Pohon Kayu Sonokeling : Si Kayu Estetik yang mulai Hilang

Tanaman Sonokeling merupakan salah satu komoditas tanaman kayu yang banyak diminati karena cantik dan unik. Kayu dari Pohon Sonokeling yang terkenal awet membuatnya banyak diincar baik di pasar lokal maupun internasional. Sayangnya, deforestasi serta masa tumbuh Sonokeling yang lama membuat kayu Sonokeling saat ini perlahan-lahan semakin sulit untuk ditemukan. 

Ads

 

Pohon Sonokeling

Sonokeling termasuk dalam kategori tumbuhan berkayu keras yang berada dalam famili Fabaceae. Tanaman ini memiliki nama latin Dalbergia latifolia. Tetapi, di pasar perdagangan kayu internasional Sonokeling lebih banyak dikenal dengan sebutan lain seperti Indian Rosewood, East Indian Rosewood, Bombay Blackwood, hingga Java Palisander (Rimba Kita, n.d.). Sedangkan di Indonesia sendiri, Sonokeling juga dikenal dengan nama Sonobrit maupun Sonosungu.

Pohon Sonokeling © wikipedia
gambar Pohon kayu Sonokeling © wikipedia

Pohon Sonokeling dapat dikenali dari beberapa ciri khas yang ia miliki. Tanaman Sonokeling dewasa rata-rata berukuran sedang hingga besar dengan diameter pohon mencapai 1,5 hingga 2 meter, tingginya berkisar pada 20-40 meter. Dari luar, Sonokeling dapat dikenali dari warna pepagannya yang abu-abu kecoklatan dan agak terpecah-pecah. Sonokeling memiliki tajuk yang lebat dan berbentuk kubah dengan daun-daun kecil yang tersusun secara majemuk. Daun pohon Sonokeling berwarna hijau di bagian atas dan keabu-abuan di sisi lainnya. Pada musim kemarau, pohon Sonokeling menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan. 

Pohon Sonokeling juga memiliki bunga-bunga kecil dengan panjang 0,5 hingga 1 cm yang tumbuh di ketiak daun. Bunga-bunga Sonokeling berwarna coklat dengan lanset memanjang dan meruncing di bagian pangkal serta ujungnya. Setiap bunga berisikan 1 hingga 4 butir biji Sonokeling yang lunak. Meski termasuk dalam famili polong-polongan, biji Sonokeling tidak memecah ketika ia masak. 

Bunga pohon Sonokeling © wikipedia
Bunga pohon Sonokeling © wikipedia

Menurut Badan Penelitian Teknologi Agroforestry (2012), sebaran alami pohon Sonokeling antara lain berada di Nepal, bagian barat dan timur laut India, serta di pulau Jawa. Di Indonesia sendiri, pohon Sonokeling hanya dapat ditemukan secara alami pada hutan-hutan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Itu pun harus berada pada ketinggian 600 mdpl terutama pada tanah berbatu, tidak subur, serta kering pada masa-masa tertentu. Meski begitu, Sonokeling tetap dapat hidup dengan baik di daerah dengan curah hujan antara 750 hingga 5.000 mm per tahun dengan syarat memiliki drainase yang baik. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Pemanfaatan Kayu Sonokeling

Kayu dari pohon Sonokeling sangat populer dan memiliki peminat yang tinggi karena cantik dan sifat kayunya yang kuat. Kayu Sonokeling memiliki warna yang khas yaitu ungu dengan goresan-goresan hitam, juga hitam keunguan dengan aksen coklat kemerahan. Pola yang terbentuk secara alami dari kayu Sonokeling inilah yang menarik banyak perhatian masyarakat. Selain itu, bagian tengah kayu Sonokeling juga menghasilkan getah yang membuat kayu ini anti rayap secara alami. Ia juga terkenal awet dan mampu menangkal jamur sehingga kayu Sonokeling dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama (Kania, 2019). Hal ini memudahkan pengrajin dalam mengolah kayu Sonokeling karena tidak perlu lagi menambahkan obat-obat kimia untuk membuat kayu lebih awet dan tahan lama. Namun, meski bagian tengah kayu Sonokeling sangat awet, bagian gubalnya yang berwarna putih tidak memiliki kelebihan yang sama sehingga dalam pemanfaatannya bagian putih kayu Sonokeling seringkali dipisahkan dan tidak digunakan (Toko Perhutani, 2015). 

