Tanaman Karet: Kita Tidak Bisa Lepas Dari Karet

Gambar 1. Tanaman Karet. Sumber: https://m.bisnis.com/amp/read/20190730/99/1130317/karet-terdampak-wabah-gugur-daun-tak-perlu-jadi-target-peremajaan
Gambar 1. Tanaman Karet.

Pengertian Tanaman Karet

Tanaman karet merupakan tanaman yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, oleh karena itu hampir seluruh manusia tidak bisa terlepas dari penggunaan karet. Tanaman ini berasal dari Brazil yang memiliki nama latin Hevea basilensis. Awalnya tanaman ini ditanam di Kebun Raya Bogor sebagai tanaman koleksi, namun kemudian tanaman tersebut dikembangkan sebagai tanaman perkebunan komersial sehingga Indonesia merupakan negara yang memiliki perkebunan karet terluas di dunia yaitu mencapai 3.262.291 hektar, dengan lahan 8,4% merupakan kebun milik swasta, lahan 84,5% merupakan kebun milik rakyat, dan lahan  7,1% merupakan kebun milik negara. Ini menjadikan Indonesia, Malaysia dan Thailand, sejak tahun 1920 hingga sekarang sebagai pemasok karet utama dunia.

Ads

Pada tahun 1864 pada masa penjajahan Belanda karena kopi dan tembakau yang merupakan andalan Belanda sedang mengalami kelesuan di pasar dunia, maka pemerintah Belanda berinisiatif untuk mengembangkan tanaman karet di Indonesia. Daerah yang menjadi  uji coba penanaman karet untuk yang pertama kali adalah daerah Ciasem dan Pamanukan di Jawa Barat. Pada kedua daerah tersebut spesies tanaman yang ditanam adalah Ficus elastica atau karet rembung.

Habitat

Karet dapat tumbuh pada tempat yang memiliki iklim tropis, dengan curah hujan yang cukup tinggi yaitu antara 2.000-2.500 mm setahun dan memiliki suhu minimal 18⁰C dan maksimal 33⁰C. Karena jika dibawah 18⁰C fotosintesis akan terhenti dan tanaman menjadi rusak. Dan jika diatas 33⁰C stomata akan tertutup dan laju fotosintesis menjadi rendah. Karet sebaiknya ditanam pada ketinggian maksimal 500 meter dari permukaan laut, karena apabila lebih dari 500 meter pertumbuhan tanaman tersebut akan mengalami hambatan.

Tanaman karet memiliki toleran yang tinggi terhadap kemasaman tanah karena mereka dapat tumbuh dengan pH 3,5 hingga 7,0. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang tidak terdapat batu-batuan, memiliki solum cukup dalam ≤ 100 cm, drainase yang baik, memiliki tekstur 35% liat dan 30% pasir, tidak bergambut, kandungan unsur hara yang cukup, maksimal kemiringan 16%, dan minimal permukaan air tanah 100 cm. 

Morfologi Tanaman Karet

  • Akar Tunggang

Tanaman ini memiliki akar tunggang yang dapat menopang sebuah tanaman untuk tumbuh besar dan tinggi. Akar tunggang pada tanaman ini memiliki  kedalaman 1 m hingga 2 m, sedangkan akar lateralnya mampu menyebar hingga sejauh 10 m. Akar yang paling aktif menyerap air dan unsur hara adalah bulu akar yang berada 8 pada kedalaman 0-60 cm dan jarak 2,5 m dari pangkal pohon (Setiawan dan Andoko, 2005).

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Batang 

Tanaman ini memiliki batang yang dapat tumbuh dengan tinggi. Pada tanaman karet dewasa, batang dapat tumbuh hingga 15-25 m dengan tegak. Pada batang pohon karen terdapat kandungan getah yang dinamakan lateks.

  • Bunga

Memiliki bunga betina dan bunga jantan. Bunga betina memiliki ukuran yang lebih besar dari bunga jantan, memiliki 3 kepala putik dan 3 bakal buah. Sedangkan pada bunga jantan terdapat 10 benar sari yang terbagi menjadi 2 karangan, serta memiliki bakal buah yang tidak tumbuh dengan sempurna.

  • Daun 

Daun karet memiliki warna yang hijau, akan tetapi pada musim kemarau daun akan berubah warna menjadi merah atau kuning. Pada tanaman karet terdapat 3 helai anak daun pada setiap helai daunnya. 

  • Biji

Biji tanaman karet terdapat di setiap ruang buahnya, biasanya terdapat 3 atau 4 biji sesuai dengan jumlah ruang buah yang ada.

Baca juga: Harimau Indonesia yang Terancam Jadi Legenda

Manfaat 

Pohon karet memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Pada bidang industri tanaman karet banyak dijadikan bahan baku dalam proses produksi. Misalnya hasil olahan getah karet yang digunakan oleh industri ban untuk membuat ban dan dijadikan sebagai bahan baku oleh industri sintesis untuk membuat barang-barang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti alat kesehatan, perkakas, dan lain-lain. Selain itu, dengan keterampilan khusus getah karet juga bisa diolah dengan baik menjadi bahan makanan dengan mencampurkannya ke dalam kue, snack, dan masih banyak lagi.

Gambar 2. Ban Karet. Sumber: https://jadiberita.com/wp-content/uploads/2015/03/ban-karet.jpg
Gambar 2. Ban Karet.
Gambar 3. Karet Gelang. Sumber: https://m.liputan6.com/citizen6/read/3669455/top-3-manfaat-tak-terduga-karet-gelang-momen-dihukum-guru-bikin-kangen
Gambar 3. Karet Gelang.

Ketika getah karet pada pohon sudah menurun, pohon karet dapat ditebang untuk dimanfaatkan sebagai bahan mebel ataupun sebagai konstruksi rumah karena kayunya yang bersifat awet, bersih, keras, dan mudah dibentuk. Contoh dari produksi kayu karet adalah sebagai lemari, meja, kursi, dan lain-lain.

Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai bentuk pemanfaatan lahan, mengingat di beberapa negara banyak lahan yang tidak terpakai. Hal ini dikarenakan pembudidayaan tanaman tersebut memerlukan lahan yang cukup luas. Selain itu, pada bijinya terkandung banyak nutrisi seperti lemak, air, protein, tiamin, asam nikotinat, karoten, tokoferol yang bisa digunakan untuk campuran bahan industri farmasi.

Tanaman karet memiliki peran yang cukup besar terhadap rehabilitasi dan reboisasi lahan. Hal ini dikarenakan tanaman tersebut  memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga pohon karet dapat mengatasi tanah longsor, banjir, dan segala masalah lingkungan karena tanah yang tidak stabil. Selain itu tanaman ini juga bisa mengurangi dampak rumah kaca karena mampu menyerap gas karbondioksida yang menjadi bagian dari siklus oksigen. Pohon karet juga dapat mencegah asap dan polusi udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan

Negara yang dapat menanam tanaman karet memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi seperti mengembangkan industri karet murni maupun produk jadi. Sehingga melalui kerja sama ini, penanaman tanaman ini dapat meningkatkan kemajuan ekonomi bagi negara maju maupun bagi negara yang masih  berkembang. Selain itu, karena tanaman ini memerlukan lahan yang cukup luas untuk dibudidayakan, maka perkebunan karet juga secara tidak langsung ikut andil dalam pemerataan penduduk karena perkebunan karet telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga sekitar.

 

Penulis : Syarki Alfioni

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri 

 

Referensi Literatur :

  1. Manfaat Lain Dari Tanaman Karet Untuk Manusia Dan Lingkungan. https://www.iribb.org/index.php/berita/210-manfaat-lain-dari-tanaman-karet-untuk-manusia-dan-lingkungan

Anggriyanto, Pradipta. 2015. PEMANFAATAN PERKEBUNAN KARET PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX OLEH MASYARAKAT BATANG TAHUN 1993-2003. Journal of Indonesian History Volume 3 No. 2 (hlm. 46-52). 

file:///C:/Users/Afi/Downloads/7326-Article%20Text-14600-1-10-20150908.pdf 

Hadi, M. 2014. 6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Karet  (Hevea brasiliensis).

 http://repository.uin-suska.ac.id/5305/3/BAB%20II.pdf

Pohon Karet – Klasifikasi, Manfaat, Getah & Cara Budidaya. 

https://rimbakita.com/pohon-karet/ 

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!