Semarang, dan Abrasi yang Terjadi Di Pesisirnya

LindungiHutan.com, Semarang. Abrasi memang menjadi salah satu momok besar di kawasan pesisir, begitu pula yang terjadi di Semarang. Sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Tengah, Semarang terletak di pantai utara Jawa dan menjadi salah satu kota dengan resiko abrasi tertinggi.

Ads

“Abrasi di Semarang Barat sekitar 10,39 persen. Sedangkan di Semarang Utara abrasinya 8 persen, dan di Genuk 7,86 persen,” kata Wahyudin, Kepala Seksi Pengelolaan Lingkungan dan Kelautan Pesisir, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, pada tahun 2013 lalu.

Pembabatan Hutan Mangrove menjadi Alasan Semarang Terdampak Rob
Pembabatan Hutan Mangrove menjadi Alasan Semarang Terdampak Rob

Pembabatan hutan mangrove yang masif menjadi salah satu alasan mengapa abrasi semakin meluas bahkan mencapai 7 kilometer dari total garis pantai sejauh 37 kilometer dalam rentang waktu 10 tahun.

Sejarah kawasan Semarang yang dahulunya berupa palung membuat resiko abrasi disini semakin tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini juga sudah dikaji oleh pakar dari Universitas Diponegoro yang menyatakan bahwa penyebab abrasi di Semarang karena adanya palung di Pelabuhan Kendal yang ternyata dampaknya hingga Trimulyo, Genuk, dan Demak.

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Dilansir dari Antaranews pada 2008, kawasan Tambaklorok di Semarang Utara merupakan salah satu daerah yang terdampak abrasi cukup parah. Lokasinya yang tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Mas menjadi perhatian khusus terkait dampak abrasi yang terjadi disini.

Kawasan Tambaklorok Merupakan Daerah yang Terdampak Abrasi Cukup Parah
Kawasan Tambaklorok Merupakan Daerah yang Terdampak Abrasi Cukup Parah

Baca Lainnya : 10 Situs Galang Dana Online Asli Indonesia

Ziarah Basah di Tambakrejo
Ziarah Basah di Tambakrejo

Abrasi yang melanda Tambaklorok saat ini telah mengikis sejauh lebih dari 1 kilometer dari bibir pantai. Hal ini bila tidak segera ditangani dikhawatirkan akan mengikis kawasan tersebut lebih luas lagi, bahkan bisa dimungkinkan sampai ke pemukiman warga dan area pelabuhan.

Akibat abrasi ini, Semarang menjadi langganan banjir rob setiap tahunnya. Kurang lebih setinggi 60 cm hingga 1 meter air rob yang masuk ke pemukiman warga di desa tersebut. Hal itu tentunya mengganggu kehidupan warga disana.

Jika Tidak Segera Dilakukan Penanaman Mangrove, Kawasan Ini Akan Menghilang
Jika Tidak Segera Dilakukan Penanaman Mangrove, Kawasan Ini Akan Menghilang

Menurut beberapa warga Tambaklorok, jika tidak segera ditangani dengan pembuatan sabuk hijau dan penanaman mangrove sebagai salah satu tanaman yang dapat mencegah abrasi, diyakini dalam waktu satu hingga dua tahun lagi kerusakan akan semakin parah lagi dibandingkan saat ini. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo beraksi !! (Kika)

Referensi: Antara, Beritasatu, Radar Semarang, Republika

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!