Simakobu, Primata Endemik Mentawai Berekor Babi

Gambar 1. Simakobu Si Ekor Babi
Gambar 1. Simakobu Si Ekor Babi

Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam dan khas. Begitu pula dengan pulau Sumatera, tepatnya di Kepulauan Mentawai yang indah dapat banyak direkomendasikan untuk dikunjungi saat ingin berwisata. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini memiliki empat pulau besar yang antara lain adalah Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Di kepulauan Mentawai ini, terdapat salah satu primata endemik yang jarang diketahui oleh masyarakat bernama simakobu. Terdengar asing bukan? Yuk, kenalan dengan primata simakobu ini!

Ads

Morfologi Simakobu

Simias concolor atau yang kemudian disebut dengan simakobu atau monyet ekor babi merupakan salah satu primata asli Indonesia yang termasuk dalam kelas mamalia atau hewan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan beranak. Hewan ini pada mulanya ditemukan di Pulau Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan juga di Pulau Siberut, Kepulauan mentawai, Sumatera Barat. Secara morfologi, primata ini memiliki ciri-ciri berupa tubuh berukuran sekitar 50 cm yang berambut berwarna coklat kehitam-hitaman dengan rambut disekitar wajah yang berwarna kehitaman, memiliki berat badan sekitar 7-9 kilogram, serta lengan yang kuat dan ekor pendek yang panjangnya sekitar 15 cm. Primata mungil ini mempunyai ekor yang relatif mirip dengan ekor babi, hidungnya termasuk pesek yang terlihat seperti menghadap ke atas. Untuk membedakan antara yang jantan dan betina dapat dilakukan dengan melihat ukuran tubuhnya, dimana ukuran tubuh simakobu jantan dewasa cenderung lebih besar dibandingkan betina dewasa. Lalu dapat dibedakan dari gigi taringnya, simakobu jantan mempunyai taring yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan simakobu betina.

Habitat dan Penyebaran Simakobu

Gambar 2. Morfologi SImakobu Penuh Bulu Hitam
Gambar 2. Morfologi SImakobu Penuh Bulu Hitam

Simakobu hidup di daerah lereng bukit baik di pedalaman pulau, hutan air payau, hutan air tawar, maupun di hutan hujan berdataran rendah. Hewan ini cenderung hidup dengan berkelompok yang relatif tidak begitu besar, biasanya dalam satu kelompok akan terdiri dari satu pejantan, anak-anak simakobu, dan satu atau lebih betina. Primata ini aktif beraktivitas pada siang hari dan mayoritas dari mereka akan menghabiskan waktunya di atas pohon. Makanan yang biasanya dikonsumsi oleh hewan ini adalah bunga, buah-buahan dan dedaunan. Simakobu termasuk sebagai spesies monolitik yaitu spesies yang hanya ada satu jenis primata saja pada tingkat genusnya (tidak mempunyai saudara marga). Sedangkan pada tingkat subspesies, primata ini memiliki dua sub spesies yaitu Simias concolorconcolor dan Simias concolorsiberu. Berdasarkan penyebaran wilayah tinggalnya, sub spesies Simias concolor akan banyak ditemukan di pulau Pagai Selatan, Sipora, dan pulau Pagai Utara. Sedangkan sub spesies Simias concolorsiberu banyak ditemukan di Pulau Siberut. 

Status Konservasi 

Simakobu atau monyet ekor babi (pig tailed langur) ini ternyata merupakan salah satu primata terlangka di Indonesia menurut Primate Specialist Group (IUCN Species Survival Commission bekerjasama dengan International Primatological Society & Conservation International), dimana simakobu termasuk dalam 25 Primata Paling Terancam di Dunia (The World’s 25 Most Endangered Primates). Hal ini terjadi sesuai dengan kenyataan bahwa populasinya pada 10 tahun terakhir ini telah menurun hingga 80% dengan populasi yang masih ada kurang dari 10.000 individu saja. Penurunan populasi monyet ekor babi atau simakobu ini tidak lain disebabkan oleh adanya perburuan liar dan rusaknya habitat tempat tinggalnya akibat terjadinya pembukaan lahan hutan serta deforestasi wilayah setempat untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Upaya Pelestariannya

 

Gambar 3. Aktivitas Simakobu di Pepohonan
Gambar 3. Aktivitas Simakobu di Pepohonan

