Slow Fashion dan Dampaknya pada Lingkungan

Mungkin kamu tidak tahu, tetapi industri fashion telah memberikan dampak kerusakan lingkungan yang cukup parah. Bahkan, limbah industri fashion telah menjadi polutan terbesar kedua di dunia setelah minyak. Hal ini dikarenakan gaya hidup manusia yang meningkat, sehingga menyebabkan kenaikan pada produksi bahan baku fashion. Tentunya, ini akan membawa dampak buruk berupa limbah produksi yang tidak bisa terurai dan mencemari lingkungan. Sadar akan realita menyedihkan ini, banyak individu berusaha mencari cara untuk menekan kerusakan yang disebabkan oleh fashion, salah satunya dengan memulai sebuah gerakan baru yang disebut sebagai slow fashion atau sustainable fashion. Sejak dimulai, gerakan ini telah membawa perubahan yang sangat besar bagi lingkungan.

Ads

Dampak Fashion Pada Lingkungan

Fashion merupakan salah satu industri yang selalu mengalami perubahan pesat dari waktu ke waktu. industri fashion yang memiliki style tertentu dapat memberikan kesempatan bagi kita untuk berekspresi dan tampil beda, seperti casual, punk, sporty, dan lain-lain. Akan tetapi, pada saat yang sama, fashion memberikan dampak lingkungan yang sangat besar dan mematikan dalam beberapa dekade terakhir. pada faktanya, industri Fashion mengakibatkan berbagai masalah lingkungan yang hampir tidak bisa diatasi lagi, seperti pencemaran air, kerusakan tanah, dan peningkatan volume karbon di udara.

Pencemaran Air Akibat Limbah Fashion
Pencemaran Air Akibat Limbah Fashion

selain itu, industri Fashion menimbulkan berbagai pencemaran air di seluruh pelosok dunia yang menyebabkan krisis air. Di banyak negara, produksi fashion menghasilkan limbah berbahaya yang dibuang langsung ke perairan. Limbah yang berasal dari proses pewarnaan dan penanaman bahan baku ini mengandung berbagai logam berat dan bahan kimia berbahaya seperti merkuri, timbal, dan arsenik. Limbah ini akan meracuni ekosistem sekitar dan mengancam nyawa manusia. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa industri fashion penghabis air bersih terbesar di dunia. Dibutuhkan jumlah air yang sangat besar dari proses penanaman hingga produksi untuk menciptakan satu baju, sebagai contoh, dibutuhkan sekitar 200 ton air bersih untuk mewarnai satu ton kain. Tentunya, semua hal ini akan menciptakan krisis air bersih dan kekeringan di dunia.

Selanjutnya, produksi dan penanaman bahan baku fashion telah merusak banyak lahan. Tanah merupakan salah satu elemen penting bagi kehidupan manusia karena memberikan nutrisi bagi tanaman untuk tumbuh. Akan tetapi, aktivitas industri fashion merusak tanah yang menyebabkan tanah tidak dapat lagi digunakan. Industri ini menggunakan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan dalam penanaman bahan baku, seperti rayon dan cotton, yang kian lama kian meracuni dan menurunkan kualitas tanah. Bahkan, kain alternatif, seperti polyester, dapat merusak tanah melalui kegiatan penambangan. Selain itu, kain ini membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat hancur. Ini berarti banyak limbah kain yang menumpuk dan memakan banyak lahan di dunia.

Industri fashion juga merupakan salah satu produsen karbon terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Business Insider, industri fashion menghasilkan 10% emisi karbon dunia. jumlah ini lebih besar dari gabungan jumlah emisi industri penerbangan dan kelautan. Emisi ini berasal dari kegiatan produksi, manufaktur, dan transportasi produk jadi setiap tahunnya. Dalam proses produksinya, dibutuhkan jumlah petroleum yang sangat besar yang menghasilkan karbon dan asam dalam jumlah yang sangat besar pula. Jika hal ini dibiarkan, maka atmosfer bumi akan semakin tipis dan akan menghancurkan kehidupan di bumi.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Apa Itu Slow Fashion?

Slow fashion atau sustainable fashion merupakan sebuah gerakan yang berusaha memperbaiki masalah yang ditimbulkan industri fashion dengan memperhatikan kualitas dan ketahanan produk yang ramah lingkungan, serta meningkatkan kondisi lingkungan kerja. Seperti yang kita ketahui, fashion memberikan berbagai masalah lingkungan yang hampir tidak dapat diatasi lagi. Realita inilah yang mendorong berbagai individu untuk melakukan aksi nyata perubahan demi keberlangsungan hidup manusia dan alam, salah satunya melalui slow fashion. Gerakan ini mengajak seluruh kalangan masyarakat, mulai dari produsen bahan mentah, pabrik, hingga pembeli, untuk peduli akan dampak yang diberikan kepada alam.

