Rotan: Kayu serba guna

Rotan merupakan salah satu jenis tanaman berupa Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang tergolong dalam kelompok Arecaceae atau yang biasa dikenal dengan Palmae, di mana tanaman ini tumbuh memanjat dan biasanya dapat ditemui di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Selain kayu, rotan juga merupakan salah satu produksi tanaman penting yang banyak dijumpai di Asia Tenggara. Batang pada tanaman ini merupakan bagian yang paling penting karena memiliki nilai guna yang besar, sehingga secara tidak langsung memberikan keuntungan dalam pemanfaatannya. Berbagai macam hal dapat dihasilkan dan diciptakan dengan bahan dari tanaman ini, seperti furniture, kerajinan tangan, dan bahkan alat musik. Secara fisik, tanaman ini memiliki kesamaan dengan bambu, yaitu adanya ruas-ruas pada batangnya. Namun, yang membedakannya yaitu bagian dalam ruas pada tanaman ini tidak memiliki rongga, sedangkan pada tanaman bambu memiliki rongga pada bagian dalam ruas. Rotan termasuk salah satu tanaman yang memiliki banyak jenis.

Ads
Gambar 1. Tanaman Rotan. Sumber: agrotek.id
Gambar 1. Tanaman Rotan. Sumber: agrotek.id

Sifat-sifat

Rotan memiliki sifat-sifat dari segi anatomi, fisik, kimia, maupun mekanis. Dari struktur anatomi, batangnya memiliki pori yang besar dan dinding sel serabutnya yang tebal. Hal ini mempengaruhi kekuatan dan juga keawetan pada tanaman ini. Rotan Memiliki dinding sel yang tebal menciptakan batang yang besar dan lurus, serta membuat batang menjadi lebih berat. Dari segi fisik, tanaman ini memiliki ruas-ruas dan juga berbuku-buku yang dapat terlihat jelas pada batangnya. tanaman ini juga memiliki warna yang bervariasi, tergantung dari jenisnya. Namun, pada umumnya warna tanaman ini berupa kuning langsat atau kuning keputih-putihan. Ukuran diameternya juga bervariasi tergantung dari jenisnya. Jenis rotan yang memiliki diameter kurang dari 18 mm contohnya jermasin dan sega, sedangkan yang memiliki diameter lebih dari 18 mm contohnya mantang dan semambu. Hal yang unik yang dapat ditemukan pada tanaman ini yaitu adanya selaput atau lapisan silika, di mana lapisan ini membalut kulit luarnya sehingga memberikan kesan mengkilap. Walaupun rotan terkenal dengan bagian batangnya yang banyak manfaat dan kegunaan, ternyata tanaman ini juga memiliki bunga pada pertumbuhannya. Bunga pada tanaman ini berupa bunga majemuk yang terbungkus oleh daun pelindung. Selain adanya bunga pada rotan, ternyata tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini juga memiliki senjata pertahanan untuk menjaga dari serangan luar, pertahanan dirinya yaitu berupa duri yang berada pada daun-daunnya. Dari segi kimia, biasanya tanaman ini terdiri dari Holoselulosa (71 – 76 %), Selulosa (39 – 56 %), Lignin (18 – 27 %) dan Silika (0,54 – 8 %). Zat-zat yang terkandung ini lah yang juga ikut menciptakan sifat-sifat pada rotan, seperti selulosa yang memiliki peran terhadap keteguhan kelenturannya, dan lignin yang mempengaruhi kekuatan batang tanaman ini. Untuk sifat mekanis, tanaman ini merupakan tanaman yang kaku, tahan terhadap patah, tekan, ataupun belah. Hal-hal dari sifat mekanis ini lah yang terbentuk karena pengaruh dari sifat kimia yang ada.

 

Jenis-jenis

Di Asia Tenggara, ada 516 jenis rotan yang tersebar di delapan negara. Sedangkan di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 306 jenis rotan yang tersebar di pulau-pulau besar di Indonesia dan daerah-daerah lain seperti Maluku, Timor, dan Sumbawa. Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar jenis tanaman ini dapat ditemukan di negara kepulauan ini. Beberapa jenis rotan yang ada di Indonesia antara lain Jernang Besar, Semambu, Jermasin, dan lain-lain.

