SEKILAS PANDANG POHON PINUS

 

 

Pohon Pinus. Sumber Pixabay - Robert Balog
Pohon Pinus. Sumber Pixabay – Robert Balog

Pohon pinus terkenal dengan bentuk daunnya yang seperti jarum. Keberadaannya tidak jarang ditemukan di daerah pegunungan. Pohon yang memiliki bentuk kerucut ini sering dikira sebagai pohon cemara oleh orang awam karena kemiripannya. Keduanya termasuk dalam jenis tumbuhan konifer yang memiliki runjung sebagai organ pembawa biji. Namun pada kenyataannya, kedua pohon itu tidak sama karena berasal genus dan familia yang berbeda. Pohon ini juga memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dengan tumbuhan lain. Untuk lebih mengetahui tentang pohon yang memiliki nama ilmiah Pinus merkusii ini, yuk simak penjabaran berikut ini!

Ads

Morfologi Pinus

Morfologi Pohon Pinus. Sumber Pexels - @grizzlybear
Morfologi Pohon Pinus. Sumber Pexels – @grizzlybear

Pohon ini memiliki akar tunggang yang membutuhkan pencengkraman tanah yang kuat. Struktur perakarannya digadang-gadang mampu mengurangi kemungkinan erosi. Daerah perakaran luas dari satu pohon ke pohon lainnya, sehingga pada proses penanamannya, pohon ini harus memiliki jarak yang agak jauh agar akar bisa berkembang dengan baik. Akar dari pohon ini  bisa menembus tanah lebih dari 10 meter.
Pohon pinus adalah jenis pohon yang batangnya dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 20-40 meter dengan diameter 70-90 sentimeter. Bahkan, seiring berjalannya waktu, pinus yang sudah tua dapat tumbuh dengan diameter pohon yang mencapai 100-145 sentimeter. Daun yang dimilikinya berbentuk jarum dan panjangnya kurang lebih 10-20 sentimeter. Pohon ini berbunga dan berbuah sepanjang tahun, terutama bulan Juli-November. Buah pohon ini sendiri berbentuk kerucut. Bentuknya yang unik ini sangat populer di masyarakat hingga ada yang menjadikannya sebagai souvenir atau hiasan.

Habitat Pinus

Habitat Pohon Pinus. Sumber: Pexels/@eberhardgross
Habitat Pohon Pinus. Sumber: Pexels/@eberhardgross

Pohon pinus dapat tumbuh optimal dengan kondisi tanah yang berpasir dan memiliki serapan air yang baik. Kawasan tersebut dapat ditemukan di daerah dataran tinggi dan bersuhu 18⁰ C hingga -3⁰ C. Pohon ini termasuk dalam tumbuhan yang sangat mudah beradaptasi dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim. Beberapa spesies bahkan dapat tumbuh setelah kebakaran hutan terjadi. Pohon yang sudah dewasa juga biasanya dapat beregenerasi dengan cepat. Kemampuan beradaptasi yang mumpuni membuat pohon ini mampu tumbuh pada tanah ber-pH asam maupun basa.
Pohon ini sejatinya mampu tumbuh diberbagai ketinggian, namun tempat terbaik untuk memaksimalkan perkembangannya adalah tanah yang berada di ketinggian 400 hinga 2.000 mdpl. Pohon  yang ditanam pada ketinggian kurang dari 400 mdpl akan tumbuh tidak optimal karena suhu udara terlalu tinggi. Sebaliknya, jika tumbuhan ini ditanam pada ketinggian lebih dari 2.000 mdpl, proses fotosintesisnya akan terhambat. Adapun, curah hujan yang dibutuhkan pohon ini untuk tumbuh dengan baik berkisar pada angka 1.200 hingga 3.000 mm per tahun. Di Indonesia, pohon ini umumnya tumbuh di kawasan dengan ketinggian lebih dari 300 mdpl dengan curah hujan 4000 mm per tahun.