Imaji Studio, Salah Satu Brand Slow Fashion di Indonesia
Imaji Studio, Salah Satu Brand Slow Fashion di Indonesia

Produsen bahan mentah diajak untuk menggunakan cara terbarukan dalam memproduksi bahan mentah. Banyak produsen, seperti petani kapas, yang memutuskan untuk mengubah cara penanaman mereka dengan mengurangi penggunaan berbagai bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem. Selain itu, beberapa organisasi, seperti Better Cotton Initiative, menyediakan informasi dan metode bagi para petani untuk melakukan penanaman yang aman dan ramah lingkungan. Hal ini semakin diperkuat dengan kesadaran mereka untuk memerhatikan kebutuhan pekerja dan lingkungan di sekitar.

Kemudian, berbagai industri dan rumah fashion telah memutuskan untuk fokus menyediakan produk yang mengedepankan kualitas dan ketahanan produk dengan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Dengan tetap memerhatikan kualitas dan ketahanan, industri fashion dapat menekan jumlah limbah yang ada di dunia. Pembeli akan beramai-ramai membeli produk berkualitas, sehingga industri fashion yang tidak memerhatikan kondisi lingkungan dan sosial akan ditinggalkan. Pada saat yang sama, ketahanan produk akan menekan jumlah pembelian dan pembuangan limbah yang dapat merusak lingkungan. dengan memilih bahan yang ramah lingkungan, industri fashion dapat menekan jumlah pencemaran yang diakibatkan dari aktivitas produksi.

Walaupun demikian, industri fashion tidak dapat berubah tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan aksi nyata perubahan. Gerakan ini meminta masyarakat, terutama para fashionista, untuk berpikir dua kali sebelum membeli dan membuang pakaian. masyarakat juga diajak untuk menolak atau mengurangi penggunaan pakaian yang berdampak buruk pada lingkungan.

Apakah Berdampak?

Dampak Slow Fashion
Dampak Slow Fashion

Tentu saja! Walaupun gerakan ini belum dapat menghentikan semua kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh industri fashion, sudah ada banyak perubahan sosial dan lingkungan yang dibawanya. Semakin banyak industri serta masyarakat yang sadar dan peduli akan dampak yang mereka bawa terhadap lingkungan. Hal ini berarti pencemaran dan kerusakan lingkungan yang ada dapat ditekan. Oleh karena itu, semakin banyak yang menyadari dan mengubah kebiasaan buruk ini, semakin besar pula kemungkinan industri fashion dapat berubah dan bumi pun sedikit demi sedikit pulih dari kerusakan.

Fashion merupakan salah satu industri terbesar di dunia yang menghasilkan berbagai masalah lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, banyak masyarakat yang memutuskan beralih ke slow fashion, sebuah gerakan yang mengedepankan kualitas, ketahanan, serta keramahan produk terhadap lingkungan. Akan tetapi, semua ini tidak berhasil tanpa adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk membawa perubahan. Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah mengubah kebiasaan buruk kita untuk melindungi dan melestarikan alam sebelum terlambat. Jadi, tunggu apa lagi?

 

Penulis: Jeannette Sharon

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

 

Referensi Literatur

Brown, W. (2020, December 14). How Slow Fashion Can Save the Environment. Passion Pasport. https://passionpassport.com/how-slow-fashion-can-save-the-environment/

Charpail, M. (2017). Fashion’s Environmental Impact. Sustain Your Style. https://www.sustainyourstyle.org/old-environmental-impacts

Dimara, G. (2018, February 17). Memahami Perbedaan Fast Fashion & Slow Fashion dalam Industri Mode. Kumparan. https://kumparan.com/kumparanstyle/memahami-perbedaan-fast-fashion-and-slow-fashion-dalam-industri-mode/full

Maiti, R. (2020, January 29). Fast Fashion: Its Detrimental Effect on the Environment. Earth Org. https://earth.org/fast-fashions-detrimental-effect-on-the-environment/

McFall-Johnsen, M. (2019, October 21). The fashion industry emits more carbon than international flights and maritime shipping combined. Here are the biggest ways it impacts the planet. Insider. https://www.businessinsider.com/fast-fashion-environmental-impact-pollution-emissions-waste-water-2019-10?r=US&IR=T

Triplett, S. (2020, March 5). Why is Fashion Important? Mood Sewcity. https://www.moodfabrics.com/blog/why-is-fashion-important/

Referensi Gambar

Cruz-Sy, G. (n.d.). [Photograph]. Sustain Your Style. https://www.sustainyourstyle.org/old-environmental-impacts

Laura-Ly. (n.d.). [Illustration]. Korlekie. https://korlekie.com/2020/10/15/the-gorgeous-movement-of-slow-fashion/

[Photograph]. (n.d.). Jakarta Globe. https://jakartaglobe.id/lifestyle/five-young-slow-fashion-brands-indonesia/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. 

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!