 

  • Rotan Jernang Besar 

Jernang Besar (Daemonorops draco) merupakan jenis tanaman yang dapat ditemukan di Malaysia, Thailand, dan Indonesia, di mana jenis ini biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan tangan berupa anyaman. Tidak hanya batangnya yang memiliki nilai guna, tapi juga resin dari buahnya (biasa disebut dengan jernang) dapat berguna untuk pengobatan tradisional. Di samping kegunaannya dalam pembuatan anyaman, ternyata jernang besar juga memiliki manfaat bagi tubuh, mulai dari mengatasi bisul dan kudis, melancarkan peredaran darah, hingga mencegah pertumbuhan kanker. Namun, pemanfaatan resin dari buah jernang besar dapat menimbulkan efek samping seperti alergi pada kulit atau kerusakan pada hati jika digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan dosis yang tepat.

Gambar 2. Jernang Besar. Sumber: idnmedis.com
Gambar 2. Jernang Besar. Sumber: idnmedis.com
  • Rotan Semambu

Semambu merupakan jenis tanaman yang dapat dijumpai di Vietnam, Thailand, dan daerah-daerah di Indonesia, seperti Sumatera dan Borneo. Semambu ternyata memiliki kegunaan dalam pemenuhan keperluan kegiatan tertentu, seperti dapat dijadikan sebagai tongkat pendaki gunung, tongkat ski, dan juga dapat dijadikan sebagai rangka mebel.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

  • Rotan Jermasin 

Jermasin merupakan jenis tanaman yang memiliki rumpun 30 – 50 batang dengan panjang ruas 15 – 40 cm yang banyak ditemukan di daerah Indonesia, seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Jermasin memiliki manfaat yang cukup besar dalam pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari, yaitu dapat dijadikan bahan furniture, sehingga tak heran jika jenis jermasin memiliki nilai ekonomis yang baik.

Gambar 3. Furniture dari Bahan Rotan. Sumber: bramblefurniture.com
Gambar 3. Furniture dari Bahan Rotan. Sumber: bramblefurniture.com

Budidaya Rotan

Sampai saat ini, kebutuhan manusia tidak dapat lepas dari pemanfaatan dan olahan rotan. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rotan terbesar yang telah memenuhi kebutuhan rotan dunia sebesar 80%. Sekitar 10% dari jumlah tersebut, diperoleh dari hasil budidaya (Kaliky, 2018). Hal ini membuktikan bahwa budidayanya sangat diperlukan, selain untuk pemenuhan kebutuhan juga untuk melestarikan tanaman tersebut yang tumbuh secara alami di alam. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk budidayanya, baik secara generatif (menggunakan biji) ataupun secara vegetatif (menggunakan pucuk daun, batang, dan akar). Cara budidayanya dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

 

  • Pengadaan Biji 

Pada langkah ini, diperlukan biji yang sudah tua yang ditandai dengan warnanya yang coklat dan kehitaman. Dalam hal ini, buah yang dikumpulkan dapat dimasukkan ke dalam karung goni yang basah. Setelah itu direndam dengan daging buah yang sudah busuk. Setelah dilakukan langkah ini, biji dapat disemai dengan peralatan yang mudah ditemukan dengan media tanam dalam kantong plastik.

 

  • Persiapan Semai dan Pembibitan 

Dalam persiapan semai diperlukan penyiapan lahan tanah yang datar dan tidak tergenang air, akan tetapi jika tanah yang disiapkan berupa tanah miring, maka maksimal kemiringan tanah tersebut sebesar 5%. Ada tiga metode yang dapat dilakukan dalam persiapan semai ini. Pertama, biji disemaikan dan disiram setiap hari dalam wadah keranjang dengan lokasi penempatan yang lembab. Setelah satu bulan berlangsung, biji yang disemai tersebut dipindahkan ke tempat bedengan pembibitan. Kedua, biji rotan dikecambahkan pada tempat pembibitan. Ketiga, penanamannya dilakukan dengan menggunakan media polybag yang bagian dasarnya telah dilubangi dan juga diisi media tanam. Pada metode dua dan tiga, lama perawatannya selama 8-12 bulan.

