Segara Naturals untuk Hijaunya Kampung Laut, Cilacap

Yuk Kenalan Dengan Segara Naturals

Segara Naturals adalah sebuah produk kecantikan yang terbuat dari bahan yang praktis, alami, dan tentunya ramah lingkungan. Produk ini dibuat sebagai bentuk kecintaan terhadap indahnya alam Indonesia. Oleh karena itu, produk Segara Naturals dibuat dari bahan yang alami. Didesain dengan bentuk batangan yang padat, produk Segara Naturals bisa dibawa dan dikirim tanpa kuatir tumpah.

Ads

Memiliki banyak macam produk, Sagara Naturals tentu berharap dapat menyediakan berbagai macam kebutuhan terkait produk kecantikan, baik dari sabun, shampoo, deodorant, maupun lip balm. Lebih jelas, pembaca bisa melihat langsung produk Segara Naturals melalui akun Instagram @segaraNaturals seperti di bawah ini.

(Instagram Segara Naturals)
(Instagram Segara Naturals)

Produk Segara Naturals Juga bisa didapatkan dengan mudah, baik di halaman resmi Sagara Naturals maupun marketplace yang telah disediakan, seperti Website, Shopee, dan Tokopedia.

Abrasi di Kampung Laut, Cilacap

Membuat produk-produknya dari bahan yang ramah lingkungan bukan tanpa sebab, Segara Naturals cukup sadar akan pentingnya menjaga lingkungan seperti misalnya meminimalisir limbah hasil produksi. Selain itu, Segara Naturals juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, bekerjasama dengan LindungiHutan, Sagara Naturals kini ikut terlibat dalam gerakan pencegahan abrasi, berupa penanaman mangrove di titik yang telah ditentukan.

Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Abrasi merupakan suatu proses pengikisan pesisir pantai dengan di akibatkan oleh adanya gelombang dan juga arus laut merusak yang mana pemicunya berupa keseimbangan alam yang mulai terganggu.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Keseimbangan alam yang terganggu yang dimaksud dalam Undang-undang tersebut bisa diakibatkan oleh dua faktor, baik oleh faktor alam sendiri maupun faktor yang disebabkan oleh manusia.

Kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam sebagaimana yang telah disebutkan oleh undang-undang diatas biasanya berupa angin kencang yang menimbulkan gelombang yang merusak. Sementara itu, faktor kerusakan yang disebabkan oleh manusia seringkali terjadi akibat eksploitasi besar-besaran terhadap pasir pantai.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil DKP Jateng, Lilik Harnadi mengatakan lahan seluas 8.023 hektar tenggelam akibat abrasi, wilayah yang terkena dampak abrasi terbesar di Jawa Tengah diantaranya Kabupaten Brebes seluas 2.300 hektar, Demak 2.200 hektar, dan Kota Semarang sekitar 1.900 hektar (Kompas, 2020).

Sementara itu, Cilacap adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, satu hal yang menarik dari Cilacap adalah kota tersebut memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi utara Cilacap adalah lajur pegunungan tengah Jawa dengan kontur curamnya perbukitan, sementara sisi selatannya merupakan pesisir pantai. Dua sisi tersebut tentu saja memiliki ancaman satu sama lain, baik berupa longsor maupun abrasi.

Pengikisan daratan (abrasi) dan kerusakan hutan mangrove di pesisir Cilacap menjadi salah satu yang paling parah di Jawa Tengah, tepatnya di pantai Lengkong Cilacap Utara, di sini abrasi semakin mempersempit daratan pantai yang biasanya menjadi sandaran kapal nelayan, seperti yang kita ketahui bahwa abrasi bisa disebabkan oleh kerusakan hutan mangrove yang terjadi di daerah tersebut.

Kerusakan hutan mangrove di Cilacap begitu kompleks, di daerah Sagara Anakan, Kabupaten Cilacap misalnya, kerusakan hutan mangrove disini diakibatkan oleh perusakan habitat ikan laut. Perusakan tersebut didasari oleh pendangkalan Sungai Citanduy, bahkan sejak tahun 1980 pendangkalan ini sudah terjadi, yang mana sebanyak 4,5 juta ton sedimen dibawa oleh Sungai Citanduy setiap tahunnya, (Merdeka.com, 2020).

