Tanaman Porang yang Kaya Akan Manfaat

wikimedia 768x576 1 – Wanaswara
Gambar 1. Tanaman Porang

Belakangan ini, tanaman Porang banyak dibudidayakan oleh petani karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Bagian umbi tanaman Porang mengandung glukomanan yang dapat digunakan sebagai bahan pangan dan baik untuk kesehatan. Selain itu, tepung porang juga dapat digunakan pada berbagai industri, seperti industri farmasi, kosmetik, tekstil, karet, kertas, dan lainnya. Tak heran jika tanaman Porang diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Australia, Tiongkok, Vietnam, dan lainnya. Sebenarnya, tanaman Porang itu tanaman apa, sih? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Ads

Klasifikasi dan Persebaran Tanaman Porang

Tanaman porang atau yang memiliki nama latin Amorphophallus oncophyllus Prain merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang ada di Indonesia. Tanaman Porang termasuk ke dalam divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Monocotyledonae, ordo Areaceales, famili Areaceae, dan genus Amorphophallus. Tanaman Porang memiliki beberapa sebutan, seperti iles-iles, badur, acung, acoan, atau kerubut. 

Tanaman ini biasa hidup liar di hutan dan dapat tumbuh di bawah naungan tegakan tumbuhan lain, seperti pohon jati, sengon, sonokeling, ataupun mahoni. Tanaman Porang banyak dibudidayakan di daerah Jawa Timur seperti di Blitar, Kediri, Madiun, dan Ponorogo; di Jawa Tengah seperti di Banyumas, Temanggung, dan Wonosobo; serta di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanaman ini juga sudah mulai dibudidayakan di Jawa Barat seperti di Bogor, Cianjur, Majalengka, dan Sukabumi. Bahkan hingga ke luar Pulau Jawa seperti di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.    

Ciri-ciri Tanaman Porang

Pada umumnya, tanaman Porang memiliki batang dan daun berwarna hijau. Batang tanaman Porang tumbuh tegak, lunak, dan halus berwarna hijau atau hitam dengan belang-belang putih. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 m tergantung dari kesuburan lahan dan iklim. Pada musim kemarau, batang tanaman Porang mulai layu dan rebah di atas tanah sebagai tanda dorman (istirahat). Lalu, pada musim hujan tanaman tersebut akan tumbuh kembali.

Daun Porang merupakan daun majemuk dan menjari dengan ujung daun meruncing serta permukaan daun halus bergelombang. Biasanya, daun Porang berwarna hijau muda hingga hijau tua. Pada batang tanaman Porang terdapat 4 helai daun majemuk dan setiap daun majemuk memiliki 10 helai daun. Setiap pertemuan batang tanaman Porang terdapat bulbil atau katak, yaitu umbi generatif yang dapat digunakan sebagai bibit. Bulbil pada Porang berwarna kuning kecoklatan hingga coklat kehitaman dengan diameter 10 – 45 mm tergantung dari umur tanaman.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
pohon umbi tanaman porang
Gambar 2. Bulbil/katak pada tanaman porang

Umbi tanaman Porang berwarna kuning kecoklatan dengan bentuk bulat agak lonjong, berserabut akar, dan daging umbi berwarna kekuningan. Dalam 1 pohon Porang hanya terdapat 1 umbi karena tanaman Porang memiliki umbi tunggal. Akar tanaman Porang memiliki warna putih dan merupakan akar primer yang tumbuh dari bagian pangkal batang serta sebagian tumbuh menyelimuti umbi.

prang – Wanaswara
Gambar 3. Umbi tanaman porang

Tanaman Porang juga memiliki bunga dan buah. Bagian bunga terdiri dari seludang bunga (daun pelindung), benang sari, dan putik. Bagian bawah bunga berwarna hijau keunguan dengan bercak putih dan bagian atas bunga berwarna jingga dengan bercak putih. Bunga ini akan muncul dari umbi yang tidak tumbuh daun pada musim hujan. Buah tanaman Porang berwarna hijau muda yang berubah menjadi warna merah-jingga pada saat buah masak, berdaging, dan merupakan buah majemuk. Tandan buah Porang berbentuk lonjong meruncing ke pangkal dan pada 1 tandan rata-rata terdapat 300 biji yang mana dalam 1 buah Porang terdapat 2 biji.

