Sekilas Pandang Bunga Anggrek Larat (Cooktown Orchid)

Gambar 1. Cooktown Orchid Flowers
Gambar 1. Cooktown Orchid Flowers © Carol Green

Dendrobium bigibbum atau Anggrek Larat (Cooktown Orchid) adalah anggrek epifit atau litofit dalam keluarga Orchidaceae (Jones, 2006). Anggrek ini berkerabat dekat dengan berbagai jenis anggrek lain seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, dan Anggrek Kelembai. Anggrek Larat memiliki pseudobulb silindris, masing-masing dengan tiga hingga lima daun yang berwarna hijau atau keunguan dan dengan batang melengkung yang memiliki kurang lebih dua puluh bunga anggrek berwarna keunguan. 

Ads

Bunga ini tumbuh di Queensland Utara, Australia, Papua Nugini, dan di Kepulauan Maluku. Bunga ini merupakan lambang bunga dari negara bagian Queensland di Australia, namun bunga ini juga merupakan anggrek khas yang melambangkan Kepulauan Maluku di Indonesia. Di Indonesia, anggrek ini dinamai larat karena pertama kali ditemukan di Pulau Larat yang berada di Maluku (Kurniawan, 2010). 

Anggrek Larat umumnya tumbuh di daerah yang agak kering dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Suhu yang paling optimal bagi anggrek ini untuk bertumbuh adalah 10-32 derajat celcius, namun tumbuhan ini cukup toleran sehingga tetap dapat bertahan pada suhu yang sedikit lebih tinggi atau rendah. Bunga ini bertahan hidup pada kelembaban antara 50-60 persen. Anggrek Larat tidak dapat tumbuh pada suhu yang terlalu dingin karena akan membusuk. 

Selain Anggrek Serat dan Anggrek Bulan, bunga ini termasuk dalam anggrek langka yang banyak digemari oleh pecinta anggrek. Oleh karena itu, banyak ditemukan anggrek hibrida komersial jenis dendrobium yang merupakan hasil dari persilangan dengan Anggrek Larat. Saat ini, Anggrek Larat termasuk dalam 12 jenis anggrek langka yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 (Megumi, 2018). 

 

Taksonomi

Gambar 2. Illustration of Dendrobium phalaenopsis
Gambar 2. Illustration of Dendrobium phalaenopsis © Wikimedia Commons

Anggrek Larat atau Dendrobium bigibbum pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 1852 oleh John Lindley dan dalam bukunya yang berjudul “Paxton’s Flower Garden”. World Checklist of Selected Plant Families (WCSP)―sebuah program kolaboratif internasional yang memberikan tinjauan sejawat terbaru dan opini yang diterbitkan tentang nama ilmiah yang diterima dan sinonim dari famili tumbuhan yang dipilih―kemudian mengidentifikasi empat varietas dari spesies anggrek ini. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  1. Dendrobium bigibbum var. bigibbum atau anggrek kupu-kupu ungu muda yang memiliki bintik putih di tengah bibir bunga (labellum) dan tumbuh di dataran rendah Semenanjung Cape York, beberapa Kepulauan Selat Torres, dan selatan Papua Nugini.
  2. Dendrobium bigibbum var. compactum yang tersebar secara sempit pada ketinggian 250 meter di daerah tropis basah Queensland, Australia (Brydie, n.d.).
  3. Dendrobium bigibbum var. schroederianum atau Dendrobium phalaenopsis yang memiliki warna bunga bervariasi dan hanya tumbuh di Pulau Larat, Kepulauan Maluku. 
  4. Dendrobium bigibbum var. superbum atau Cooktown Orchid yang memiliki bunga terbesar dalam kelompoknya tetapi tidak memiliki bintik putih di tengah bibir bunga. Anggrek ini tumbuh di antara Cooktown dan Gunung Molloy di Queensland, Australia.

Berikut taksonomi dari bunga Anggrek Larat secara spesifik:

  1. Kerajaan : Plantae
  2. Divisi : Magnoliophyta
  3. Kelas : Liliopsida
  4. Ordo : Orchidales
  5. Famili : Orchidaceae
  6. Genus : Dendrobium
  7. Spesies : Dendrobium phalaenopsis

Bunga anggrek memiliki dua pola pertumbuhan yang berbeda, yaitu simpodial dan monopodial (Fitriyani, 2018). Anggrek Larat merupakan bunga yang memiliki pola pertumbuhan monopodial. Pada pola pertumbuhan ini, bunga anggrek memiliki titik tumbuh di ujung batang, bertumbuh lurus ke atas pada satu batang, dan bunga akan mekar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. 

