Selayang Pandang Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)

Gambar 1. Tanaman Kayu Manis
Gambar 1. Tanaman Kayu Manis satujam.com

Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) merupakan salah satu jenis rempah komoditas perdagangan utama yang dibudidayakan di Indonesia. Salah satu daerah penghasil tanaman ini  adalah Sumatera Barat, Jawa dan Jambi. Di kedua daerah tersebut petani dapat menghasilkan hingga 16,03% pendapatannya dari bertani kayu manis. Dari 54 spesies  yang ada di dunia, 12 spesies diantaranya dibudidayakan di Indonesia. Di Indonesia hasil pertanian ini diperdagangkan baik di pasar lokal hingga internasional, yaitu dengan banyak melakukan ekspor ke Singapura dan Penang Malaysia. Mau mengenal tanaman kayu manis lebih dalam? Simak yuk!

Ads

 

Taksonomi

Tanaman ini memiliki beberapa nama daerah seperti halnya di Sunda disebut dengan Mentek, Batak menyebut dengan  Holim, Jawa Tengah menyebut dengan Manis Jangan, Madura menyebut dengan Cingar Kanyengar, Sasak atau Onte, Sumba menyebut dengan Kaninggu dan Flores yang menyebut dengan Puudinga. Namun secara klasifikasi tanaman ini menurut Harmoko (2012) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Divisi : Spermathophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotuledonae

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Ordo : Ranales

Famili : Lauraceae

Genus : Cinnamomum

Spesies : Cinnamomum burmanii (Ness) BL

 

Morfologi

Tanaman kayu manis memiliki batang berkayu yang tegak berwarna merah tua sedikit kecokelatan, bercabang, padat tetapi agak lunak, sedikit berat, berserat halus, serta memiliki getah berwarna keputihan dan kuning muda. Bagian dalam kulit batang  merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan.

Daun pada tanaman ini termasuk daun tunggal berbentuk lanset yang meruncing di ujung dan pangkal daunnya, bertepi rata, berukuran panjang 4-14 cm dan lebar 1-6 cm, bertulang daun melengkung, berwarna merah muda pucat ketika masih muda dan berwarna hijau ketika sudah tua, serta berbau harum ketika daunnya diremas.

Sedangkan untuk bunga tanaman ini termasuk bunga majemuk berbentuk malai, berambut halus dengan panjang tangkai 4-12 mm, mahkota bunga sepanjang 4-5 mm, memiliki benang sari berkelenjar di tengah tangkai sari dan berwarna kuning. Buah tanaman kayu manis adalah jenis buah buni yang panjangnya sekitar 1 cm, berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna hitam ketika sudah tua, biji buahnya kecil-kecil, berbentuk bulat telur. Perakarangannya termasuk dalam jenis perakaran tunggang dengan warna akar berwarna cokelat.

 

Pola Pertumbuhan dan Perawatan

Gambar 2. Pola Perawatan dan Pertumbuhan Kayu Manis
Gambar 2. Pola Perawatan dan Pertumbuhan Kayu Manis jurnalasia.com

Budidaya tanaman kayu manis dapat dilakukan melalui biji, akar, tunas, stek dan pencangkokan. Diperlukan untuk menyemaikan biji sebanyak mungkin untuk menghasilkan tanaman yang luas. Bibit tanaman yang banyak digunakan antara lain berasal dari biji dan tunas berakarnya. Cara pemanfaatannya dapat dilakukan dengan memakai bibit yang berasal dari biji pohon induk. Bijinya cenderung mudah kehilangan daya tumbuh apabila berusia lebih dari 3 minggu dan sebaiknya buahnya diambil setelah masak.

Syarat Bertumbuh

Tanaman kayu manis memiliki beberapa syarat pertumbuhan yang harus diperhatikan agar dapat bertumbuh dengan baik. Syarat pertumbuhannya antara lain adalah iklim, tinggi tempat, kondisi tanah, air tanah hingga topografinya.

  • Iklim untuk pertumbuhan kayu manis yang baik adalah di daerah yang beriklim tropis basah. Kadar curah hujan yang baik untuk pertumbuhan kayu manis kurang lebih 2000-2500 mm/tahun. Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kayu manis yang baik adalah berkisar 18-27°C dengan kelembaban 70-90% dan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesisnya (sekitar 40-70%).
  • Dapat bertumbuh dengan baik pada ketinggian 600-1500 mdpl dan beberapa jenis kayu manis juga ada yang bisa bertumbuh pada ketinggian hingga lebih dari 2000 mdpl. Tanaman kayu manis dapat bertumbuh pada daerah dengan ketinggian kurang dari 500 mdpl dengan lebih cepat namun kualitas kulit kayu yang dihasilkan akan kurang maksimal, yaitu ketebalan kulit dan aroma kulit kayu yang kurang baik. 
  • Kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhannya adalah tanah berpasir yang mengandung banyak humus, remah, dan mudah menyerap air. pH (tingkat keasaman) yang ideal untuk pertumbuhan kayu manis adalah sekitar 5,0-6,5.

Penanaman

Persiapan lahan dan bibit

Ukuran lubang lahan yang ideal untuk penanaman tanaman kayu manis adalah 50cm x 50cm x 50cm x 40cm x 40cm x 40cm dengan dibiarkan terbuka selama 1-2 bulan. Setelahnya kemudian diberikan pupuk kandang sekitar 20-30 kg/lubang dan kemudian ditutup dengan tanah galian. Bibit asal biji yang akan ditanam berusia sekitar 8-12 bulan persemaian.