ilustrasi tanaman porang 169 1 – Wanaswara
Gambar 4. Buah tanaman porang

Manfaat Tanaman Porang

Tanaman Porang dapat dijadikan alternatif sumber pangan karena mengandung pati sebesar 76,5%, protein 9,20%, dan kandungan serat sebesar 25% (Rahmadaniarti, 2015). Glukomanan pada Porang memiliki berbagai manfaat dari bidang kesehatan hingga ke berbagai industri. Pada bidang kesehatan, umbi porang memiliki manfaat seperti mengurangi kadar kolesterol dalam darah, mempercepat rasa kenyang dan memperlambat pengosongan perut sehingga cocok untuk diet bagi penderita diabetes, memiliki kandungan vitamin A dan B yang lebih tinggi dari kentang; serta memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 80%

Pada industri makanan, umbi Porang digunakan sebagai bahan pengental alami pada sirup dan sari buah; bahan campuran atau tambahan pada roti, es krim, kue, permen, selai, dan lainnya; bahan baku pembuatan mie (shirataki) dan konnyaku; serta pengganti agar-agar atau gelatin. Umbi Porang juga dapat digunakan sebagai bahan perekat (lem dan cat tembok); pelapis kedap air; media pertumbuhan mikroba; penjernih air; pengikat formulasi tablet; isolator listrik; serta bahan pembuatan kertas agar kuat dan lemas. Selain itu, tanaman Porang juga dapat berfungsi untuk mencegah erosi (run off).

Baca juga: Peran Hutan Kota dalam Sekuestrasi Hutan di Perkotaan

Budidaya Tanaman Porang

Syarat Tumbuh

Pada umumnya, tanaman Porang dapat tumbuh di mana saja. Tetapi, pertumbuhannya akan optimal apabila ditanam di ketinggian 100 – 600 mdpl dengan tanah yang bertekstur ringan hingga sedang, subur, gembur, memiliki kandungan bahan organik yang tinggi dengan pH 6 – 7 atau netral. Intensitas cahaya yang dibutuhkan adalah 60% – 70% dengan suhu 25ºC – 35ºC dan curah hujan antara 1000 – 1500 mm.

Persiapan Lahan

Terdapat dua cara dalam persiapan lahan untuk penanaman. Jika bibit yang akan ditanam berasal dari umbi, maka perlu dibuat lubang sebesar 60 x 60 x 45 cm dengan jarak antara lubang tanam sebesar 90 x 90 cm. Sebelum ditanam, masukkan lapisan tanah atas (top soil) dan pupuk organik ke dalam lubang tanam. Apabila bibit yang akan ditanam berasal dari bulbil atau katak, buat petak tanah yang digemburkan (guludan), lalu tanam bulbil ke dalam guludan dengan jarak antar guludan 90 cm.

Persiapan Bibit

Tanaman Porang dapat dikembangbiakkan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan bagian umbi dan bulbil. Berikut merupakan cara penyiapan bibit dari umbi.

  1. Menentukan anakan tanaman Porang yang sudah berumur ± 1 tahun.
  2. Membongkar tanaman tersebut dan membersihkan umbi dari akar-akar dan tanah yang masih menempel.
  3. Mengumpulkan bibit tersebut di tempat yang teduh dan mudah untuk proses selanjutnya yaitu penanaman.

Berikut merupakan tata cara penyiapan bibit dari bulbil.

  1. Bulbil didapatkan di sekitar rumpun tanaman yang sudah cukup tua dan dipilih yang sehat.
  2. Bulbil tersebut dikumpulkan dalam suatu wadah dan disimpan di tempat yang kering untuk dilakukan penanaman.
  3. Dari tanaman Porang yang cukup besar dan tua dapat menghasilkan sampai 15 bulbil.

