Pohon Mangga: Fakta, dan bagaimana menanamnya

Karakteristik Pohon Mangga

Pohon Mangga
Pohon Mangga © Elenza Photography dari Pixabay, 2018

Pohon mangga (Mangifera spp) merupakan tanaman buah tahunan yang diyakini berasal dari negara bagian Asia Selatan, terutama India, Srilanka, dan Pakistan. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mangga asli Indonesia yang kemungkinan berasal dari Kalimantan adalah kweni (Mangifera odorata)

Ads

Tanaman mangga dapat tumbuh mencapai 10-40 meter dengan garis tengah batang sekitar 80-100 cm. Batang pohon mangga berwarna keabuan, dengan bentuk kulit berbelah-belah tidak rata dan getahnya berwarna putih bening. Pertumbuhannya tidak membutuhkan syarat yang berat, tanaman ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-500 m dpl, terutama pada tanah yang gembur dengan pH 5-6 dan berpengairan baik. Meskipun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. 

Iklim yang diperlukan bagi pertumbuhannya adalah yang memiliki masa kering sekitar 3-4 bulan. Suhu yang ideal bagi tanaman mangga berkisar antara 24°C-32°C. Di daerah beriklim basah dengan musim kering lebih pendek, mangga masih dapat tumbuh dengan baik, namun buahnya cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan di daerah beriklim kering. Tanaman pada iklim basah pun akan lebih mudah terserang penyakit dan mati pucuk serta rasa buah menjadi agak asam.

Pohon mangga umumnya dimanfaatkan untuk memproduksi buah yang lezat dan banyak digemari. Buahnya juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan  misalnya olahan manisan, rujak, roti, yoghurt dll. Buah mangga juga memiliki vitamin A dan C yang berguna untuk tubuh. Manfaat lain yang juga diberikan oleh pohon mangga adalah sebagai peneduh dan penghasil oksigen melalui proses fotosintesis. Akar pohonnya juga berguna untuk menahan erosi dan menyerap air.

Tanaman mangga dapat diperbanyak secara generatif maupun secara vegetatif. yuk simak, metode penanaman pohon mangga dibawah ini!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Pembibitan dengan Biji

Pembiakan dengan cara ini kurang dianjurkan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa menghasilkan dan sifat-sifatnya sering menyimpang dari sifat induknya sesuai dengan hukum segregasi Mendell. Umumnya cara ini dilakukan untuk menunjang pengadaan batang bawah untuk keperluan okulasi, karena batang yang dihasilkan melalui biji akan lebih kuat dan tinggi dibandingkan dengan batang yang dihasilkan melalui metode vegetatif. 1 biji dapat menghasilkan lebih dari 2 semai atau tanaman baru.

  • Biji yang digunakan harus berasal dari tanaman yang sehat, kuat, dan berkualitas. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok.
  • Persemaian diberi naungan contohnya naungan dari tanaman kering, tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. Selama penyemaian, bibit tidak boleh kekurangan air.
  • Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Kemudian dapat dilakukan seleksi pada bibit, dan bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dapat dibuang. 

 

Baca Lainnya : Pohon salad : Pohon yang banyak jenis buahnnya 

Pembibitan dengan Okulasi

  • Potong pohon pangkal (under stump) setinggi 10-15 cm di atas tanah.
  • Kupas bagian bawah kulit mata tunas (mata tempel) sekitar dua pertiga bagian. Mata tunas harus berasal dari pohon yang berkualitas.
  • Mata tunas diselipkan pada pohon pangkal, lalu diikat erat dengan tali
  • Setelah tiga minggu, ikatan dilepas. Jika mata tunas tetap hijau, artinya okulasi berhasil.

 

Pembibitan dengan Pencangkokan

  • Batang yang dicangkok memiliki diameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman berumur lebih dari 1 tahun.
  • Kemudian batang disayat dan dilakukan pengerokan kambium dengan panjang sayatan adalah sekitar 5 cm. Luka sayatan sebaiknya dibiarkan kering terlebih dahulu selama kurang lebih 2 hari.
  • Lalu di sekeliling sayatan diberi campuran tanah dan pupuk serta dibungkus. Sabut kelapa dapat digunakan sebagai bungkusnya. Pastikan tanah di dalam bungkusan itu tidak kering.

 

Penanaman Pohon Mangga

  • Kebun diberi lubang kira-kira 1 bulan sebelum musim hujan. Lubang berukuran 1 m 1 m 1 m atau 60 cm   60cm   60 cm. Jarak tanam 10 m 10 m atau 12 m   12 m. Lubang dibiarkan terbuka selama 30 hari agar tingkat keasaman tanahnya hilang. 
  • Pada waktu membuat lubang tanam, hendaknya dipisahkan lapisan tanah atas dengan bawah dan seminggu sebelum tanam lubang ditimbun kembali dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang. Ketika menimbun lubang, tanah lapisan bawah dimasukkan lebih dahulu sehingga susunannya seperti semula.
  • Tanaman ditanam dekat dengan pohon pelindung. Tanaman pelindung berfungsi untuk menahan hembusan angin yang kuat. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.

 

Pemeliharaan Pohon Mangga

  • Pengendalian gulma dilakukan sedikitnya tiga kali dalam setahun. Penyiangan juga bisa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan.
  • Penggemburan tanah dilakukan di sekitar batang tanaman agar tanaman dapat menyerap air hujan dengan baik. Penggemburan tanah untuk mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. 
  • Pembumbunan atau penimbunan tanah pada pangkal tumbuhan juga diperlukan untuk memperkokoh kedudukan tanaman agar tidak mudah tumbang.
  • Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tanaman dan/atau bertujuan untuk produksi. Cabang-cabang tertentu dipotong agar pohon lebih produktif. Pemangkasan dapat dilakukan setelah bibit mencapai tinggi 1 m dengan memotong batang persis di bawah titik tumbuh. Pelihara 2-3 tunas yang tumbuh dari bekas pangkasan. Apabila cabang baru telah terbentuk 1 m, maka dilakukan pemangkasan kembali. Begitu seterusnya untuk memperoleh susunan 1-3-9 cabang.
  • Pemberian pupuk diaplikasikan melingkari batang tanaman di bawah tajuk tanaman. 

 

Demikian sekilas fakta dan informasi mengenai pohon mangga. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca sekalian!

Penulis: Elrisa Thiwa Nadella

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi:

Jamil, Ali et al. (2010) Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Mangga. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, diunduh melalui: riau.litbang.pertanian.go.id/kopitani/images/pdf/juknis/mangga.pdf

Juniadi. (2012). Teknik Budidaya Mangga (Mangifera indica L). Balai Besar Pelatihan Pertaian Lembang, diakses melalui: http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/591-teknik-budidaya-mangga-teknik-budidaya-mangga-mangifera-indica-l-l

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!