Penebangan liar juga turut memperparah kondisi hutan mangrove yang ada di Cilacap, keragaman hayati yang ada di dalam hutan mangrove di Cilacap menjadi daya tarik bagi sebagian orang yang ingin mengeksploitasi pohon mangrove secara berlebih. Salah satu jenis mangrove yang sering menjadi buruan ialah Nyirih (Sxylocarpus granatum), pohon ini sering diburu lantaran kualitas kayunya yang sangat bagus, sehingga sering digunakan sebagai bahan pembuatan perahu.

Ancaman abrasi di pesisir pantai Cilacap tentu saja menjadi perhatian penting baik untuk pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar. Salah satu solusi paling baik ialah konservasi mangrove.

Tumbuhan mangrove adalah benteng pertahanan pantai terdepan dari ancaman abrasi, lebih lanjut mangrove juga menjadi salah satu tumbuhan penyumbang oksigen terbanyak, selain itu tumbuhan mangrove merupakan sumber nutrien bagi ekosistem yang ada disekitarnya.

Komoditas mangrove juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi, selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir untuk menjadi petani bakau, pohon mangrove juga memiliki potensi blue carbon yang ternyata dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi. Hal tersebut seperti diamini oleh Daniel Murdiyasro selaku dosen Ilmu Atmosfer Institut Pertanian Bogor (IPB) saat acara Blue Carbon Summit 2018 di Jakarta.

“Potensi ekonomi dari mangrove sangatlah besar. Ada potensi blue carbon yang bisa dihasilkan nilai ekonomi hingga USD10 miliar. Itu jumlah yang sangat besar,” ujar beliau.

Baca lainnya: Gigg All City Champs: Konservasi Alam

Hingga saat ini jumlah keseluruhan hutan mangrove di seluruh dunia tercatat mencapai luas sekitar 16.530.000 ha yang tersebar di seluruh benua, sedangkan di Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan kepemilikan lahan hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas 3.735.250 ha, bahkan lebih luas dari luas tanah hutan mangrove di benua afrika dengan luas 3.258.000 ha (jurnal untan 2020).

Data yang dikeluarkan FAO pada tahun 2005 sangat memprihatinkan, mereka mengatakan bahwa luas hutan mangrove di Indonesia memang menjadi salah satu yang paling besar, dengan capaian angka 3.062.300 hektar atau hanya 19% dari luas mangrove di seluruh dunia. Akan tetapi luas hutan mangrove di Indonesia semakin berkurang dari tahun ke tahun, pada rentang waktu 1980 sampai 2005 saja sudah 120.000 hektar luas hutan mangrove yang hilang yang disebabkan perubahan penggunaan lahan, baik menjadi pertanian maupun lahan industri.

Daruratnya abrasi serta pentingnya pohon mangrove seharusnya menjadi perhatian penting untuk kita semua, agar terciptanya keseimbangan alam, pelestarian mangrove menjadi pilihan yang paling baik.

 

Capture2 2 – Wanaswara

Kampanye Penghijauan Kampung Laut Cilacap

Kampanye ini bertujuan untuk merehabilitasi kawasan mangrove di Kampung Laut, serta meminimalisir kemungkinan terjadinya abrasi. Selain itu, kampanye tersebut diharapkan bisa memperpanjang umur bumi serta dapat menjadi salah satu warisan berharga untuk generasi selanjutnya.

Segara Naturals bersama LindungiHutan mengumpulkan donasi dengan besaran Rp 10,000/pohon untuk mendukung aksi ini, selain itu sebagian penjualan produk Segara Naturals juga didonasikan untuk kampanye tersebut.

Mari menanam pohon untuk selamatkan bumi dari bahaya abrasi dan ancaman lain !

 

Penulis: Ipan Fanani

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi:

Kompas (2020, Maret 26). Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam: Mereka yang Bertaruh Nyawa (2).

https://regional.kompas.com/read/2020/03/26/13030021/perubahan-iklim-pesisir-indonesia-terancam-tenggelam–mereka-yang-bertaruh?page=all.

Diakses pada 20 Januari 2021

Merdeka.com : Hutan Bakau Segara Anakan di Cilacap Rusak Parah, Ini Penjelasan Guru Besar UGM (https://m.merdeka.com/jateng/hutan-bakau-segara-anakan-di-cilacap-rusak-parah-ini-penjelasan-guru-besar-ugm.html?page=all)

Diakses pada 20 Januari 2021

Mongabay : Mangrove Itu Bermanfaat, Sekaligus Terancam, Kenapa? (https://www.mongabay.co.id/2018/07/27/mangrove-itu-bermanfaat-sekaligus-terancam-kenapa/)

Diakses pada 20 Januari 2021

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Cilacap. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!