Simakobu telah dilindungi oleh hukum Indonesia yaitu melalui Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 266 Tahun 1931, SK Menteri Kehutanan 10 Juni 1991 No. 30/Kpts-TT/1991. Upaya pelestarian atau konservasi telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Siberut dengan membuat kawasan Taman Nasional seluas 190.500 hektar yang ekosistemnya sebagian besar didominasi oleh hutan primer yang relatif masih baik bagi pelestarian primata mentawai yaitu simakobu ini. Hal serupa juga telah dilakukan oleh UNESCO yaitu dengan menetapkan kawasan Taman Nasional Siberut sebagai zona inti dari cagar biosfer Siberut. Pada bulan Juli 2017 dan bulan Maret-April 2018 lalu, Taman Safari Indonesia (TSI) melakukan kerjasama dengan Conservation Planning Specialists Group (CPSG), Institut Pertanian Bogor (IPB), Taman Nasional Siberut, dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KKLH) guna melakukan survei terkait identifikasi tingkat populasi primata-primata di Kepulauan Mentawai. Dilanjutkan pada Oktober 2018, TSI dengan CPSG Indonesia dan beberapa organisasi lainnya mengadakan sebuah seminar atau workshop guna mengedukasi rencana konservasi primata endemik Kepulauan Mentawai tersebut yang akan dilaksanakan untuk mencegah kepunahan dan melestarikan fauna yang sudah terancam punah itu. Upaya konservasi lain yang juga dapat dilakukan oleh masyarakat secara individu adalah dengan ikut dalam gerakan-gerakan konservasi yang diselenggarakan oleh LSM maupun lembaga pemerintahan baik dengan terjun langsung maupun dengan ikut menyuarakannya di sosial media. Hal ini akan sangat baik karena dapat meningkatkan kepekaan masyarakat akan alam dan makhluk hidup yang tinggal didalamnya, hanya dengan membuat mereka melihat dan mengenal apa yang sedang terjadi melalui berita/sosial media/tindakan langsung.Yuk kita mulai dari diri sendiri untuk mengajak orang lain peduli dan peka akan alam serta makhluk hidup didalamnya!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Penulis : Ivena Christie

 

Referensi Literatur

Blogs.uajy.ac.id (n.d.). “Simakobu Si Primata Eksotis Mentawai:. Retrieved on February 17, 2021, from https://blogs.uajy.ac.id/juninayuliantibaun18/2018/12/01/simakobu-siprimata-eksotis-mentawai/

Eksotikamentawai2017.wordpress.com (n.d.). PesonaSimakobu, Primata Terlangka di Indonesia. Retrieved on February 17, 2021, from https://eksotikamentawai2017.wordpress.com/2017/05/14/pesona-simakobu-primata-terlangka-di-indonesia/

Greeners.co (n.d.).Simakobu, Monyet Ekor Babi Khas Mentawai. Retrieved on February 17, 2021, from https://www.greeners.co/flora-fauna/simakobu-monyet-ekor-babi-khas-mentawai/#:~:text=Simakobu%20atau%20dalam%20penamaan%20lokal,%2C%20Pagai%20Utara%2C%20dan%20Sipora

Himakova.lk.ipb.ac.id (n.d.). Primata Tak Bersaudara. Retrieved on February 17, 2021, from https://himakova.lk.ipb.ac.id/2578-2/

Mongabay.co.id (n.d.). Inilah Empat Primata Endemik Kepulauan Mentawai. Apa Keunikannya?. Retrieved on February 17, 2021, from https://www.mongabay.co.id/2015/02/26/inilah-empat-primata-endemik-kepulauan-mentawai-apa-keunikannya/

News.tamansafari.com (n.d.). Konservasi Primata Endemik Kepulauan Mentawai. Retrieved on February 17, 2021, from https://news.tamansafari.com/Newsportalv22ok/preview.php?id=31&cat_id=&p=25&search=

Referensi Gambar

[1] https://www.dictio.id/t/apa-yang-anda-ketahui-tentang-simakobu/76406 

[2] https://blogs.uajy.ac.id/veningtriwi/2016/12/04/save-this-cute-simakobu/ 

[3] https://swaraowa.blogspot.com/2020/03/primata-dan-durian-fauna-endemik-dan.html 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!