Serangga‌ ‌Mematikan‌ ‌di‌ ‌Dunia‌ ‌Yang‌ ‌Harus‌ ‌Kamu‌ ‌Tahu!‌

Serangga mematikan kadang kala sering berada didekat kita , namun acapkali tidak diketaui kehadirannya. Kali ini tim wanaswara sudah merangkumkan hewan mematikan yang perlu kita waspadai keberadaannya. Salah satunya paling sering kita jumpai lho.

Ads

Serangga mematikan yang wajib dihindari:

Nyamuk

Serangga mematikan
Ilustrasi Nyamuk / unsplash

 

Serangga mematikan yang pertama dan paling sering kita jumpai adalah Nyamuk. Nyamuk merupakan spesies serangga paling berbahaya di Bumi, setidaknya membunuh sekitar satu juta manusia setiap tahun lewat penularan penyakit malaria atau DBD. Konon, nyamuk dikenal sebagai penyebab kematian terbesar, bahkan lebih besar dari manusia jika kita melihat sejarah kematian manusia dan karenanya merupakan salah satu hewan paling berbahaya di dunia. Secara harfiah, nyamuk berarti ‘Little Fly’ dalam bahasa Spanyol. Hingga sekarang, nyamuk ini telah menyebabkan kematian setidaknya satu juta orang di era teknologi canggih ini. Mereka menyebabkan malaria, demam berdarah, filariasis limfatik, demam zika, dll. Mereka telah ada sejak Zaman Jurassic dan terus menjadi serangga paling mematikan di dunia sejak itu.

BACA JUGA: Merawat Bumi Bersama Bumi Bulk-Store And Refillery Brand

 

Semut Pengemudi

serangga mematikan
Semut Pengemudi / unsplash

 

Selanjutnya ada semut pengemudi, mereka dikenal memiliki koloni terbesar di dunia. Satu koloni bisa berjumlah hingga 20 juta! Mereka diketahui membunuh banyak hewan besar hanya dengan menggigit luka yang sama berulang kali hingga korban meninggal dan akhirnya menggeliat kesakitan. Karena rahangnya yang begitu kuat, suku-suku di Afrika Timur justru menggunakan semut tersebut sebagai jahitan alami untuk luka. Pada dasarnya, jika seseorang terluka, mereka membuat semut menggigit kedua sisi, lalu merobek tubuh semut. Gigitan semut secara efektif menyatukan luka, seperti jarum darurat. Dikarenakan pasukan semut pengemudi berjumlah puluhan juta, tak heran jika hewan sebesar gajah akan lari jika melihat mereka.

 

Lalat Tsetse

Ilustrasi lalat tsetse / earthworld

 

Diposisi ke-3 hewan mematikan adalah lalat tsetse, African trypanosomiasis, (Sleeping Sickness) cukup menyengat, bukan? Serangga ini ditemukan di benua Afrika, serangga ini juga dikenal dengan nama Chi-chi Insect. Inilah yang diketahui menjadi penyebab pemberantasan cepat orang-orang Masai di Afrika. Secara tidak langsung, dengan memusnahkan semua ternak orang Masai ditambah dengan kemarau panjang, akan menyebabkan kejatuhan mereka. Mereka juga menyebabkan penyakit tidur, di mana otot-otot korban perlahan-lahan berhenti menerima oksigen, yang pada akhirnya membuat organ-organ bekerja sangat lambat, pada akhirnya menyebabkan kematian korban yang malang. Diperkirakan sekitar setengah juta orang kehilangan nyawanya karena serangan lalat tsetse di Afrika.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com


Hornet Jepang Raksasa

serangga mematikan
Ilustrasi hornet jepang raksasa / unsplash

 

Serangga mematikan diposisi ke 4 adalah Tawon super agresif dan pemarah ini adalah tawon terbesar di dunia. Ia memiliki racun yang sangat mematikan yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada jaringan manusia. Racunnya dianggap paling beracun di antara tawon lainnya. Dalam kasus gigitan tawon berkali-kali, orang tersebut juga dapat menderita gagal ginjal dan meninggal. Setiap tahunnya ada sekitar 40 kematian yang disebabkan sengatan serangga ini (Putri, 2019).

 

Lebah Pembunuh

Lebah pembunuh / earthworld

 

serangga mematikan selanjutnya adalah lebah pembunuh, mereka sebenarnya adalah hasil dari campur tangan manusia ketika mereka mencoba mencampurkan keturunan lebah yang terdifraksi. Lebah ini sangat agresif dan diketahui mengejar korbannya secara berkelompok. Mereka akan mengejar korbannya hingga 1 kilometer sebelum disengat sampai mati! 

BACA JUGA: Soul For Toli Toli Restoring Mangrove Forest

Dalam satu koloni berisi hingga 80.000 ekor lebah. Begitu mereka merasa terganggu, mereka akan siaga sepanjang hari dan bisa langsung menyerang manusia atau hewan yang ada di jangkauan mereka. Sengatan lebah pembunuh sangat kuat, dengan satu gigitan saja bisa menyebabkan gejala-gejala seperti muntah, mual, pusing, ruam dan sakit kepala. Jika gigitan lebih dari satu, korban harus ditangani dalam penanganan medis.

 

Bot Fly

serangga mematikan
Ilustrasi Botfly / earthnworld

BACA JUGA: Lets Do Somethinc Good

Parasit ini ditemukan di AS, Kanada, dan Meksiko. Larva itulah yang harus diwaspadai. Ketika lalat betina bertelur dan menetaskan telurnya dalam beberapa hari, larva kecil Bot Fly akan naik ke tubuh inang melalui lubang lendir (mulut, hidung, mata). Mereka akan membuat lubang melalui otot dan kulit inang untuk menghirup udara dan bernafas. Ketika sudah dewasa, mereka secara harfiah merobek lubang itu dan membuat inangnya berdarah dan rentan terhadap banyak infeksi dan penyakit. Beberapa orang bahkan melaporkan bahwa mereka dapat mendengar larva bergerak di dalam tubuhnya.

 

Caplak

Ilustrasi caplak / earthnworld

 

Diposisi terakhir serangga mematikan yang lainnya adalah caplak. Hewan ini ditemukan di hampir semua tempat di mana kutu dapat ditemukan. Kutu ini diketahui menyebabkan penyakit Lyme. Penyakit Lyme adalah penyakit yang perlahan tapi bertahap menyebar ke seluruh tubuh manusia, menyebabkan pembengkakan sendi dan tulang yang menyakitkan. Awalnya, itu dianggap artritis awal tetapi sekarang dokter lebih tahu. Menariknya, mereka juga dikenal sebagai kutu berkaki hitam karena mereka adalah satu-satunya kutu berkaki hitam dan disebut kutu rusa karena rusa adalah inang paling sukses dari makhluk ganas ini.

nah itu adalah rangkuman beberapa hewan mematikan versi tim wanaswara. semoga membantu

BACA JUGA: Indonesia Green Living Festival Menjadi Bangsa Yang Hijau

Itu dia beberapa informasi mengenai 7 serangga mematikan yang ada di seluruh dunia. Diharapkan dengan mengetahui informasi ini, kalian bisa lebih aware dan berhati-hati jika bertemu salah satu dari ketujuh serangga tersebut. Yuk terus membaca dan menambah wawasan mengenai hutan, flora dan fauna!

 

Penulis : Dhevin Mulya Rayhan 

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

 

BACA JUGA: Kampanye Alam Lets Keep The Earth Clean And Green