Social Distancing Sekaligus Berkontribusi untuk Lingkungan?

#lindungidiri dari Covid19

#LindungiDiri dari COVID-19
#LindungiDiri dari COVID-19

Dalam kurun waktu 3 bulan, masuk ke-4 bulan terakhir, dunia masih saja dihebohkan oleh kehadiran virus baru bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), atau yang lebih populer disebut sebagai corona atau COVID-19. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada Desember 2019 dan menyebar dengan sangat cepat serta memakan ribuan korban jiwa. Virus ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung dan mulut saat seseorang yang terinfeksi, batuk atau bersin. Droplet tersebut bisa jadi terhirup oleh orang lain, maupun jatuh dan menempel pada benda sekitar. Ketika seseorang tanpa sengaja menyentuh benda yang telah terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut, maka orang tersebut dapat terinfeksi COVID-19. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menjaga jarak dengan orang lain pada situasi seperti saat ini.

Berdasarkan data dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE), per 05 April 2020 ada 1.237.420 pasien positif COVID-19 yang tersebar di 180 negara. Pasien sembuh sebanyak 252.944 kasus dan meninggal dunia sebanyak 67.260 kasus. Sementara itu di Indonesia, per 05 April 2020, berdasarkan situs www.covid19.go.id jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi ada 2.273 kasus, dimana 1.911 pasien masih dalam perawatan, 164 pasien dinyatakan sembuh, dan 198 pasien meninggal dunia. Jumlah pasien COVID-19 ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat penyebaran virus ini yang begitu cepat. Sebagai upaya antisipasi agar virus tidak semakin menyebar, sejak 16 Maret 2020, pemerintah membuat kebijakan berupa social distancing, dengan menutup sementara sekolah, kampus, dan kantor. Tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan, hingga tempat-tempat makan juga banyak yang ikut tutup menyusul dikeluarkannya kebijakan ini.

Selengkapnya : #LindungiDiri, Kehidupan di Tengah Pandemi Corona

Usir Kebosanan Di Rumah Saat Menjalani Social Distancing!

Social Distancing Sambil Kontribusi untuk Lingkungan
Social Distancing Sambil Kontribusi untuk Lingkungan (Sumber : Medium)

Jalanan yang biasanya ramai kini lengang. Sekolah maupun kampus yang biasanya ramai penuh dengan siswa dan mahasiswa yang menuntut ilmu, kini kosong, semuanya melakukan pembelajaran jarak jauh. Kantor-kantor pun banyak yang kosong, para pegawai bekerja dari rumah atau istilah populernya Work From Home (WFH). Terlepas masih ada beberapa orang yang harus mencari nafkah ataupun beraktivitas di luar, kini lebih banyak orang yang beraktivitas dari rumah.  

Rasa bosan pastinya  akan lebih mudah menyerang ketika berhari-hari kita melakukan semua aktivitas dari rumah. Mungkin minggu pertama social distancing kita akan merasa senang, tidak harus bangun pagi untuk menembus kemacetan menuju sekolah, kampus, ataupun kantor. Bisa mendengarkan penjelasan guru, dosen ataupun bekerja  sambil rebahan, sambil ngemil. Namun itu semua tak akan bertahan lama. Minggu kedua dan selanjutnya rasa bosan dan jenuh mulai menyerang. Bayangkan mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari semuanya dilakukan di rumah. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengusir kebosanan saat menjalani social distancing di rumah, tentunya bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan, yaitu:

  •        Bercocok Tanam

Bercocok tanam bisa menjadi alternatif aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di rumah. Kita bisa menanam berbagai jenis tanaman mulai dari tanaman hias, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat. Bercocok tanam selain bisa memperindah tampilan taman dan rumah, juga bisa memperlancar sirkulasi udara di rumah sehingga menjadi lebih sejuk. Sirkulasi udara yang baik bisa membuat kita terhindar dari jamur, bakteri ataupun virus yang berbahaya. Hal ini tentunya baik bagi kesehatan kita, terutama di tengah pandemik COVID-19 ini sebagai salah satu upaya pencegahan agar terhindar dari virus ini. 

