Taman Wisata Alam Papua yang Menakjubkan!

Hutan di Papua
Hutan di Mimika Papua sebagai salah satu hutan harapan bagi Indonesia © bpdp.or.id

Indonesia merupakan negara yang mempunyai kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia. Hutan tropis adalah salah satu pusat dari keanekaragaman hayati terbesar di bumi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi 10% hingga 15% tumbuhan, mamalia, dan burung yang ada di planet ini. Sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati, Indonesia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk melindungi dan melestarikan keberadaan mereka. Maka dari itu dibentuklah tempat konservasi yang dinamakan Taman Wisata Alam (TWA) di wilayah Pulau Papua, Indonesia. Taman wisata alam adalah sebuah kawasan hutan yang tidak hanya digunakan sebagai tempat konservasi tetapi juga dimanfaatkan sebagai hutan wisata dan rekreasi alam.

Ads

Dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua, Indonesia memiliki sekitar 126 taman wisata alam. Di Pulau Papua khususnya, terdapat empat taman wisata alam yang begitu menakjubkan dan masih terjaga keasliannya. 

Berikut ini adalah empat taman wisata alam di Pulau Papua yang bisa Sobat Alam kunjungi..

  • Alam Sorong

TN Sorong Hutan Papua
Taman Wisata Alam Sorong © wikimapia.org

Taman Wisata Alam Sorong merupakan kawasan objek wisata yang berbentuk ekosistem alam. Ekosistem alam ini berupa hutan lindung yang mempunyai luas sekitar 945,9 hektar. Lokasinya berada tepat pada jarak 14 kilometer dari pusat Kota Sorong.

Saat ini, kawasan wisata alam tersebut dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua Barat. Suasana di kawasan ini masih terasa begitu alami dan udaranya juga masih segar. Taman Wisata Alam Sorong masih terjaga dengan baik dan dianggap sebagai “paru-paru Kota Sorong”. Hutan yang ada di kawasan ini merupakan hutan khas dataran rendah yaitu berupa hutan hujan lebat. Terdapat berbagai jenis flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di kawasan ini yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Jenis flora yang tumbuh disini diantaranya adalah tanaman Damar dan 53 jenis vegetasi berkayu lainnya seperti Matoa, Merbau, Medang, Angsana, Amugia, Lansat, Cempedak, Rambutan, dan sebagainya.

Sedangkan fauna yang dapat ditemukan di dalam kawasan ini antara lain jenis-jenis burung seperti Burung Kakatua Putih Jambul Kuning, Kasturi Kepala Hitam, Julang Papua, Kumkum, Cendrawasih, dan Kakatua Raja. Dapat dijumpai pula berbagai jenis fauna lainnya seperti kuskus, rusa dan beraneka jenis kupu-kupu.

Selain menjadi habitat bagi flora dan fauna tertentu, kawasan ini juga berfungsi sebagai sistem penjaga kehidupan dan daerah resapan air bagi beberapa sungai di dalamnya. Sungai tersebut seperti Sungai Klawulu, Sungai Klasege, Sungai Pletok dan Sungai Klabeling.

  • Taman Wisata Alam Klamono

Taman Wisata Alam Klamono berlokasi di Provinsi Papua Barat, Kabupaten Sorong, Distrik Klamono. Secara umum, Taman Wisata Alam Klamono memiliki kawasan hutan tropis dataran rendah. Potensi yang dijadikan sebagai penunjang kegiatan wisata alam di Klamono ini berupa panorama alam, berbagai jenis flora dan fauna serta beberapa sungai yang mengalir di dalam kawasan. 

Berbagai jenis flora yang ada di dalam kawasan ini umumnya tumbuh di hutan dataran rendah. Jenis flora tersebut dikelompokkan menjadi  dua yaitu tumbuhan berkayu dan tumbuhan bukan kayu. Terdapat berbagai jenis tumbuhan berkayu dimana tumbuhan berkayu ini berperan sebagai penyerap karbon dan penyedia oksigen. Fabaceae, Sapindaceae, dan Moraceae adalah tiga famili tumbuhan berkayu yang ada di  Taman Wisata Alam Klamono. Sedangkan untuk tanaman bukan kayu diantarnya berupa rotan, palem, pandan, bambu, anggrek, paku-pakuan, herba dan liana.
Untuk potensi fauna yang ada di kawasan ini umumnya dilindungi oleh undang-undang seperti Kakatua Jambul Kuning, Kakatua Raja, Nuri Merah Kepala Hitam, Cendrawasih, Kangguru Pohon, dan Rusa.

  • Taman Wisata Alam Bariat

Taman Wisata Alam Bariat terletak di Kota Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat.