Kayu Sonokeling © greeners.co
Kayu Sonokeling © greeners.co

Keunggulan kayu Sonokeling sebagai kayu yang awet serta tahan terhadap jamur dan rayap membuatnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai alat-alat kehidupan. Menurut Rimba Kita (n.d.), kayu Sonokeling dapat dimanfaatkan sebagai hal-hal berikut:

  • Furniture

Kualitas kayu Sonokeling yang awet serta teksturnya yang keras dan kokoh membuatnya sangat cocok dijadikan bahan dasar pembuatan furniture berkualitas tinggi. Furniture dengan bahan kayu Sonokeling akan memiliki usia yang panjang dan fungsional dalam waktu yang lama. Selain itu, kayu Sonokeling juga sering dimanfaatkan sebagai tiang-tiang pada rumah Joglo yang ada di daerah Jawa Tengah.

Meja kayu Sonokeling © arlett
Meja kayu Sonokeling © arlett
  • Tableware

Sonokeling juga dapat diolah menjadi peralatan rumah tangga seperti mangkok, piring, sendok, nampan, hingga gagang pisau. Warna kayu Sonokeling yang unik akan memberikan kesan elite dan mahal pada peralatan makan tersebut. Kayu Sonokeling juga anti jamur sehingga tidak masalah apabila dicuci berkali-kali, sangat cocok untuk peralatan makan. 

  • Alat musik

Selain memiliki corak warna yang cantik, kayu Sonokeling juga dapat menghasilkan suara yang indah. Hal ini membuat kayu Sonokeling cocok digunakan sebagai bahan pembuatan alat musik seperti piano dan gitar.

Piano olahan kayu indianrosewood © steinwaynaples.com
Piano olahan Kayu Sonokeling © steinwaynaples.com

Manfaat kayu Sonokeling sudah tidak dapat diragukan lagi. Satu-satunya hal yang menjadi kelemahan dari pengolahan kayu Sonokeling adalah ia sulit diproses secara manual. Tekstur kayunya yang sangat kuat dan keras membuatnya hanya bisa dipotong menggunakan gergaji listrik atau mesin pemotong kayu.

 

Status Kelangkaan dan Upaya Pelestarian

Keunikan kayu Sonokeling membuatnya memiliki peminat yang tinggi di pasar perdagangan kayu. Indonesia sebagai salah satu wilayah sebaran alami pohon Sonokeling tentu mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Namun di sisi lain, tingginya permintaan akan kayu Sonokeling juga membuatnya perlahan-lahan menghilang dari habitat aslinya. Kayu Sonokeling semakin sulit ditemukan dan berada diambang kelangkaan. Saat ini, IUCN Red List telah menetapkan Sonokeling ke dalam spesies dengan status vulnerable karena jumlahnya yang menyusut dari tahun ke tahun. 

Faktor utama menghilangnya kayu Sonokeling dari peradaban adalah penebangan Sonokeling secara tidak bertanggung jawab. Pohon Sonokeling memiliki masa panen yang panjang, ia baru dapat dipanen pada usia minimal 10 tahun. Harganya akan menjadi lebih mahal ketika pohon semakin tua, sehingga kayu Sonokeling rata-rata dipanen pada usia 20 hingga 50 tahun (Kania, 2019). Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanen Sonokeling di usia yang lebih muda dari masa panen yang ditentukan untuk dijual secara ilegal. Pada tahun 2019 terdapat kasus penebangan 91 pohon Sonokeling tanpa izin oleh oknum tidak dikenal di Tulungagung, Jawa Timur. Terdapat 80 tebangan baru dan 11 tebangan lama yang ditemukan di lokasi. Pohon Sonokeling yang ditebang mencapai batas tanah dan bekas potongnya ditutupi pasir sehingga tidak terlihat dari jarak yang jauh. Kerugian materi yang ditimbulkan oleh peristiwa ini  ditaksir mencapai Rp2,7 miliar mengingat pohon Sonokeling yang ditebang memiliki diameter lebih dari 30 cm (Riski, 2019). 