 

  • Penanaman

Pada umumnya agar penanaman yang dilakukan berhasil, penanaman dilakukan ketika musim hujan supaya kebutuhan air dipenuhi dengan baik. pada saat penanaman diperlukan daerah-daerah yang teduh, maka waktu yang tepat untuk menanam tanaman ini yaitu ketika pagi hari atau sore hari. Sifatnya yang berupa tanaman rambat menjadikan tanaman ini memerlukan media untuk melakukan perambatan, sehingga diperlukan adanya tanaman lain dengan habitat yang sama agar tanaman ini dapat tumbuh merambat dengan baik.

 

  • Pemeliharaan

Dalam tahap pemeliharaan, rotan yang ditanam perlu dilakukan penyiangan, penyulaman, dan perlindungan terhadap hama. Penyiangan merupakan kegiatan yang rutin yang dilakukan setiap tiga bulan selama tiga tahun. Untuk penyulaman, kegiatan ini dilakukan untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh. sementara  itu, untuk mencegah tanaman ini terhadap hama, diperlukannya pestisida agar tanaman yang telah ditanam dapat terus tumbuh dengan baik tanpa ada gangguan dari luar. 

 

  • Pemanenan

Pada proses ini, tanaman rotan yang sudah tua dan siap panen yang ditandai dengan kulit luar menguning dan kering bersamaan dengan daunnya, dan panjangnya sudah lebih dari tujuh belas meter akan ditebang dengan menggunakan alat seperti kapak atau parang untuk mempermudah penebangan. Tanaman ini tergolong tanaman yang cukup memakan waktu dalam proses sampai mencapai pemanenannya, ada yang 7 tahun, 10 tahun, dan bahkan 25 tahun, sehingga tak heran jika tanaman ini merupakan komoditas yang penting dan bernilai ekonomis yang baik jika budidaya dilakukan dengan baik dan sesuai tahap-tahapnya.

 

Penulis: Mikhael Sihite

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi Literatur

Agrotek. 5 Cara Budidaya Tanaman Rotan (Panduan Lengkap). Tersedia dalam: https://agrotek.id/cara-budidaya-tanaman-rotan/. Diakses pada 7 Januari 2021.

Asyraaf Ahmadi. 2016. Mengenal Rotan. Tersedia dalam: https://asyraafahmadi.com/

en/knowledge/material-knowledge/alami/non-tambang/rotan/jenis-rotan/.

Diakses pada 6 Januari 2021.

idnMedis.com. Rotan Jernang Besar: Manfaat – Efek Samping dan Cara Penggunaan. Tersedia dalam: https://idnmedis.com/rotan-jernang-besar. Diakses pada 6 Januari 2021.

Kaliky, F. 2018. Identifikasi Jenis-jenis Rotan pada Home Industry di Desa Waitatiri Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agrohut. Dikutip pada 7 Januari 2021.

Karmidi. Pengenalan Jenis Rotan. Tersedia dalam: https://karmidi.blogspot.com/2009/08/

pengenalan-jenis-rotan.html. Diakses pada 6 Januari 2021.

Loiwatu, M. 2017. Pengaruh Ketinggian Tempat dan Jenis terhadap Penyusutan Rotan. Jurnal Hutan Pulau-pulau Kecil. Tersedia dalam: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php

/jhppk/article/view/528. Diakses pada 6 Januari 2021.

RimbaKita.com. Rotan – Jenis, Sifat, Manfaat, Budidaya & Perlindungan.Tersedia dalam: https://rimbakita.com/rotan/. Dikutip pada 7 Januari 2021.

 

Referensi Gambar

Gambar 1: https://agrotek.id/cara-budidaya-tanaman-rotan/

Gambar 2: https://idnmedis.com/rotan-jernang-besar

Gambar 3: https://www.bramblefurniture.com/journal/kelebihan-furniture-rotan-

dibandingkan-kayu/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!