Sebaran Pinus

Sebaran Pohon Pinus. Sumber Unsplash - @davealmine
Sebaran Pohon Pinus. Sumber Unsplash – @davealmine

Pada awalnya, pinus tumbuh di kawasan Eropa, Mediterania, dan Asia. Kemudian menyebar ke kawasan lain seperti Amerika Serikat, Kanada bagian timur dan barat, Meksiko bagian utara, Karibia dan Araucaria (Amerika Selatan). Indonesia menjadi salah satu negara pemilik spesies pinus asli, yaitu  merkusii Jungh et de Vriese. Pinus jenis ini dikenal tumbuh di tiga tempat yaitu Aceh, Tapanuli dan Kerinci. Ketiga daerah itu berlokasi di Pulau Sumatera. Akan tetapi, saat ini jenis tersebut dapat juga berkembang secara alami di wilayah Kabupaten Tana Toraja dengan baik karena faktor lingkungan tempat tumbuh yang memengaruhi fungsi fisiologis dan morfologisnya.
Pohon pinus dari Indonesia ini telah banyak dibudidayakan di daerah-daerah lain di luar Indonesia. Beberapa negara lain di kawasan Asia, seperti India, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam juga membudidayakan jenis Pinus merkusii Jungh et de Vriese dari Indonesia sehingga persebaran pohon ini menjadi lebih luas.

Manfaat Pohon Pinus

Manfaat Pohon Pinus. Sumber Pixabay - congerdesign
Manfaat Pohon Pinus. Sumber Pixabay – congerdesign

Kemampuan untuk beradaptasi yang baik dan sifatnya mudah tumbuh dinilai sangat menguntungkan karena hampir seluruh bagian, seperti batang kayu, kulit, getah, dan daun memiliki segudang manfaat, mulai dari manfaat yang bernilai ekonomi, kesehatan fisik, hingga manfaat untuk sisi psikologis manusia. Manfaat ekonomi dari pohon ini didapat dari kayunya yang kuat dan kokoh. Bagian kayu pohon ini biasanya dimanfaatkan untuk bahan baku furniture, bahan baku kertas, bahan baku alat tulis, bahan baku peralatan seperti sumpit dan korek api, bahan baku peti kemas, hingga digunakan untuk konstruksi bangunan.
Selain itu, ada pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh, yaitu melalui ekstrak tumbuhan tersebut. Ekstrak pohon ini disebut dapat menjadi bahan baku produk suplemen, untuk pengobatan gangguan pernapasan, serta sebagai salah satu obat ampuh untuk meredakan nyeri otot. Sementara itu,  pohon ini juga dapat memberikan manfaat psikologis. Penelitian menyatakan bahwa berjalan-jalan di wilayah hutan pinus dapat mengurangi stress karena pemandangan hijau yang menyejukkan mata, juga otak dan paru-paru akan mendapatkan cukup oksigen bersih. Oleh karena itu, hutan pinus dapat dijadikan sebagai salah satu area wisata untuk keluarga. (Almira Afini)

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Penulis : Almirafini

Referensi Gambar:
Gambar 1: https://pixabay.com/id/photos/pemandangan-alam-hutan-kabut-misty-975091/
Gambar 2: https://www.pexels.com/id-id/foto/alam-cabang-daun-daun-dedaunan-540927/
Gambar 3: https://www.pexels.com/id-id/foto/alam-awan-bangsa-di-luar-rumah-542385/
Gambar 4: https://unsplash.com/photos/5-hshvHUfHM
Gambar 5: https://pixabay.com/id/photos/bintang-bintang-kayu-manis-2991174/

Referensi Artikel:
Agrotek. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pinus. Online: https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-pinus/
Jonatan, D. (2018). Pohon Pinus dan Manfaatnya bagi Kesehatan Manusia. Online: https://www.kompasiana.com/danieljonatan6608/5b9f8d2c6ddcae55c2664367/pohon-pinus-pohon-yang-berguna?page=all
Larasati, M. D. (2017). Pohon Pinus (Pinus merkusii): Hutan Pinus, Habitat, Sebaran, Morfologi, Manfaat, dan Budidaya. Online: https://foresteract.com/pohon-pinus-pinus-merkusii-hutan-pinus-habitat-sebaran-morfologi-manfaat-dan-budidaya/
RimbaKita. Pohon Pinus – Habitat, Sebaran, Morfologi, Manfaat, Budidaya & Pelestarian Hutan. Online: https://rimbakita.com/pohon-pinus/
Sallata, M. K. (2013). Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) dan Keberadaannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Info Teknis EBONI Vol.10 No. 2. Halaman 85-98. Online: http://balithutmakassar.org/wp-content/uploads/2014/11/02-PINUS-MERKUSII_Kudeng.pdf

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!