Taman Wisata Alam Bariat memiliki topografi yang berbukit-bukit. Bukit tertingginya berada di Bolmanit dengan ketinggian kurang lebih 350 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan yang ada di taman wisata alam ini merupakan kawasan hutan dengan tipe hutan tropis dataran rendah.

Berbagai jenis flora dan fauna tinggal di Taman Wisata Alam Bariat. Jenis flora tersebut diantaranya adalah kasuarina, pala hutan, jenis jambu-jambuan, gaharu Irian, beberapa jenis rotan, lumut, semak, mangrove, dan jenis-jenis tumbuhan yang biasa hidup pada hutan dataran rendah.

Sementara fauna yang dapat ditemukan di taman wisata alam ini yaitu kus-kus, nuri merah kepala hitam, maleo, dan kakatua putih jambul kuning.

terakhir, di dalam kawasan ini mengalir juga beberapa sungai yang sebagian besar nantinya akan bermuara di Sungai Kaibus.

  • Taman Wisata Alam Gunung Meja

Taman wisata-TN Gunung Meja Hutan Papua
Taman Wisata Alam Gunung Meja © freewestpapua-indonesia.com

Taman Wisata Alam Gunung Meja terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Lokasinya berada pada jarak 2,5 kilometer dari pusat kota Manokwari. 

Taman Wisata Alam Gunung Meja terdiri dari kawasan hutan dataran rendah yang memiliki jenis hutan hujan tropika basah. Hutan hujan tropika basah biasanya memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi dimana perbedaan antara musim penghujan dan musim kemarau tidak begitu jelas.

Sebenarnya, selain dijadikan sebagai tempat pariwisata, Taman Wisata Alam Gunung Meja ini juga dijadikan tempat penelitian sekaligus tempat perlindungan sistem penyangga kehidupan bagi keanekaragaman jenis flora dan fauna. 

Oleh sebab itu, kawasan ini mengandung banyak sekali kekayaan flora dan fauna. Hal ini juga disebabkan karena kawasan hutan yang ada di taman wisata alam ini memiliki suhu yang lembab dan kaya akan sumber pangan. Untuk kategori flora yang tumbuh disini terdapat sekitar ratusan jenis jumlahnya. Kategori flora tersebut mencakup sembilan jenis palem, tiga jenis rotan, 26 jenis anggrek, delapan jenis jambu, 35 jenis paku-pakuan, 28 jenis semak, delapan jenis pandan, 41 jenis liana, dan 52 jenis tanaman herbal.

Selain itu, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja juga merupakan habitat yang sangat potensial bagi beberapa jenis fauna. Di kawasan ini dapat ditemukan macam-macam fauna seperti 15 jenis mamalia, 35 jenis burung (bahkan jika beruntung kita bisa bertemu dengan burung asli Papua yaitu burung Taun-taun), tujuh jenis kadal, tiga jenis amfibi, sembilan jenis ular, dan 1 jenis kura-kura. 

Penulis: Linda Azariani

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi:

BBKSDA Papua Barat. 2019. https://bbksda-papuabarat.com/blok-pengelolaan-taman-wisata-alam-klamono/ (diakses 24 Agustus 2020)

Heropolo. 2015. Taman Wisata Alam Bariat; Papua Barat. http://forestid.blogspot.com/2015/11/taman-wisata-bariat-papua-barat.html?m=1 (diakses 24 Agustus 2020)

Kurey, dkk. 2019. Potensi Jasa Lingkungan Pada Kawasan Taman Wisata Alam Klamono, Kabupaten Sorong. Jurnal Kehutanan Papuasia 5 (2): 124–133

Si Gundul. 2018. Asyiknya Bird Watching di Taman Wisata Alam Sorong Papua Barat. https://jejakpiknik.com/taman-wisata-alam-sorong/ (diakses 23 Agustus 2020)

Wikipedia. 2020. Taman Wisata Alam Gunung Meja Manokwari. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Wisata_Alam_Gunung_Meja_Manokwari  (diakses 24 Agustus 2020)

Sumber Gambar:

Gambar Hutan di Mimika Papua : https://www.bpdp.or.id/en/Indonesia-Sees-Encouraging-Drop-in-Forest-Loss 

Gambar Taman Wisata Alam Sorong : https://wikimapia.org/22806401/id/Kawasan-Pelestarian-Alam-Taman-Wisata-Alam-Sorong

Gambar Taman Wisata Alam Gunung Meja : https://freewestpapua-indonesia.com/Freewestpapua/freewest-papua-taman-wisata-gunung-meja-spot-petualangan-terbaik-di-manokwari

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!