Penanaman

  1. Sistem Monokultur, dengan penanaman setiap lahan dengan hanya satu jenis tanaman yang memiliki jarak 1,5m x 1,5m
  2. Sistem Tumpangsari, dengan penanaman setiap lahan bisa lebih dari satu jenis tanaman.

Jangka waktu penanaman

Penanaman tanaman kayu manis yang ideal dapat dilakukan ketika musim hujan karena saat pertumbuhannya akan membutuhkan air tanah yang cukup.

Cara menanam

Menanam tanaman kayu manis dapat dilakukan dengan memasukkan bibit ke bagian tengah lubang dan kemudian dikubur dengan tanah. Timbunan tanah harus padat guna menahan bibit dari terpaan angin. Sedangkan untuk bibit berupa tunas, penanamannya harus sedikit dimiringkan.

 

Manfaat Tanaman Kayu Manis

Terjadi peningkatan konsumsi tanaman kayu manis baik di Indonesia yang mencapai 81,08% setiap tahunnya dan juga peningkatan ekspor tanaman ini yang mencapai 9% beberapa tahun terakhir. Hal ini tentunya berkaitan dengan beragam khasiat yang terkandung didalam tanaman kayu manis itu sendiri. Antara lain:

Bagi Kesehatan

Tanaman kayu manis dapat diolah menjadi bentuk potongan maupun bubuk untuk bumbu masakan, menjadi minyak atsiri maupun menjadi oleoresin. Sebagai bumbu masakan, bubuk atau potongan kayu manis dapat digunakan sebagai bumbu masakan ikan maupun daging, hingga menjadi campuran dalam minuman kakao, teh maupun kopi. Sebagai campuran teh, kulit kayu manis yang sudah kering dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol juga mengencerkan darah sehingga cocok untuk mengatasi penyakit stroke. Juga berdasarkan kepada sebuah penelitian di Swedia, dengan mengkonsumsi satu sendok kayu manis sebelum makan dapat mencegah kenaikan gula darah karena bubuk kayu manis dapat mencegah terjadinya pengisapan gula di dinding usus dalam tubuh. 

Kayu Manis bermanfaat juga sebagai obat berbagai penyakit. Kayu Manis sebagai tanaman obat dapat dikonsumsi dengan menyeduh potongan maupun bubuk kayu manis dalam segelas air hangat. Misalnya pengobatan penyakit saluran pencernaan seperti dispepsia,flatylens, demam, diare, menjadi antiseptik hingga menjadi penambah nafsu makan. Ekstrak kulit kayu manis juga berfungsi sebagai antibakteri karena mengandung beberapa senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, saponin, minyak atsiri dan juga eugenol. Kandungan senyawa fenol, terpenoid dan saponin dalam kayu manis merupakan salah satu sumber antioksidan. Kayu Manis sebagai antibakteri mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. coli multiresisten dalam tubuh. Selain itu, kandungan senyawa sinamaldehid dalam ekstrak kulit batang kayu manis juga berpotensi sebagai tabir surya guna menangkal radikal bebas.

Bagi Berbagai Bidang Industri

Kulit batang, ranting, cabang ingga daun tanaman kayu manis dapat diolah menjadi minyak atsiri yang cukup diminati di Eropa dan Amerika. Minyak atsiri dapat digunakan untuk bahan baku industri minyak wangi, obat-obatan, kosmetik dan industri lainnya. Sedangkan, oleoresin yang terbuat dari bubuk kayu manis dapat digunakan sebagai pemberi rasa dan aroma makanan, minuman, rokok, obat-obatan hingga kosmetik.

Limbah dari tanaman kayu manis dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi bangunan, perabotan rumah tangga hingga menjadi kayu bakar yang sangat membantu komoditas perdagangan. Dimana Indonesia termasuk sebagai negara pengekspor kayu manis terbesar di dunia bersama dengan Amerika, Kanada dan Jerman. Tanaman ini yang diekspor oleh Indonesia masih dalam bentuk bahan baku, terutama berupa kulit kayunya.

Tanaman kayu manis juga dapat menjadi tanaman penghijauan karena beberapa karakteristik yang dimiliki, seperti pertumbuhan yang cepat, berakar tunjang dan dalam, berumur panjang dan memiliki nilai ekonomis. Banyak sekali bukan manfaat dari kayumanis ini? Mari lestarikan alam dan belajar untuk mengenalinya agar bisa memanfaatkan alam dengan baik!

 

Penulis : Ivena Christie

Referensi Literatur

Eprints.ums.ac.id (n.d.). BAB 1 PENDAHULUAN TANAMAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii BL). Retrieved on January 15, 2021, from http://eprints.ums.ac.id/29651/2/BAB_I.pdf 

Repository.unisba.ac.id (n.d.). Bab I Tinjauan Pustaka Tanaman Kayu Manis. Retrieved on January 15, 2021, from http://repository.unisba.ac.id/bitstream/handle/123456789/212/05bab1_sari_10060310116_skr_2015.pdf?sequence=5&isAllowed=y 

Resiposiroy.usu.ac.id (n.d.). Bab II Tinjauan Pustaka Produk Rempah-Rempah Kayumanis. Retrieved on January 15, 2021, from http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/46522/Chapter%20II.pdf;jsessionid=1C51935484CDB1E53F5AFF02315C8EAD?sequence=4 

Referensi Gambar

[1] https://satujam.com/pohon-kayu-manis/ 

[2] https://www.jurnalasia.com/wp-content/uploads/2015/02/Go-Green4.jpg 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks