Pohon Darah Naga, “Pohon Alien” yang Terancam Punah

Mengenal Pohon Darah Naga

Dracaena cinnabari
Gambar 1 Kecantikan Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari) Tampak dari  Jauh

Pernah melihat pohon yang satu ini? Di film favorit kalian atau pernah melihatnya secara langsung? Ya, mungkin beberapa masih belum mengenal pohon yang satu ini. Pohon darah naga (Dragon blood tree) dengan nama latin Dracaena cinnabari tumbuh di Pulau Socotra, di lepas Pantai Yaman, di pegunungan granit, dan dataran tinggi batu kapur. Tidak hanya pohon darah naga yang memiliki keunikan dengan bentuknya, Pulau Socotra juga dikenal memiliki keunikan pada alam, tumbuhan, dan hewannya yang tidak biasa. Karena keunikan alamnya, banyak wisatawan yang berkunjung merasa berada di pulau alien. Sebanyak 37% keunikan flora yang tumbuh di Pulau Socotra, yang berarti tumbuhan tersebut tidak akan ditemukan di daerah manapun. Dengan penampilannya yang tidak biasa, pohon darah naga yang berbentuk seperti payung dan dijuluki pohon alien ini tidak akan dijumpai di tempat lain selain di “pulai alien”, Pulau Socotra.

Ads

 

Gambar 2 Warna Getah Merah Layaknya Darah di Dalam Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari)

Tampilan pohon darah naga yang unik, dapat tumbuh hingga lebih dari tiga puluh kaki dan berusia sangat lama mencapai 300 tahun, menunjukan ada spesies yang secara ahli bisa beradaptasi dengan lingkungannya, seperti pohon kaktus di gurun pasir. Pohon ini bisa menghasilkan buah beri dan getah merah terang layaknya darah – sesuai dengan namanya – yang telah digunakan selama berabad-abad lamanya untuk kebutuhan, baik manusia maupun hewan. Mulai dari obat untuk  pencernaan seperti diare, demam, gangguan pernapasan, dan sakit tenggorokan. Selain itu juga bisa digunakan untuk makanan ternak, lem, campuran bahan kimia, pewarna bibir (lipstick), hingga bahan pewarna untuk mengecat biola.

Manfaat Pohon Darah Naga Untuk Sekitarnya

Gambar 3  Tampak Bawah Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari)

Pohon darah naga tampak luar biasa, tidak hanya bermanfaat untuk manusia dan hewan sekitar, pohon ini juga sangat menakjubkan secara visual. Cabangnya tumbuh dengan pola bercabang ke luar yang membuat pohon tersebut tampak seperti jamur dan brokoli raksasa. Penampilan itu bukanlah satu-satunya aspek dari pohon darah naga ini. Menurut penelitian yang dikeluarkan Jurnal Forest, pohon tersebut masuk dalam spesies pohon berbentuk payung – perlindungan dari cabang pohonnya akan bermanfaat bagi banyak spesies lain, melindungi hewan-hewan, dan habitatnya sekaligus melestarikan segala sesuatu yang hidup di dekat pohon tersebut.

Sebuah penelitian dilakukan tim peneliti dari Socotra, Spanyol, dan Portugal untuk mengetahui apakah pohon dapat melakukan hal tersebut – meskipun tidak seperti spesies payung lainnya, pohon darah naga hanya terdapat di Socotra. Penelitian menunjukan, pohon darah naga telah lama menjadi tuan rumah bagi berbagai macam satwa liar unik di Pulau Socotra.

Tapi, apakah melindungi darah naga juga membantu melindungi spesies lain?

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Para peneliti meneliti 280 pohon darah naga selama 2 bulan  dan menemukan bahwa tumbuhan tersebut menyediakan makan dan tempat tinggal bagi setidaknya dua belas spesies reptil endemik Socotra, termasuk 10 tokek, 1 bunglon, dan 1 ular. Namun, beberapa spesies hanya diamati sementara, kemungkinan mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pohon darah naga, seperti tokek Hemidactylus dracaenacolus yang terancam punah tampaknya hanya hidup di tengah pepohonan. Meskipun peneliti hanya melakukan periode penelitian relatif singkat, perlu digaris bawahi hasil penelitian mendukung hipotesis mereka bahwa pohon darah naga harus dianggap sebagai spesies payung di Kepulauan Socotra yang harus dilindungi demi kebaikan ekosistem di sekitarnya.

 

Rentannya Populasi Pohon Darah Naga

Sangat disayangkan, pohon darah naga yang memiliki keunikan akan bentuknya saat ini rentan terhadap kepunahan. Masa depan spesies ini tidak pasti. Beberapa populasi beregenerasi secara alami dan di beberapa daerah pohon muda tidak memiliki bentuk payung yang khas dari spesies tersebut. Pohon darah naga menghadapi berbagai ancaman, termasuk penebangan liar, pemanfaatan getah secara berlebihan, perubahan lingkungan, iklim yang tak menentu, dan tunas muda yang dikonsumsi berlebihan oleh hewan ternak. Beberapa pohon baru bertahan hingga dewasa, namun pohon tersebut hanya menempati 10% dari habitat potensial mereka.

Pohon darah naga yang sering dimanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar, serta masalah lain, adanya pembuatan jalan, dan pengunjung setiap tahun yang datang terkadang tidak membantu menjaga keasrian pohon darah naga. Perubahan iklim pun turut membantu memperburuk keadaan. Pemanasan global yang terjadi membuat pulau ini semakin kering dan iklim semakin tidak teratur, membuat pohon tersebut sulit untuk tumbuh dan berkembang. Penelitian yang dikutip dalam makalah hutan menghitung pohon darah naga akan kehilangan hingga 45% dari sisa wilayahnya pada tahun 2080. Perebutan kekuasaan untuk menguasai Socotra juga terjadi di  Yaman, konflik yang telah terjadi selama 5 tahun menghambat upaya konservasi pohon darah naga.

Seperti hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, pohon darah naga sangat membutuhkan perlindungan. Sampai saat ini, cabangnya yang seperti payung masih ada dan masih berfungsi sebagai tempat berlindung hewan-hewan di sekitar, sumber daya penting bagi manusia, dan ekologi di sekitarnya. Hal ini tidak dapat dipastikan ke depannya jika tidak ada yang menjaga keasrian pohon unik ini. Sementara, perluasan Cagar Alam Skund dapat melindungi dua wilayah perlindungan potensial, namun tingkat pekerjaan konservasi ini tidak akan menyelamatkan spesies tersebut, kecuali jika langkah besar diambil untuk mengurangi perubahan iklim segera, dengan mengurangi pemanasan global, maka masa depan pohon naga ikonik dan kuno Socotra, bersama dengan spesies lain yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia bisa diselamatkan.

 Penulis: Firas Zakir

 

Referensi Artikel:

Dragon’s Blood Tree. (n.d). globaltrees.org. Accessed March, 24 2021, from https://globaltrees.org/threatened-trees/trees/socotra-dragon-tree/

Blood Is Life — The Amazing Dragon’s Blood Tree. 2020. therevelator.org. Accessed March, 24 2021, from https://therevelator.org/dragons-blood-tree/

Darah Naga yang Kini Terancam Punah. 2019. m.trubus.id. Accessed March, 24 2021, from https://m.trubus.id/baca/30938/darah-naga-yang-kini-terancam-punah

Referensi Gambar:

Gambar 1: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwallpapercave.com%2Fdragon-blood-tree-wallpapers&psig=AOvVaw3bGo6rnkxhqUZuf00wUeDa&ust=1616668689541000&source=images&cd=vfe&ved=0CAYQjRxqFwoTCNi26KveyO8CFQAAAAAdAAAAABAp

Gambar 2: 2. bibalex.org/SCIplanet

Gambar 3: 2. bibalex.org/SCIplanet

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks