Tanam Satu Tumbuh Seribu

Sadarkah kamu kalau salah satu benda yang kamu pakai sehari-hari ternyata menghasilkan limbah berbahaya dalam jumlah besar? Industri fashion merupakan sumber polusi kedua terbesar di dunia. Industri menghasilkan limbah kain dan cair berbahaya dari berbagai kegiatan produksi hingga pemakaian. Hal ini disebabkan oleh perubahan trend yang cepat dan tuntutan masyarakat yang tinggi akan produksi fashion. Padahal, limbah industri ini telah merusak berbagai ekosistem dan memunculkan berbagai masalah lingkungan, seperti kekeringan, krisis air bersih, kerusakan tanah, dan masih banyak lagi. Hal ini semakin diperparah dengan minimnya kesadaran dan usaha kita dalam melestarikan lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, berbagai individu dan organisasi berusaha mencari cara yang lebih ramah lingkungan. Di Indonesia, Sisa Benang yang merupakan sebuah brand sustainable fashion membentuk sebuah kampanye alam untuk pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan upaya pelestarian lingkungan.

Ads

Tampil Fashionable dengan Sisa Benang

Pernahkah kamu terpikir berapa banyak kain yang dibutuhkan untuk membuat sehelai baju? Atau berapa banyak limbah yang dihasilkan untuk membuat baju yang kamu pakai sekarang ini? Jawabannya cuma satu, tidak terhitung. Untuk membuat sehelai baju, dibutuhkan bahan dalam jumlah yang sangat besar. Sayangnya, tidak semua bahan tersebut dapat dipakai. Hanya beberapa bagian darinya yang dapat dipakai dan sisanya harus dibuang begitu saja. Hal inilah yang mengakibatkan industri ini menjadi sumber polusi terbesar kedua di dunia. Padahal, limbah fashion sangat berbahaya bagi lingkungan dan keberlangsungan hidup manusia. Melihat realita menyedihkan ini, pendiri Sisa Benang memutuskan untuk menciptakan sebuah brand yang menyediakan busana yang ramah lingkungan dengan menggunakan sisa kain pabrik berkualitas.

Gambar 1 Akun Instagram Sisa Benang © Instagram
Gambar 1 Akun Instagram Sisa Benang © Instagram

Selain itu, Sisa Benang selalu berusaha menyediakan produk yang berkelanjutan. Mereka memanfaatkan sisa kain berkualitas dari berbagai pabrik untuk mengurangi limbah kain yang dihasilkan. Selanjutnya, mereka akan membuat berbagai busana dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan jumlah bahan yang mereka miliki. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah limbah yang ada dan penumpukan produk yang tidak terpakai. Oleh karena itu, mereka selalu memberikan informasi mengenai produk dan jumlah produk melalui akun Instagram @sisabenang untuk memudahkan pembeli mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Mereka juga memastikan setiap produknya dibuat oleh penjahit lokal untuk meningkatkan kearifan lokal dan mengurangi jejak karbon yang berasal dari pemindahan bahan baku ke penjahit. 

Kampanye Alam “Tanam Satu Tumbuh Seribu”

Sisa Benang memutuskan untuk mengambil langkah nyata pelestarian lingkungan di Indonesia. Mereka menyadari bahwa usaha mereka ini masih belum dapat sepenuhnya mengatasi masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh industri fashion. Oleh karena itu, mereka bekerja sama dengan LindungiHutan untuk membentuk sebuah kampanye alam berupa penanaman bibit pohon mangrove di pesisir Desa Bedono, Demak yang telah rusak akibat abrasi dan luapan air laut selama bertahun-tahun.

Gambar 2 Kampanye Alam Tanam Satu Tumbuh Seribu © LindungiHutan
Gambar 2 Kampanye Alam Tanam Satu Tumbuh Seribu © LindungiHutan

Untuk menyukseskan kampanye alam ini, Sisa Benang dan LindungiHutan memutuskan untuk mengambil beberapa langkah. Pertama, mereka membuka sebuah penggalangan dana online di laman khusus LindungiHutan dengan donasi sebesar Rp10.000,00/pohon untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat agar dapat berkontribusi bagi pelestarian lingkungan. Selanjutnya, mereka menyebarkan informasi mengenai kegiatan ini di jaringan media sosial mereka untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pelestarian lingkungan. Sisa Benang juga berkomitmen untuk menanam satu pohon dalam setiap pembelian satu produk mereka sebagai bentuk kontribusi mereka.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Fashionable Tidak Harus Korbankan Bumi

Seperti yang tertulis sebelumnya, industri fashion merupakan sumber polusi terbesar kedua di dunia. Hal ini disebabkan oleh tingginya tuntutan masyarakat akan produksi busana dan perubahan trend yang sangat cepat. Akibatnya, industri ini menghasilkan jejak karbon dan berbagai polusi dalam jumlah yang besar dari kegiatan produksi bahan baku hingga berada di tangan pembeli. Melihat hal ini, berbagai individu, organisasi, dan brand berlomba-lomba mencari cara yang lebih ramah lingkungan untuk menciptakan sebuah busana dalam beberapa tahun terakhir ini. Usaha mereka telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan dengan munculnya berbagai gerakan dan langkah, seperti upcycle, circular fashion, slow fashion, dan sustainable fashion. Secara perlahan, semua ini mengubah kegiatan industri dan trend fashion itu sendiri. Akan tetapi, tidak semua brand melakukan hal ini. Oleh karena itu, kita tetap harus berhati-hati saat membeli pakaian.

Gambar 3 Sustainable Fashion untuk Bumi yang Lebih Hijau © Womantalk
Gambar 3 Sustainable Fashion untuk Bumi yang Lebih Hijau © Womantalk

Selain itu, kita juga bisa mengambil langkah aktif untuk tampil fashionable tanpa perlu mengorbankan bumi. Pertama, kita bisa mendonasikan baju yang tidak kita pakai lagi ke orang-orang di sekitar kita atau di forum online. Forum ini nantinya akan menyalurkan donasi kita ke orang yang membutuhkan. Berikutnya, kita dapat membeli pakaian yang memiliki warna netral sehingga kita dapat dengan mudah mengkombinasikan pakaian tersebut dengan berbagai aksesoris. Kita juga dapat mengurangi pembelian pakaian dengan hanya membeli apa yang kita butuhkan saja. Selanjutnya, kita harus menghindari pakaian dari bahan sintetis karena bahan tersebut sangat sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Terakhir, kita dapat melakukan upcycle pada pakaian yang tidak lagi kita pakai menjadi berbagai aksesoris dan kebutuhan rumah tangga.

Kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Sisa Benang merupakan salah upaya pelestarian lingkungan untuk menanggulangi kerusakan alam yang disebabkan oleh industri fashion dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bagi keberlangsungan hidup manusia. Mereka berharap kegiatan ini dapat menarik perhatian masyarakat untuk mengubah pandangan dan kebiasaan mereka terhadap fashion. Kita juga dapat berpartisipasi dalam upaya pelestarian ini. Pertanyaannya, apakah kita mau melakukannya demi kelestarian dan keberlangsungan hidup kita atau tidak?

 

Penulis: Jeannette Sharon

 

Referensi Gambar:

LindungiHutan. (2020, October 28). [Campaign]. LindungiHutan. https://lindungihutan.com/sisabenang

Sisa Benang. (n.d.). [Screenshot]. Instagram. https://www.instagram.com/sisabenang/

Womantalk. (2020, February 24). [Illustration]. Womantalk. https://womantalk.com/fashion/articles/apa-itu-sustainable-fashion-dan-bagaimana-cara-menerapkannya-y9P3Y

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!