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam melakukan pengecekan ditebang ilegal © pplh-mangkubumi.or.id
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam melakukan pengecekan pada pohon sonokeling yang ditebang ilegal © pplh-mangkubumi.or.id

Pohon Sonokeling sebenarnya tidak dilarang untuk ditebang, tetapi penebangannya memerlukan izin dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan melalui beberapa prosedur tertentu. Status Sonokeling yang masuk dalam daftar tanaman vulnerable membuat penebangannya dilindungi oleh negara dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Penebangan pohon Sonokeling secara ilegal dan tidak bertanggung jawab bukan hanya menimbulkan kerugian materi bagi negara tetapi menimbulkan potensi besar punahnya pohon Sonokeling. Pemerintah telah berusaha melindungi dan membudidayakan pohon Sonokeling agar hal tersebut tidak terjadi. Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah penerbitan Surat Nomor : S.1216/KKH/MJ/KSA.2/12/2016 dari Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Ditjen KSDAE Kementerian LHK mengenai peredaran dan pemanfaatan Sonokeling. Upaya lainnya adalah dengan menanam pohon Sonokeling pada lahan serta jalan nasional milik pemerintah di daerah asal pohon Sonokeling. Selain itu, masyarakat juga dapat ikut serta melindungi pohon Sonokeling dengan melakukan pelaporan apabila melihat perilaku penebangan ilegal kepada pihak berwajib. Masyarakat juga dapat mulai membudidayakan kayu Sonokeling, karena tidak hanya membantu menjaga eksistensi, Sonokeling juga punya nilai ekonomi tinggi. 

 

Penulis: Auni Azizah

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

Referensi Artikel

Badrunasar, A., & Nurahmah, Y. (2012). Pertelaan Jenis Pohon Koleksi Arboretum. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry. ISBN : 978-602-17616-1-8

Kania. (2019, January 11). Kayu Sonokeling, Kayu Mewah Asal Jawa yang Semakin Langka. dekoruma.com. Retrieved December 30, 2020, from https://www.dekoruma.com/artikel/79100/kayu-sonokeling-asal-jawa

Lakhey, P., Pathak, J. & Adhikari, B. 2020. Dalbergia latifolia. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T32098A67777757. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T32098A67777757.en

Megumi, S. R. (2020, July 29). Sonokeling, Tanaman Agroforestri Populer yang Rentan Punah. greeners.co. Retrieved December 29, 2020, from https://www.greeners.co/flora-fauna/sonokeling-tanaman-agroforestri-populer-yang-rentan-punah/

Rimba Kita. (n.d.). Pohon Sonokeling – Si Kayu Hitam Yang Terancam. rimbakita.com. Retrieved December 29, 2020, from https://rimbakita.com/pohon-sonokeling/

Riski, P. (2019, April 7). Puluhan Pohon Sonokeling di Tulungagung Ditebang Tanpa Izin, Pelaku Masih Misteri. mongabay.com. Retrieved December 29, 2020, from https://www.mongabay.co.id/2019/04/07/puluhan-pohon-sonokeling-di-tulungagung-ditebang-tanpa-izin-pelaku-masih-misteri/

Toko Perhutani. (2015, December 16). Kayu Sonokeling. tokoperhutani.com. Retrieved December 30, 2020, from https://www.tokoperhutani.com/article/detil/kayu-sonokeling#:~:text=kegunaan%3A%20bahan%20perabot%20rumah%20tangga,di%20dalam%20negeri%20maupun%20mancanegara.

 

Referensi Gambar

https://www.greeners.co/flora-fauna/sonokeling-tanaman-agroforestri-populer-yang-rentan-punah/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sonokeling

https://pplh-mangkubumi.or.id/2020/12/08/jpik-sebut-penebangan-pohon-sonokeling-di-tulungagung-menyalahgunakan-surat-dari-polres-tulungagung/

https://www.tokopedia.com/arlett/bangku-sonokeling-1-set

http://www.steinwaynaples.com/piano/louisxv/steinway-east-indian-rosewood-piano/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!