Sekilas Pandang Tentang Pohon Bidara

Pohon Bidara
Pohon Bidara © Wikipedia

Apa yang pertama kali terlintas dipikiran kalian tentang daun bidara?

Ads

Di Indonesia, pohon bidara dikenal sebagai pohon pengusir jin karena kerap digunakan untuk memandikan mayat dan pengobatan ruqyah.

Diperkirakan tanaman ini berasal dari Asia Tengah dan menyebar secara alami di wilayah yang luas mulai dari Aljazair, Tunisia, Libia, Mesir, Vietnam, Thailand hingga ke Indonesia dan kini telah banyak ditanam di banyak negara seperti Afrika dan Madagaskar. Daun bidara atau widara yang memiliki nama ilmiah Ziziphus mauritiana merupakan jenis pohon berukuran kecil yang menghasilkan buah dan tumbuh di daerah kering. Tanaman ini memiliki banyak nama lokal dan berbeda-beda di tiap daerah seperti widara/dara (Jawa), kon (Timor), kok, beda (Bima), serta kalangga (Sumba).

Tanaman ini akan baik pertumbuhannya di wilayah yang memiliki musim kering yang jelas karena kualitas buahnya paling baik jika tumbuh pada lingkungan yang panas, kaya cahaya matahari, dan cukup kering. Bidara berkembang luas pada wilayah dengan curah hujan 300-500 mm per tahun. Untuk keperluan komersial, tanaman ini dapat ditanam di daerah dengan ketinggian  kurang dari 1000 mdpl. Hebatnya, tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti laterit, tanah hitam yang memiliki drainase baik, tanah berpasir, tanah liat, dan tanah alluvial di sepanjang aliran sungai.

Pohon kecil ini memiliki morfologi seperti perdu lainnya, memiliki tinggi 15 m, gemang batang hingga 40 cm, cabang-cabang menyebar dan acap menjuntai, ranting-ranting tumbuh simpang siur dan berambut pendek serta memiliki warna hijau atau semi menggugurkan daun.  Daun-daun penumpu berupa duri berukuran 5-7 mm atau berbentuk pasangan dimorfis. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berukuran 1-2 cm, berisi 7-20 kuntum. Memiliki buat batu berbentuk bulat hingga oval berukuran 4-6 cm pada kultivar-kuktivar yang dibudidayakan.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Daun Bidara
Daun Bidara © Wikipedia

Buah bidara unggul diperjual belikan sebagai buah segar untuk dimakan langsung atau dijadikan manisan, bahkan tambahan untuk rujak. Buah ini menjadi sumber karoten, vitamin A dan C, fenolat dan flavonoid yang kaya dapat digunakan sebagai antibakteri,  serta mengandung lemak. Tidak hanya buah, daunnya juga dapat dijadikan sayuran dan pakan ternak. Rebusan daunnya dapat diolah menjadi jamu. Semua bagian dari bidara termasuk akarnya memiliki khasiat sebagai obat untuk membantu perncenaan sebagai tapal obat luka. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan dan obat sakit perut karna diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat dan dianjutkan untuk penyakit lambung dan usus. Kayu dari tanaman ini memiliki kualitas yang baik, nilai kalori dari kayu gubalnya adalah 4900 kkal/kg dan baik dijadikan arang.

Bidara merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat oleh masyarakat karena memiliki kandungan fenolat dan flavonoid yang kaya akan manfaat biologi yaitu antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan mencegah timbulnya tumor serta berfungsi mencegah tumbuhnya bakteri.

Bidara atau Sidr (bahasa Arab) atau Lote tree (bahasa Inggris) memiliki kedudukan didalam agama Islam. Pohon ini disebutkan dalam beberapa surah dari Al-qur’an yaitu, QS : 34. Saba’:16, QS.56. Al-Waqiah:28, QS.53. An-Najm: 13-16. Pohon ini digunakan dalam berbagai prosesi ibadah, misal daunnya disunnahkan untuk digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru suci daripada haid. Rasulullah mengajurkan untuk berwudhu dengan air daun bidara, kemudian diguyur ke kepala.

“Wanita itu bisa mengambil daun bidara dicampur air, lalu berwudhu kemudian mencuci kepalanya…” (HR. Abu Daud 314 dan dishahihkan al-Albani)

Bidara
Buah Bidara © Wikipedia

Juga ketika memandikan jenazah dan menghilangkan najis dari tubuh mayat, jenazah disarankan dimandikan dengan ari yang dicampur daun bidara. Dilansir dari konsultan syariah, diriwayatkan ketika Zainab, putri Nabi Muhammad meninggal dunia. Saat itu yang bertugas memandikan jenazah adalah Ummu Athiyah Ra. Nabi Muhammad Saw. Menyuruh Ummu Athiyah,

“Cuci jenazahnya 3 kali, 5 kali, atau boleh lebih dari itu, jika menurutmu dibutuhkan, dengan air dan daun bidara.” (HR. Bukhari 1253)

Anjuran Rasulullah saw. Terkait khasiat daun bidara terbukti benar. Tanaman ini cukup dikenal dikalangan medis atau kesehatan. Dari kandungan yang dimiliki daun bidara diatas, tanaman obat tradisional ini memiliki manfaat untuk kesehatan yaitu :

  • Penyakit diabetes

Tumbuhan ini memiliki kandungan senyawa yang mampu melindungi tubuh dari kerusakan sistem pengaturan kadar gula.

  • Meringankan depresi

Hal ini karena senyawa yang terkandung di dalamnya mampu memberikan efek nyaman dan dingin pada tubuh

  • Menenangkan saraf
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Mempercepat penyembuhan luka

Karena daun ini memiliki antiinflamasi dan antibakteri yang dapat membantu penyembuhan luka.

  • Menurunkan kolesterol

Hal ini karena serat yang larut dalam air dari rebusan daun bidara dapat mengikat kolesterol

  • Baik untuk sistem pencernaan
  • Mengobati wasir
  • Menghilangkan bakteri

Kandungan dalam daun bidara yang memiliki antibakteri dan antiseptic mampu membersihkan tubuh secara maksimal.

Penulis : Assyaroh Meidini Putriana

Referensi :

Tribun Jabar. 2019. Disebut Ampuh Obati Penyakit Sihir, Ternyata Ini Manfaat Daun Bidara Bagi Kesehatan, Anjuran Rasul. https://jabar.tribunnews.com/2019/11/21/disebut-ampuh-obati-penyakit-sihir-ternyata-ini-manfaat-daun-bidara-bagi-kesehatan-anjuran-rasul?page=2 diakses pada 22 Agustus 2020.

Aural Miftahul Hasanah. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus spina- christi L.) Terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acne. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/pharmasipha/article/view/3296/2049 diakses pada 22 Agustus 2020.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks