Pohon Soga: Pewarna Alami Dengan Bunga Yang Indah

Keragaman hayati Indonesia tak jauh dari hadirnya flora dan fauna yang mengisi alam kita baik endemik maupun non-endemik. Jumlah spesies flora di Indonesia sendiri kurang lebih sekitar 6.000 spesies. Salah satu jenisnya yang berbentuk pepohonan sangatlah berperan penting sebagai penopang hutan. Pepohonan yang berbunga menjadi salah satu daya tarik dari keragaman hayati di Indonesia seperti Pohon Soga. Yuk simak artikel ini untuk mengenal  lebih lanjut.

Ads
Gambar 1. Pohon Soga
Gambar 1. Pohon Soga

Pohon Soga

Berasal dari suku Fabaceae atau polong-polongan, Pohon Soga merupakan salah satu pohon yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan berbunga dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Disebut demikian karena pohon ini memiliki manfaat yang cukup terkenal yaitu sebagai bahan pewarna alami untuk kain batik melalui proses ekstraksi yang dicampurkan dengan bahan-bahan fiksasi untuk menguatkan warna yang telah didapatkan. Pohon ini juga cukup rindang dan biasa dijadikan pohon peneduh di perkebunan dan juga tanaman hias. Pohon satu ini juga dapat memproduksi obat-obatan dari batangnya atau kulit kayunya.

Secara alami, Soga menyebar luas mulai dari Papua Nugini, Kepulauan Nusantara, Asia Tenggara hingga Srilanka. Pohon yang cantik karena keeksotisan bunganya memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah yang ditumbuhinya. Dalam Bahasa Inggris Soga dikenal sebagai Golden Flamboyan, Copperpod, Yellow Flame Tree, Yellow Flamboyant, Yellow Poinciana. Sedangkan di daerah lain ia dinamai Non See (Thailand), Jemerlang Laut atau Batai Laut (Malaysia), Lim Sét atau Trac Vàng (Vietnam), Siár (Filipina). Di Indonesia sendiri, Soga memiliki tiga macam jenis yang paling sering digunakan yaitu Soga Jambal, Soga Tingi dan Soga Tegeran. Di Madura, Soga disebut Kaju Jhuwek sedangkan di Nusa Tenggara namanya Lalu Loëh atau Léwĕttĕr.

Pohon Soga merupakan pohon gugur yang berasal dari Australia dan Asia Tenggara. Pohon ini tumbuh di dataran rendah dan jarang ditemui di atas ketinggian lebih dari 100 mdpl. Meskipun begitu, Soga dapat tumbuh di ketinggian 1.600 mdpl asal curah hujannya pas dengan yang dibutuhkan Soga. Biasanya Soga akan tumbuh di sekitar pantai atau di daerah belakang hutan bakau. Pohon Soga juga dapat hidup liar di hutan jati dan padang ilalang karena sifatnya yang bebas dan terbuka. Sebagai salah satu flora yang tumbuh di lingkungan tropis, Soga menoleransi curah hujan di antara 1.500-4.500 mm per tahun. 

 

Klasifikasi dan Morfologi Pohon Soga

Klasifikasi Pohon Soga

Secara taksonomis, Soga berasal dari Kingdom Plantae, Genus Angiospermae, Ordo Fabales, Keluarga Fabaceae, dan Genus Peltophorum. Nama spesies Pohon Soga sendiri adalah Peltophorum pterocarpum. Uniknya, nama spesiesnya tersebut diambil dari Bahasa Yunani Pelte (perisai), Pherein (membawa), Pteron (sayap), dan Karpos (buah).

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Morfologi 

Gambar 2. Daun Soga
Gambar 2. Daun Soga

Daun

Pohon Soga memiliki bentuk daun menyirip ganda atau genap dengan tata daun yang berseling. Daun ini memiliki sekitar 5 sampai 11 pasang sirip, Ujung daun melekuk kecil dan pangkalnya tidak simetris. Daun penumpunya kecil berbentuk garis dan lekas tanggal. Biasanya memiliki sekitar 9 sampai 20 pasang anak daun pada sirip tengah yang menonjol dengan ukuran lebarnya 0,75 hingga 1 cm dan panjangnya 2-2,5 cm. Bagian bawah permukaan daun berambut halus.Pada saat musim kemarau daun akan gugur secara total.

Batang

Batang Soga termasuk batang silindris. Bagian kulit batang Soga berwarna abu-abu dan teksturnya cukup halus. Gemang batangnya atau bagian terluar memiliki ketebalan hingga 15 mm. Tingginya bisa mencapai 30 meter bahkan 50 meter karena Pohon Soga termasuk sebagai kategori pohon besar. Gemang batangnya bisa mencapai 70 cm. Bagian dalam batang berwarna merah jambu. Akar pohon berbanir.

Gambar 3. Buah Soga
Gambar 3. Buah Soga

Buah

Sebagai bagian dari kelompok Fabaceae, Soga berbuah polong-polongan. Jadi Pohon Soga berbuah yang merupakan buah polong mengasing, pipih, tepi bersayap dan tidak membengang. Buahnya berwarna coklat merah keunguan apabila sudah matang dan berwarna hijau muda saat masih berumur muda. Buahnya berukuran sekitar 2,5-55 x 1 inci dan memiliki sekitar 1 sampai 5 biji. Jika buahnya sudah matang biasanya akan mudah pecah. Biji yang sudah tua pun akan berkulit keras dan berwarna merah tua.

Gambar 4. Bunga Soga
Gambar 4. Bunga Soga

Bunga

Terkenal akan kecantikan bunganya, Pohon Soga memiliki bunga berwarna kuning dan beraroma sangat harum. Bunganya tersusun dalam bentuk bunga tandan yang panjang tandannya sekitar 25 hingga 40 cm. Bunganya tumbuh di ujung ranting dan tergolong cukup besar karena diameternya bisa mencapai 18 inci. Perbungaannya termasuk jenis malai terminal atau aksilar. Daun kelopak bercuping ada 5 dengan jarak yang cukup dekat berwarna coklat di luar dan kuning terang di bagian dalam. Daun mahkota juga ada 5 dengan bagian pangkal coklat dan mahkotanya kuning terang. Memiliki benang sari berwarna kuning belerang sekitar 10 dan 1 putik berwarna jingga di tengahnya.

 

Manfaat Pohon Soga

Berikut adalah manfaat dari Pohon Soga:

Bahan Pewarna Alami

Dari zaman dahulu, pohon soga terutama bagian pepagannya diperdagangkan dalam jumlah yang besar karena fungsinya sebagai pewarna sintetis yang terbilang cukup langka. Hingga saat ini, Soga masih dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pewarna tersebut. Warna yang dihasilkan biasanya adalah coklat dan coklat kekuningan di industri batik Jawa Kuno. Warna ini adalah hasil batangnya yang diekstrak dengan bahan-bahan lainnya seperti kayu secang, pepagan tekik, pepagan tengar untuk menguatkan warna yang dihasilkan. 

Obat-Obatan

Kulit batang dan bunga Soga dapat dijadikan bahan obat-obatan. Obat yang dihasilkan adalah antibakteri dan antijamur yang diekstrak dari bunga. Kulit batang Soga mengandung sekitar 17,7% tanin yang cocok digunakan sebagai bahan obat sakit perut, bisul, disentri, kulit melepuh dan gatal-gatal.

Pohon Peneduh

Pohon Soga dapat dijadikan pohon peneduh, pengikat nitrogen, penahan angin maupun untuk pemulihan lahan kritis lainnya. Pohon ini memiliki tajuk pohon yang rindang maka pohon ini cocok untuk dijadikan pohon peneduh. Pohon ini juga cocok ditempatkan di hutan kota. Selain itu, daun-daunnya dapat dijadikan sebagai pakan ternak dan serbuk sari bunganya dapat digunakan untuk budidaya lebah Trigona. Pohon peneduh juga memiliki fungsi sebagai penahan air hujan sehingga memberikan manfaat yang baik bagi penghijauan atau reboisasi.

Gambar 5. Pohon Soga Sebagai Pohon Hias
Gambar 5. Pohon Soga Sebagai Pohon Hias

Pohon Hias

Pohon Soga memiliki tajuk yang rindang, bunga yang lebat, dan perawakan yang dapat disebut anggun. Dengan ciri-ciri tersebut Soga cocok dijadikan pohon hias. Pohon ini juga digunakan sebagai pohon hias di festival Bathukamma Negara Telangana. Di India, tepatnya di kota Mumbai, pohon ini dipadupadankan dengan pohon Poinciana sehingga menghasilkan efek kuning dan merah menyala di musim panas. Di Hawaii, Soga sering dijumpai di sekitar pantai sebagai pohon hias karena warna bunganya yang eksotis dengan daya tarik yang begitu tinggi. Maka, tak heran apabila harga pohon Soga cukup mahal karena selain bermanfaat untuk penghijauan, pohon ini juga termasuk tanaman yang memiliki keeksotisan dengan daya tarik cukup tinggi.

Perabotan Rumah Tangga

Kayu Soga memiliki kepadatan yang cukup keras dan lumayan berat. Warnanya coklat kehitaman atau kemerahan dengan mutu sedang sehingga cocok dijadikan sebagai bahan konstruksi ringan, ukiran, mebel dan perabotan rumah tangga. Selain itu, kayu Soga juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasil kayu bakar. 

 

Daerah Persebaran Pohon Soga

Pohon Soga tumbuh di hutan musim, hutan pantai seperti hutan bakau, dan hutan-hutan tropis di daerah tropis lainnya. Syarat lingkungannya adalah adanya musim kemarau, vegetasi pantai maupun hutan hujan, sabana berpohon dengan curah hujan 1.500 hingga 4.500 mm per tahun, Menurut beberapa ahli, Soga ini merupakan pohon asli Australia dan FIlipina. Pohon Soga dapat ditemukan di Asia Tenggara, Australia Utara, Amerika Serikat dan sebelah utara Samudra Hindia. 

Untuk di wilayah Indonesia sendiri, Pohon Soga dapat ditemui di daerah Pulau Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai penghasil batik terbesar di Indonesia, namun pohon ini sudah mulai langka karena pembudidayaannya sudah mulai berkurang. 

 

Penulis: Fitri Nurul Falah

 

Referensi Literatur

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY. (2020). Soga: Pohon Berbunga Indah. Diakses pada tanggal 26 Januari 2021 dari https://dlhk.jogjaprov.go.id/soga-pohon-berbunga-indah

Indriyanto. (2012).Dendrologi: Suatu Teori dan Praktik Menyidik Pohon. Lembaga Penelitian Universitas Lampung, Lampung. 152-153.

Irsyam, A. S. D., & Priyanti, P. (2016). Suku Fabaceae di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, bagian 1: Tumbuhan polong berperawakan pohon. Al-Kauniyah, 9(1), 44-56.

Sethuraman, M. G., Sulochana, N., & Kameswaran, L. (1984). Anti-inflammatory and antibacterial activity of Peltophorum pterocarpum flowers. Fitoterapia, 55(3), 177-179.

 

Referensi Gambar

https://www.greensouq.ae/pdt/peltophorum-pterocarpum/#iLightbox[product-gallery]/0

http://www.natureloveyou.sg/Peltophorum%20pterocarpum/Main.html

https://www.pinterest.es/pin/607423068469264351/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan.

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!