 

Morfologi

Gambar 3. Dendrobium phalaenopsis
Gambar 3. Dendrobium phalaenopsis © Orchideeën Hoeve

Secara morfologi, Anggrek Larat adalah tumbuhan epifit atau litofit dengan pseudobulb hijau atau keunguan dengan panjang 2–120 cm dan lebar 1.5–2 cm. Setiap pseudobulb memiliki antara tiga sampai lima daun berbentuk telur dengan panjang 10–15 cm dan lebar 3-3.5 cm. Batang bunga tumbuh dengan arah melengkung memiliki panjang 20–40 cm dengan antara dua hingga dua puluh bunga berwarna keunguan. Jarang ditemukan Anggrek Larat yang berwarna kebiruan atau merah muda. 

Bunganya bertumbuh secara resupinate dengan panjang 2-3 cm dan lebar 3-7 cm dan ukuran yang tergantung pada varietas. Kelopak bunganya berbentuk lonjong hingga berbentuk telur dengan panjang 2–3 cm dan lebar 0.9–1.1 cm. Punggung kelopak berdiri tegak atau membelakangi dan kelopak lateral menyebar jauh dari satu sama lain. Kelopak bunganya berbentuk telur, panjang dan lebar 2.5-3 cm. Bibir bunga memiliki panjang 2–2.6 cm dan lebar 2–2.8 cm, serta memiliki tiga lobus. Lobus samping berdiri tegak, lobus tengah memiliki empat atau lima tonjolan di sepanjang garis tengah, dan ada bercak berbulu di bagian tengah bunga. Bunga ini mekar selama bulan Februari hingga Juli.

Daun Anggrek Larat memiliki daging daun yang dengan panjang 12 cm dan lebar 2 cm. Tekstur daunnya kaku dan berwarna dari hijau muda hingga hijau tua. Bagian permukaan daun umumnya mengkilap. Semakin sehat daun dari bunga anggrek ini, maka bunganya juga akan mekar dengan baik (Megumi, 2018).

 

Pola Pertumbuhan dan Perawatan

gambar 4. Dendrobium phalaenopsis Hybrid
gambar 4. Dendrobium phalaenopsis Hybrid © Stefano

Saat ini, tumbuhan Anggrek Larat termasuk salah satu bunga anggrek langka yang dilindungi oleh pemerintah di Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk membudidayakan Anggrek Larat telah dilakukan sejak lama (Kurniawan, 2010). Budidaya anggrek ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan membutuhkan perhatian agar anggrek tidak layu atau membusuk. 

Syarat Bertumbuh

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi dalam proses membudidayakan Anggrek Larat adalah cahaya, suhu, air, dan pupuk. 

  1. Cahaya : Saat pagi hari, Anggrek Larat sebaiknya dibiarkan berada di bawah cahaya matahari langsung. Namun, saat cahaya matahari sudah bersinar terang dan suhu udara menjadi semakin panas, Anggrek Larat perlu dipindahkan ke tempat yang lebih teduh namun masih memperoleh sinar matahari. Lahan yang digunakan untuk menanam bunga ini dapat diberi tirai untuk memberikan keteduhan. 
  2. Suhu : Suhu yang paling baik bagi budidaya Anggrek Larat adalah 15-25 derajat celcius. Apabila di alam liar, tumbuhan ini dapat bertumbuh dengan baik pada suhu 10-32 derajat celcius. 
  3. Air : Anggrek ini senantiasa hijau sepanjang tahun, sehingga tidak boleh disiram secara berlebihan. Cukup disiram setiap tujuh hingga sembilan hari sekali. Anggrek ini perlu disiram kembali hanya setelah tanahnya hampir kering. Pembudidaya dapat dengan mudah dapat menentukan apakah tanah sudah kering atau belum dengan menggunakan tusuk sate. Tempelkan tusuk sate di tanah dan ambil sesekali. Jika tusuk sate tersebut kering, maka tanah Anggrek Larat perlu disiram kembali. 
  4. Pupuk : Pembudidaya perlu memberi pupuk pada Anggrek Larat agar dapat tumbuh dengan subur (Kamemoto, Amore, & Kuehnle 1999) . Jenis pupuk yang paling cocok untuk anggrek ini adalah pupuk hijau dari hutan. Pembudidaya perlu memupuk Anggrek Larat sebanyak dua hingga tiga kali saat dalam sebulan musim kemarau, dan satu kali dalam sebulan saat musim hujan apabila menyiram dengan air keran atau sumur. 

