Pohon Beringin Pencekik dari Famili Moracaceae

Gambar 1. Biodiversitas Indonesia
Gambar 1. Biodiversitas Indonesia

Biodiversitas Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat biodiversitas tinggi. Negara dengan spesies flora dan fauna melimpah. Flora dan fauna yang bisa menjadi ciri khas pada tiap-tiap daerah di Indonesia.

Ads

Kondisi iklim dan wilayah Indonesia yang sangat mendukung membuat Indonesia menjadi tempat tinggal yang cocok bagi banyak flora dan fauna. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 20.000 spesies flora di Indonesia dengan dominasi dari kelompok Orchidaceae (anggrek-anggrekan) dan 350.000 spesies fauna di Indonesia dengan dominasi dari kelompok Insekta (serangga). Dengan jumlah flora dan fauna yang sedemikian melimpah, selain menjadi surga bagi banyak flora dan fauna, Indonesia menjadi negara dengan julukan megabiodiversity.

Dari banyaknya flora dan fauna di Indonesia, ada yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia. Komodo adalah salah satu fauna Indonesia ciri khas dari Indonesia. Hewan yang merupakan kerabat dekat dari dinosaurus ini menjadi salah satu hewan endemik Indonesia yang berasal dari Australia.

Sementara, salah satu flora yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah pohon beringin. Pohon beringin pencekik memiliki marga Ficus bahkan menjadi salah satu lambang di burung garuda yang memaknai Pancasila. Pohonnya yang besar dan tajuknya yang rimbun membuat pohon ini difilosofikan sebagai peneduh dan pemersatu masyarakat Indonesia.

Keunikan Pohon Beringin Pencekik

Gambar 2. Pohon Beringin
Gambar 2. Pohon Beringin

Pohon beringin pencekik  ini di beberapa negara dianggap sakral sehingga tidak terlalu banyak dimanfaatkan. Penebangan pohon beringin sangat jarang dilakukan untuk menghormati pohon ini. Ketika beringin sudah mati, batangnya lebih sering dijadikan sebagai kayu bakar, sementara di daerah perkotaan, pohon beringin yang sudah mati lebih sering dibiarkan begitu saja tanpa diambil manfaatnya. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Cara bagaimana pohon beringin pencekik dapat tumbuh terbilang unik. Tidak seperti pohon pada umumnya yang tumbuh dengan cara ditanam, pohon beringin justru tumbuh karena kejadian alam. Pohon beringin akan tumbuh dari kotoran burung yang jatuh di tajuk pohon.

Burung biasa memakan buah-buahan atau daging-daging yang ada di alam bebas termasuk buah dari pohon beringin. Setelah itu, ketika terbang bebas dan burung akan melakukan sekresi di sembarang tempat termasuk di atas pohon. Apabila di sekresi burung tersebut terdapat biji pohon beringin, maka akan terjadilah proses pertumbuhan pohon beringin.

Pohon ini akan melakukan interaksi parasitisme dengan tumbuhan inangnya. Tumbuhan inang ini yang nantinya menjadi sumber zat hara bagi beringin untuk melanjutkan proses pertumbuhan. Beringin akan terus menempelkan tubuhnya pada inang untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Ketika nutrisi beringin sudah terpenuhi, akar dari beringin akan tertancap kuat di tumbuhan inang, akar sulur dari pohon beringin akan tumbuh dan membelit tumbuhan inangnya untuk mendapatkan nutrisi secara langsung dari tanah. Pohon beringin akan terus bertumbuh sampai ukurannya lebih besar daripada tumbuhan inangnya, sehingga pohon beringin akan mendapatkan pencahayaan matahari serta asupan nutrisi lebih banyak daripada pohon inangnya. Dengan begitu, secara perlahan tumbuhan inang akan mati karena tercekik oleh belitan akar beringin.

Sepanjang hidupnya, pohon beringin tidak hanya melakukan simbiosis dengan tumbuhan inang. Setelah pohon beringin tumbuh dan berbuah, beringin akan melakukan simbiosis lagi dengan serangga polinator yang berbentuk seperti lalat. Lalat ini hanya dapat berasosiasi dengan pohon beringin.

Simbiosis Beringin dan Serangga

Kelangsungan hidup serangga polinator dan beringin ini saling bergantung satu sama lain. Beringin sepenuhnya menggantungkan penyerbukannya dengan serangga dari ordo Hymenoptera tersebut, begitu juga sebaliknya. Serangga polinator tersebut juga menggantungkan hidupnya dengan buah fig dari pohon beringin. 

Serangga polinator betina nantinya akan membawa serbuk sari pada bunga betina yang berada di dalam buah fig, kemudian melepaskan telur mereka pada bunga betina. Seringnya, serangga polinator betina akan mati setelah pelepasan telur di bunga betina dan membiarkan anak-anak mereka hidup dan makan dari bunga betina yang sudah mereka serbuki. Serangga polinator ini akan tumbuh dewasa bersamaan dengan matangnya buah fig.

Setelah serangga polinator dewasa, serangga tersebut akan keluar dari buah fig melalui lubang kecil yang dibuat oleh serangga pollinator jantan. Ketika keluar dari buah fig, serangga polinator betina akan membawa serbuk sari dari bunga jantan yang ada di dalam buah fig. serangga polinator ini kemudian akan mencari buah fig yang lain untuk melakukan siklus hidupnya.

Buah yang nantinya akan dihasilkan dari pohon beringin berupa buah fig atau buah semu. Buah ini lebih banyak dikonsumsi oleh fauna-fauna seperti burung atau kelelawar ketimbang manusia. Proses tumbuh buah yang cepat dalam jumlah yang banyak dan dapat tumbuh di setiap musim membuat keberadaan buah fig ini memiliki manfaat yang besar bagi fauna-fauna yang menikmati buah ini.

