seperti Kamboja, Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand. Selain dari Asia Tenggara, tanaman ini juga berasal dari Cina bagian utara, Timor Timur, dan Papua Nugini. Di Indonesia sendiri pohon angsana biasa disebut dengan tanaman sonokembang.

Pohon ini biasanya tumbuh secara alami tersebar di area pantai dan hutan alam campuran. Namun, saat ini sudah banyak masyarakat yang membudidayakan. Pohon satu ini dapat tumbuh diberbagai jenis lahan, namun dapat tumbuh baik di ketinggian 500 mdpl. Namun ketersediaan pohon angsana di Indonesia, Filipina, Papua, Nugini dan Thailand  saat ini sedang dalam kondisi kritis dan hampir punah, dikarenakan adanya eksploitasi besar-besaran dan kemampuan regenerasinya yang terbilang cukup rendah. Oleh karena itu, Badan Konservasi Dunia IUCN telah memasukkan pohon angsana ke dalam status rentan sejak tahun 1998.

 

Morfologi Pohon Angsana

Pohon ini dapat tumbuh hingga 30-40 meter dengan diameter batang lebih dari 2 meter. Eksudat merah gelap pada kayunya biasa disebut dengan kino atau darah naga. Kayu dari pohon ini memiliki sifat yang mudah dibentuk, karena tergolong baik untuk dipahat, diampelas, dipelitur, direkat, dipaku, dan disekrup. Memiliki kulit kayu warna abu-abu kecokelatan dan memecah berupa sisik halus serta mengeluarkan getah bening yang agak kemerahan ketika kayu di sayat.

Gambar 2. Kayu dan Getah
Gambar 2. Kayu dan Getah

Kayu teras pada pohon angsana memiliki warna kekuning-kuningan coklat muda, dan ada pula yang berwarna hingga kemerah-merahan coklat, dan terdapat coreng-coreng yang berwarna lebih gelap. Kayu teras dapat tahan lama dan tahan terhadap serangan rayap, namun kayu teras ini sulit dimasuki oleh bahan pengawet. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Selain kayu teras, kayu gubal pada pohon angsana memiliki bau yang harum, memiliki warna kuning jerami pucat hingga ada yang berwarna kelabu cerah, dan mengandung santalin. Santalin merupakan komponen kristalin merah yang berperan sebagai penyusun bahan warna utama. Kayu gubal memiliki tekstur halus-sedang hingga kasar-sedang, dan memiliki urat kayu yang saling bertautan atau bergelombang.

Memiliki daun majemuk yang berbulu dengan jumlah anak daun 5 hingga 11. Daun pohon angsana memiliki bentuk bulat telur yang memanjang dengan ujung yang meruncing serta dengan panjang 4 hingga 10 cm, lebar 2,5 hingga 5 cm, dan anak tangkai ± 0,5 hingga 1,5 cm.

Gambar 3. Daun dan Polong
Gambar 3. Daun dan Polong
Gambar 4. Bunga Angsana
Gambar 4. Bunga Angsana

Di ujung daun terdapat bunga berwarna kuning yang harum dan memiliki panjang 6 hingga 13 cm. Bunganya berkelamin ganda dan memiliki buah yang berupa polong yang berbentuk bulat pipih, berwarna coklat muda, dan berdiameter 4 hingga 6 cm. Polong terbungkus dengan sayap besar yang tipis dan tidak memecah ketika masak. Polong memiliki biji berjumlah 1-4 butir dan akan masak dalam waktu 4 hingga 6 bulan.

 

Manfaat Dari Pohon Angsana

Masyarakat biasa memanfaatkannya sebagai tanaman penghias di perkotaan karena memiliki daun yang lebat dan bunga yang indah. Pohon angsana juga berperan sebagai tanaman penyerap kebisingan dan penyerap polusi, serta sebagai tanaman peneduh.

Kayu pada angsana memiliki warna dan pola yang cantik, menjadikan kayunya termasuk golongan kayu mewah yang memiliki harga yang lumayan mahal. Karena kayu pohon angsana memiliki sifat kuat dan kokoh, maka kayu biasanya digunakan sebagai bahan baku konstruksi rumah atau pembuatan mebel. Pengrajin mebel akan membuat kursi, meja, lemari, dll dari kayu karena kayunya yang tahan rayap dan kelembaban. Karena sifatnya yang awet dan tahan terhadap cuaca, maka kayu dari pohon ini juga biasa digunakan sebagai furniture eksterior rumah.

Getah berwarna merah kino yang dikeluarkan ketika kayunya disayat juga sangat berguna sebagai pewarna alami. Di Kalimantan getah dari pohon angsana digunakan oleh para pengrajin sebagai bahan pewarna pada kain tekstil dan keranjang tradisional.

Kulit dan serat pohon angsana juga dapat diolah sebagai produk kerajinan tangan seperti seperti kursi jalin, kotak pensil, dan lain-lain.

Selain itu, bagian-bagian dari pohon angsana juga bisa digunakan sebagai obat-obatan tradisional karena dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit, seperti : 

  • Berkumur-kumur dengan air rebusan daunnya dapat menyembuhkan sariawan.
  • Daun angsana dapat meredakan sakit dari luka bakar dan membantu regenerasi sel kulit mati karena memiliki kandungan mineral yang tinggi.
  • Meminum air rebusan daun angsana yang masih muda secara rutin dapat melancarkan pencernaan karena daun angsana muda memiliki kandungan anti bakteri yang cukup tinggi.
  • Mengoleskan getah angsana pada gigi atau gusi yang terasa sakit, maka rasa sakitnya akan berkurang.
  • Kandungan senyawa kimia yang bersifat anti inflamasi pada daun angsana dapat mengurangi rasa sakit peradangan.
  • Meminum air rebusan daun angsana secara rutin dipercaya mampu mengobati penyakit batu ginjal.
  • Daun angsana dipercaya mampu mencegah berbagai penyakit pernapasan seperti sesak napas, asma, dsb.
  • Daun angsana dipercaya mampu membantu mengurangi kadar gula darah di dalam tubuh karena kandungan glikemik yang rendah.
  • Kandungan antioksidan yang tinggi pada daun angsana dapat dimanfaatkan untuk melawan radikal bebas.
  • Meminum air rebusan daun angsana secara berkala juga bermanfaat untuk melancarkan haid karena daun angsana mengandung anti bakteri.
  • Di beberapa daerah kulit kayu pohon angsana diparut lalu direbus dan diambil cairannya untuk digunakan secara oral sebagai cara penyembuhan penyakit disentri atau diare. 

 

Penulis : Syarki Alfioni

 

Referensi Literatur :

Anonim. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd)

http://eprints.umm.ac.id/56952/51/bab%202.pdf  (Diakses pada tanggal 19 Januari 2021)

Pohon Angsana – Morfologi, Sebaran, Manfaat & Budidaya. Rimba Kita

https://rimbakita.com/pohon-angsana/ (Diakses pada tanggal 19 Januari 2021)

 

Referensi Gambar :

https://bibitbunga.com/wp-content/uploads/2017/04/tanaman-angsana.jpg

http://hkbni.bandaacehkota.go.id/images/flora-fauna/1584607134.jpg

https://i0.wp.com/rimbakita.com/wp-content/uploads/2019/09/getah-angsana-768×432.jpg

http://kehati.jogjaprov.go.id/po-content/uploads/angsana.jpg 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!