Siamang, Si Hitam Manis yang Kini Makin Terancam

Gambar 1. Siamang
Gambar 1. Siamang

Siamang, owa besar khas Sumatra, merupakan salah satu jenis primata eksotis Indonesia. fauna bernama latin Symphalangus syndactylus biasa hidup berkelompok dengan beranggotakan 4 hingga 6 ekor, dengan mendiami area hingga seluas 23 hektar. Fauna ini terkenal oleh suaranya yang nyaring. satwa yang hobi memakan buah dan biji-bijian ini bergerak lincah melompati pepohonan di belantara hutan. Suara khas mereka akan saling bersahutan terutama pada pagi hari dan akan memecah keheningan hutan. Namun, suara nyaring dari dalam hutan itu kini mulai jarang terdengar. Bagaimana kabar siamang sekarang? Yuk, kita kenali lebih jauh!

Ads

Morfologi

Siamang memiliki ciri bulu berwarna hitam. Ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari jenis owa lainnya. Panjang kepala dan tubuh siamang dewasa antara 737-889 mm. Berat badan siamang betina berkisar antara 10-11,1 kg, sedangkan siamang jantan dewasa berkisar antara 12,3-14,8 kg. Hewan ini memiliki keunikan di kakinya, terdapat sedikit selaput di antara jari kaki kedua dan ketiga. Ibu jari kakinya terpisah jauh dari jari kaki lainnya.

Dibandingkan kera besar lainnya seperti orangutan dan simpanse, satwa ini tetap lebih kecil. Siamang dikelompokan sebagai owa (Gibbons) dari famili Hylobatidae, tetapi mereka memiliki genusnya sendiri, yaitu Symphalangus.

Gambar 2. Siamang Berteriak 
Gambar 2. Siamang Berteriak

Siamang sama seperti jenis owa lainnya yang memiliki kemampuan spesialis akrobat yang mampu melakukan gerakan yang sulit di puncak-puncak pohon hutan hujan tropis dengan mudah. Sembari bergerak menyangga tubuhnya, mereka biasa berayun diiringi dengan suara khas yang dimiliki.

Keunikan

Kekhasan tubuh siamang terletak pada kantong besar di tenggorokannya yang dapat mengembang serta berambut halus. Kantong tenggorokan itu disebut gular. Ketika mencapai ukuran terbesarnya, kantung tenggorokannya dapat sebanding dengan buah jeruk bali. Kantong tenggorokan berfungsi untuk memberikan dorongan yang dapat meningkatkan volume suaranya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Karakteristik unik lainnya terdapat pada lengannya yang panjang. Panjang lengannya dapat mencapai dua setengah kali tubuhnya. Lengannya menjadi penggerak ketika memanjat, berayun, ataupun melompat. Siamang dapat berayun di ketinggian 8 sampai 10 meter. Namun, saat di tanah si hitam manis ini bergerak dengan kedua kakinya.

Gambar 3. Siamang Berjalan
Gambar 3. Siamang Berjalan

Di antara spesies owa lainnya, hewan ini adalah satu-satunya spesies owa dimana sang jantan sangat terlibat dalam merawat bayi mereka. Siamang jantan turut merawat bayi hingga usianya mencapai satu tahun. Bahkan, anak siamang umumnya akan berbagi tempat tidur dengan induk jantannya, bukan dengan ibu mereka. Pun ketika adik mereka lahir, siamang remaja akan terus berbagi tempat tidur dengan induk jantan hingga mereka berusia 4 hingga 5 tahun.

Keunikan lain yang dimiliki satwa ini adalah mereka mempunyai peran penting di hutan tropis sebagai penyebar benih. Berdasarkan penelitian Mohamad Rusmanto yang dikutip dari Lappan, saat buang air besar beberapa biji disebarkan oleh siamang ‘secara utuh dan tidak rusak, berjarak ratusan meter dari pohon induknya.

Dengan demikian, siamang membantu penyebaran biji makanan favoritnya  agar jenis-jenis tumbuhan itu dapat bereproduksi. Bayangkan, jika satwa ini punah dari alam, maka akan berdampak pada degradasi hutan dalam jangka panjang.

Sebaran

Mayoritas siamang yang tersisa di dunia ditemukan di hutan Sumatera. Meski demikian, terdapat populasi lain di daratan Asia, yaitu di Malaysia dan Thailand. Habitat spesies ini berada di hutan dataran rendah, hutan hujan ataupun hutan pada ketinggian sampai 3800 mdpl. Siamang yang berada di Sumatera dan di daratan Asia lainnya adalah dua jenis spesies yang berbeda.

Ancaman Kepunahan

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), bahkan mulai memberi peringatan tentang turunnya jumlah populasi siamang di dunia. “Setidaknya populasi siamang telah berkurang 50 persen selama 40 tahun terakhir akibat perburuan, perdagangan satwa peliharaan dan hilangnya habitat tempat hidup.”

IUCN memperkirakan, siamang telah kehilangan 70-80 persen habitat utamanya di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Hutan Sumatera sebagai habitat asli mereka telah kehilangan 85 persen hutan dalam 50 tahun terakhir, dan itu terus berlangsung. Bukan hal yang mengejutkan memang kalau Sumatera adalah pulau yang paling banyak kehilangan hutan di seluruh Asia. Di Sumatera, Siamang dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh, Taman Nasional Way Kambas Lampung, dan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli Sumatera Utara.

Penulis : Syauqi Ezra Ramadhan

 

Referensi Literatur

Hance, Jeremy.”Siamang, Owa Besar Sumatera yang Terlupakan oleh Dunia.” mongabay.co.id,   9 Augustus 2015,   https://www.mongabay.co.id/2015/08/09/siamang-owa-besar-sumatera-yang-terlupakan-oleh-dunia/   

Marpaung, Agnes.”Siamang, Primadona Hutan yang Hobi Menggericau.” greeners.co, 26 Nov 2020, https://www.greeners.co/flora-fauna/siamang/

Puspasari, Dyah.”Sensasi Memanggil Siamang, Kera Hitam di KHDTK Aek Nauli.” forda-mof.org, 7 May 2019, https://www.forda-mof.org/berita/post/5974-sensasi-memanggil-siamang-kera-hitam-di-khdtk-aek-nauli

 

Refrensi gambar

Gambar 1. https://media.gettyimages.com/photos/siamang-gibbon-picture-id1094642148

Gambar 2. https://i.pinimg.com/originals/20/7b/cd/207bcda8538d5337627a01ddeb2caa7a.jpg

Gambar 3. https://i.pinimg.com/originals/2f/ed/dd/2fedddde76c5fbc7df7172b3e84b65cb.jpg

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!