Keberadaan buah yang melimpah serta perbanyakan pohon yang mudah, membuat pertumbuhan pohon beringin menjadi tidak terkendali sehingga sering digolongkan menjadi pohon invasif di beberapa negara. Pohon invasif merupakan pohon yang pertumbuhannya dapat mendominasi pohon lain sehingga dapat membahayakan pohon-pohon di sekitarnya. Selain itu, alasan mengapa pohon beringin digolongkan sebagai pohon invasive adalah keberadaan akar gantung dari pohon beringin membuat pohon itu menyerap banyak air dari tanah.

Kelebihan dan Kekurangan Pohon Beringin

Gambar 3. Akar gantung pohon beringin
Gambar 3. Akar gantung pohon beringin

Dewasa ini, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kesucian pohon beringin sudah semakin berkurang. Penebangan pohon beringin memang masih jarang dilakukan, tetapi hal tersebut semata-mata karena pohon besar ini memiliki akar gantung yang menempel pada batang utama yang membuat bentuk batang pohon beringin menjadi tidak beraturan sehingga sulit dimanfaatkan sebagai kayu komersil. Namun, beberapa spesies beringin yang tidak memiliki akar gantung, batangnya sering dimanfaatkan untuk dijadikan produk seperti triplek.

Pohon dari famili moraceae ini lebih sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh dan dedaunannya sebagai bahan obat-obatan. Daunnya memiliki khasiat sebagai penghantar kesembuhan beberapa penyakit seperti influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak.

Bagian beringin yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan adalah akar gantungnya. Akar gantung dari pohon beringin memiliki senyawa flavonoid yang berguna dalam penghambatan masuknya radikal bebas. Senyawa flavonoid ini dapat dimanfaatkan sebagai obat anti kanker dan obat pilek

Selain untuk membuat obat, manfaat dari keberadaan akar gantung dari pohon beringin membuat pohon tersebut dapat menyimpan banyak air. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk konservasi air dan tanah. Selain itu, lingkungan yang ditumbuhi pohon beringin akan menjadikan lingkungan tersebut memiliki cadangan air tanah yang banyak. 

Namun, keberadaan pohon beringin di sekitar pekarangan rumah dinilai memiliki dampak yang tidak terlalu baik. keberadaan beringin di sekitar rumah membuat rumah menjadi lebih lembab karena kemampuan beringin dalam menghasilkan oksigen yang maksimal. Rumah yang lembab akan lebih mudah ditumbuhi jamur dan membuat sarang penyakit di dalam rumah.

Pohon beringin merupakan pohon yang mudah tumbuh dengan banyak manfaat. Namun, kepercayaan yang sudah turun-temurun membuat banyak orang yang melupakan pemeliharaan dari pohon ini. Pohon beringin memang sakral, tetapi bukan berarti keberadaannya dibiarkan begitu saja. Apabila sudah saatnya ditebang karena akan mengakibatkan kerugian untuk lingkungan, maka sebaiknya ditebang.

 

Penulis: Fifi Melinda Setiawati

 

 Referensi Artikel

Cahyani T, Mahendra APW, Aulanni’am. Potensi bioaktif akar gantung pohon beringin (Ficus benjamina L.) terhadap aktivitas protease dan gambaran histopatologi sel alveoli pada tikus (Rattus norvegiccus) yang dipapar asap rokok. 1-8.

Farihah. 2008. Uji toksisitas ekstrak daun Ficus Benjamina L. terhadap artemia salina leach dan profil kromatografis lapis tipis [skripsi]. Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jauharlina, Afriyani, Taufik MI. 2017. Komunitas serangga yang berasosiasi dengan buah Ficus racemosa L.. Jurnal Entomologi Indonesia. 14 (2): 80-88.

KLHK. Keuninkan beringin pencekik [internet]. Indonesia (ID): KSDAE; [diunduh pada 29 Januari 2021]. Tersedia pada: https://ksdae.menlhk.go.id/info/3853/keunikan-beringin-pencekik.html.

Shanahan M. 2017. Pohon yang membentuk sejarah manusia [internet]. Indonesia (ID): BBC Indonesia; [diunduh pada 29 Januari 2021]. Tersedia pada: https://www.bbc.com/indonesia/verth-eart-390191412.

 

Referensi Gambar

https://www.google.com/imgres?imgurl=https://mancode.id/media/images/Hutan-Indonesia.width-800.jpg&imgrefurl=https://mancode.id/berita/pentingnya-memahami-makna-hari-cinta-dan-puspa-satwa-nasional/&tbnid=Z70D4uKxKoCtbM&vet=1&docid=r709Kz7cIjSPfM&w=800&h=533&source=sh/x/im

https://www.google.com/imgres?imgurl=https://cdn.pixabay.com/photo/2017/08/03/09/52/banyan-tree-2575261_1280.jpg&imgrefurl=https://pixabay.com/id/photos/pohon-beringin-hutan-pohon-banyan-2575261/&tbnid=e8mbyMM0d2VVUM&vet=1&docid=rAN3WD9WGs3_wM&w=1280&h=992&source=sh/x/im

google.com/imgres?imgurl=https://cdn.pixabay.com/photo/2015/11/18/11/49/banyan-tree-1049021_960_720.jpg&imgrefurl=https://pixabay.com/id/photos/pohon-beringin-honolulu-hawai-1049021/&tbnid=Jua9rCqhw6xzRM&vet=1&docid=BhsXGmyVC-x3eM&w=960&h=640&source=sh/x/im

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crwodfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealamuntuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dan bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!