Penanaman

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya saat hendak menanam dan merawat Anggrek Larat (Dendrobium Orchid Care, n.d.). Pertama, media tanam yang paling tepat untuk menanam jenis anggrek ini adalah media tanam kasar yang terdiri atas campuran kayu cemara, potongan kulit kayu, perlite, dan arang. Saat sudah terasa longgar atau mulai membusuk, media tanam dapat diganti dengan yang baru.

Kemudian, saat Anggrek Larat masih muda, mereka membutuhkan banyak air. Namun, pada saat dewasa, menyiram secara berlebihan justru akan membuat mereka layu dan busuk. Pada saat musim kemarau dengan kelembaban yang rendah, pembudidaya dapat sesekali menyemprot kuncup bunga dengan sedikit air untuk mencegah kekeringan. Saat Anggrek Larat sudah melewati musim mekar, bunga dari anggrek ini akan secara otomatis terlepas dari batangnya. Pembudidaya perlu menunggu sekitar delapan sampai dua belas bulan agar Anggrek Larat dapat mekar kembali. 

Terakhir, jenis pot yang dapat paling cocok untuk menanam bunga anggrek ini adalah pot dari plastik atau gerabah. Apabila Anggrek Larat sudah tumbuh terlalu besar, mereka dapat dipindah ke pot dengan ukuran lebih besar. Selama anggrek yang ditanam dalam kondisi sehat, maka pemindahan ke pot lain tidak akan menjadi masalah. Namun, jika akarnya lunak dan/atau busuk, disarankan untuk membuang bagian tersebut dan menaruh anggrek dalam pot yang sama. Merobek atau membelah Anggrek Larat juga merupakan pilihan setelah mereka bertumbuh melebihi tepi pot. Bunga anggrek yang sudah terbagi menjadi dua dapat ditanam secara terpisah dalam ukuran pot yang sama. 

 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

 

Referensi Literatur

Brydie, J. (n.d.). The Dendrobium bigibbum Complex. Species Orchid Society of Western 

Australia (Inc). Retrieved January 20, 2021, from http://members.iinet.net.au/~emntee/Dendrobium%20bigibbum%20Complex.htm.

Dendrobium Orchid Care. (n.d.). Orchid Web. Retrieved January 20, 2021, from 

https://www.orchidweb.com/dendrobium-orchid-care.

Fitriyani, R. (2018). Perbanyakan Tanaman Anggrek Dendrobium sp pada Media MS dan 

½ MS dengan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa Secara In Vitro (Bachelor’s thesis). Retrieved from http://repository.uin-suska.ac.id/15066/.

Jones, D. L. (2006). A complete guide to native orchids of Australia: Including the island 

territories. NSW: New Holland Australia. 

Kamemoto, H., Amore, T. D., & Kuehnle, A. R. (1999). Breeding Dendrobium Orchids in 

Hawaii. HI: University of Hawaii Press. 

Kurniawan, M. B. (2010). Mengenal Hewan & Tumbuhan Asli Indonesia. Jakarta: Cikal 

Aksara.

Megumi, S. R. (2018, March 6). Anggrek Larat, Pesona Anggrek dari Maluku. Greeners.co. 

Retrieved from https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-larat-pesona-anggrek-maluku/.

 

Referensi Gambar

[1] Cooktown Orchid Flowers. Retrieved from https://pixabay.com/images/id-2553394/.

[2] Illustration of Dendrobium phalaenopsis. Retrieved from https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Illustration_of_Dendrobium_phalaenopsis.jpg.

[3] Dendrobium phalaenopsis. Retrieved from https://www.orchideeenhoeve.com/userfiles/orchidcare/category/3/Dendrobium-phalaenopsis.jpg.

[4] Dendrobium phalaenopsis Hybrid. Retrieved from https://www.flickr.com/photos/[email protected]/5099739086/.

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!