Cara generatif merupakan cara yang dilakukan dengan menggunakan biji dari tanaman Porang. Adapun cara penyiapan bibit dari biji, yaitu:

  1. Cuci biji untuk menghilangkan lendir.
  2. Setelah dicuci, biji direndam di dalam air. Buang biji yang mengapung di permukaan air.
  3. Sebelum ditanam, biji disemai terlebih dahulu pada media pasir di tempat yang teduh.

Penanaman

         Tanaman Porang sangat baik ditanam pada musim hujan, yaitu pada bulan November – Desember. Adapun tahapan dalam penanaman Porang, yaitu:

  1. Masukkan bibit Porang ke dalam lubang tanam. Masing-masing lubang tanam hanya diisi 1 bibit Porang dengan bakal tunas menghadap ke atas. Berikan jarak sesuai kebutuhan antar bibit.
  2. Tutup bibit tersebut dengan tanah halus atau tanah olahan setebal ± 3 cm.

Pemeliharaan 

Pemeliharaan tanaman Porang meliputi pemupukan, penyiangan, pengelolaan air, dan perawatan tanaman pelindung. Pemberian pupuk kandang dilakukan untuk memenuhi unsur hara tanaman Porang dan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang dilakukan pada awal pertumbuhan Porang, yaitu sebulan setelah tanaman Porang ditanam. Selanjutnya, penyiangan dapat dilakukan kapan saja jika gulma muncul. 

Tanaman Porang membutuhkan air untuk proses pertumbuhannya. Pengairan yang dilakukan secara sering dan teratur dapat menghasilkan daun yang besar dan masa hidup yang lebih lama dibandingkan dengan pengairan terbatas. Tanaman Porang merupakan tanaman naungan sehingga sangat penting untuk melakukan perawatan tanaman pelindung agar tanaman Porang mendapat sinar matahari yang cukup, yaitu tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.

Panen dan Pascapanen

Tanaman Porang dapat dipanen setelah 3 tahun sejak awal ditanam. Setelahnya, tanaman Porang dapat dipanen satu tahun sekali tanpa perlu menanam umbi lagi. Satu pohon Porang dapat menghasilkan umbi seberat 0,5 hingga 3 kg. Tanaman Porang dapat dipanen ketika daun yang sudah mengering dan jatuh ke tanah. Waktu panen tanaman Porang biasanya dilakukan pada musim kemarau atau dalam rentang bulan Mei hingga Juni. 

Setelah dipanen, umbi Porang dibersihkan dan disimpan dalam ruangan berventilasi baik dengan suhu ± 10ºC. Dengan cara seperti ini, umbi Porang dapat bertahan selama berbulan-bulan. Umbi Porang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena memiliki sifat gatal. Umbi Porang harus diolah terlebih dahulu. Hasil olahan umbi Porang umumnya yaitu berupa keripik kering (chips) dan tepung. 

 

Penulis: Almadinah Putri Brilian

Referensi Literatur

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2020). Warta Penelitian dan Pengembangan. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 26(1), 1–32.

Novrianti, E. (2021). PERBANYAKAN DAN PERKEMBANGBIAKAN TANAMAN PORANG. Retrieved 16 September 2021, from http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97368/perbanyakan-dan-perkembangbiakan-tanaman-porang/ 

Rahmadaniarti, A. (2015). Shade Tolerance of Konjac (Amorphophallus oncophyllus Prain.) on Various Stands Species and Shading Intensity. Kehutanan Papuasia, 1(2).

Saleh, N., Rahayuningsih, S. A., Radjit, B. S., Ginting, E., Harnowo, D., & Mejaya, I. M. J. (2015). Tanaman Porang. In Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/publikasi/petunjuk-teknis/booklet/2217-tanamanporang.html

Suroso. (2016). Strategi pengembangan komoditi tanaman porang (Amorphophallus Oncophyllus) di desa Kalirejo kecamatan kokap kabupaten kulon progo DIY. Journal of Research and Technology, 1–19.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!