Selain itu ketika kita bercocok tanam, secara tidak langsung kita juga telah berkontribusi terhadap lingkungan. Saat ini ruang terbuka hijau semakin jarang ditemui, khususnya di daerah perkotaan. Meskipun tidak terlalu luas, adanya lahan terbuka di rumah yang digunakan untuk bercocok tanam dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan ruang terbuka hijau di perkotaan.

  • Membuat Prakarya dari Barang-barang Bekas/Sampah

Membuat prakarya selain bisa mengasah kreativitas juga bisa mengurangi sampah. Barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai daripada harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari lingkungan, bisa kita manfaatkan untuk membuat prakarya yang bernilai seni. Misalnya saja kerudung polos lama yang sudah tidak terpakai, bisa kita manfaatkan untuk membuat ecoprint (teknik memberi pola pada kain dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti dedaunan dan bunga). Bungkus plastik kemasan kopi bisa kita manfaatkan untuk membuat tas dan dompet. Kantong plastik bisa disulap menjadi bunga yang cantik untuk pajangan di ruang tamu.

  • Olahraga

Di tengah pandemi COVID-19, kita harus tetap menjaga kebugaran  tubuh agar imun kita kuat sehingga tidak mudah tertular virus ini. Selain dengan berjemur di bawah sinar matahari pada pukul 10.00 pagi selama 10-15 menit, untuk meningkatkan imun bisa juga dengan berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga sederhana yang bisa kita lakukan di rumah seperti yoga, aerobik/zumba, push up, sit up, jogging di halaman rumah, naik turun tangga, lompat tali dan sebagainya.

Selengkapnya : Apa Aksi Nyatamu Hari Ini?

  • Bersih-bersih Rumah

Jika selama ini kita jarang bersih-bersih rumah karena segudang kesibukan, inilah saat yang tepat. Kita bisa memulai dengan menata ulang kamar tidur, ruang kerja, juga ruangan lainnya dan membersihkannya, sehingga tercipta suasana baru yang bersih serta nyaman. Selanjutnya kita bisa memilah barang-barang yang sudah lama tidak digunakan. Barang-barang tersebut nantinya dapat disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan (jika kondisi barang masih bagus), ataupun kita daur ulang menjadi sebuah prakarya. Hitung-hitung memanfaatkan barang bekas dan menghindarkannya berakhir begitu saja di TPA. Rumah yang bersih dan rapi membuat kita betah berada di dalamnya. Kita juga bisa menjadi lebih produktif dalam mengerjakan berbagai pekerjaan dan tugas.

  •  Berdonasi Lewat Platform LindungiHutan

Ingin berkontribusi terhadap lingkungan? Prihatin dengan kondisi hutan yang semakin rusak? Sambil rebahan di rumah, kita bisa ikut berkontribusi dengan berdonasi pohon lewat kampanye-kampanye yang ada di website lindungihutan.com. Selain itu kita juga bisa berdonasi untuk kampanye terbaru LindungiHutan dalam menghadapi pandemi COVID-19 yaitu #LindungiDiri. LindungiHutan menawarkan berbagai merchandise yang di-bundling dengan donasi sebesar Rp50.000,- setiap penjualannya. Donasi yang terkumpul nantinya akan diserahkan seluruhnya kepada Yayasan GRAISENA (Gerakan Indonesia Sadar Bencana). Donasi tersebut akan didistribusikan untuk pembelian APD, Nutrisi Multivitamin bagi tenaga medis; pembagian hand sanitizer; disinfeksi fasilitas publik; bantuan biaya hidup untuk pasien positif COVID-19 dan PDP.  Yuk Donasi!  (Nisyya Izzatin Naila)*

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kami juga berpartisipasi dalam membantu pencegahan COVID-19 yang saat ini sedang menjadi pandemi dunia. Dengan kampanye #lindungidiri pada link berikut https://covid19.lindungihutan.com/, bantuan donasi dan keuntungan produk akan disalurkan melalui Yayasan Gerakan Indonesia Sadar Bencana.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!