Tanaman Pucuk Merah si Penyerap karbon yang handal

Eugenia Oilena Tree © Plants Database
Eugenia Oilena Tree © Plants Database

Tanaman Pucuk merah merupakan tanaman yang memiliki ciri khas ujung daunnya yang berwarna merah. tanaman ini sering kita jumpai dipinggiran jalan kota, taman, maupun tempat umum lainnya. hal ini disebabkan karena pucuk merah merupakan penyerap karbon yang handal.

Ads

berikut fakta pucuk merah yang pembaca wajib tahu!

Latar Belakang

Indonesia menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat di dunia pada tahun 2015 berdasarkan data dari Carbon Brief (Dunne, 2019). Emisi gas rumah kaca tersebut berasal dari deforestasi dan kebakaran besar di lahan gambut, serta pembakaran bahan bakar fosil untuk energi pada tingkat yang paling rendah. Menurut data yang dikumpulkan oleh Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK), Indonesia telah memproduksi sebesar 2.4 miliar ton emisi gas rumah kaca setara CO2 (GtCO2e) pada tahun 2015. Angka tersebut termasuk emisi dari penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan. Pada tahun itu, emisi Indonesia mewakili 4,8% dari total emisi global dunia. 

Bacaan LainnyaEmisi Karbon dan Ancamannya terhadap Masa Depan Hidup Manusia

Melalui Persetujuan Paris atau Paris Agreement, Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 29–41% pada tahun 2030. Walau begitu, tindakan Indonesia sejauh ini dinilai sangat tidak memadai oleh Climate Action Tracker (CAT), sebuah proyek penelitian independen yang melacak kebijakan iklim. Peringkat CAT menunjukkan bahwa Indonesia tidak memberikan andil dalam pengurangan emisi yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga kurang dari 2C. Jika semua negara memiliki target serupa, suhu Bumi justru akan naik mencapai 3–4C pada 2100. CAT memperkirakan bahwa emisi gas rumah kaca di Indonesia justru akan bertambah dua kali lipat pada tahun 2030. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Sampai saat ini, laju produksi emisi gas rumah kaca Indonesia tetap meningkat. Efek COVID-19 terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sangat menonjol hanya dalam jangka pendek, tetapi ada kemungkinan besar bahwa Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk mengunci pengurangan emisi tersebut saat pulih dari pandemi (Indonesia Country Summary, n.d.). Fakta ini tentu sangat memprihatinkan mengingat Indonesia telah berjanji untuk berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi produksi emisi gas rumah kaca. Butuh upaya lebih dari masyarakat dan pemerintah Indonesia agar negara ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga kurang dari 2C. Berbagai upaya dapat dimulai dari tindakan kecil seperti menanam tumbuh-tumbuhan yang dapat menyerap emisi gas rumah kaca seperti karbon. Salah satu tumbuhan tersebut adalah Pucuk Merah atau Eugenia oleina

Deskripsi dan Taksonomi Pucuk Merah

Syzygium Oleana © Wikipedia
Syzygium Oleana © Wikipedia

Syzygium Oleana atau Pucuk Merah adalah spesies tanaman hias yang berasal dari genus Syzygium atau jambu-jambuan. Tunas tumbuhan yang baru muncul memiliki warna merah menyala, sehingga tumbuhan ini akhirnya disebut sebagai Pucuk Merah. Tunas yang yang berwarna merah akan secara bertahap berubah menjadi hijau ketika dewasa (Klasifikasi dan Ciri-Ciri Morfologi Pucuk Merah, n.d.). Pucuk Merah termasuk tanaman perdu yang menjadi tanaman hias di pekarangan rumah, perkantoran, serta penghias area pejalan kaki (pedestrian lane). Tumbuhan ini merupakan flora endemik dari Asia Tenggara yang tersebar di Indonesia, semenanjung Malaya, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand (Distribution, n.d.). Pucuk Merah juga dapat ditemukan di negara seperti Bangladesh dan bagian timur laut India. 

Pucuk Merah merupakan tumbuhan angiospermae atau tumbuhan berbunga. Seperti gymnospermae, tumbuhan berbunga adalah tumbuhan penghasil biji. Walau begitu, gymnospermae memiliki perbedaan dari tumbuhan berbunga, mulai dari bunga, endosperma didalam bijinya, dan produksi buah yang mengandung biji. Biji Pucuk Merah merupakan biji belah atau eudikotil (Tumbuhan berbiji belah, n.d.). Golongan eudikotil memiliki sebuah ciri khas yang sama, yaitu sepasang daun lembaga atau kotiledon. Daun lembaga telah terbentuk sejak mereka masih dalam tahap biji, sehingga sebagian besar anggotanya akan bersifat mudah terbelah menjadi dua. 

Daun dari Pucuk Merah memiliki sebuah keunikan yaitu ketika diremas, daunnya akan mengeluarkan aroma yang khas (Utami, 2013). Aroma tersebut berasal dari kandungan minyak atsiri yang terdapat dalam daun Pucuk Merah. Kandungan minyak tersebut terletak pada senyawa fenol di pucuk daun yang berwarna merah (Sembiring, Sulaeman, & Sribudiani, 2015). Dalam kehidupan sehari-hari, minyak atsiri banyak digunakan oleh industri kecantikan atau kosmetik, industri parfum, industri makanan, dan industri farmasi. Minyak atsiri juga dapat digunakan sebagai agen pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang menyerang tumbuhan pertanian. 

Berikut taksonomi dari tumbuhan Pucuk Merah secara spesifik:

  1. Kerajaan : Plantae
  2. Divisi : Magnoliophyta
  3. Kelas : Magnoliopsida
  4. Ordo : Myrtales
  5. Famili : Myrtaceae
  6. Genus : Syzygium
  7. Spesies : Syzygium oleana

Morfologi Pucuk Merah

Pucuk Merah © Alodokter
Pucuk Merah © Alodokter

Pucuk Merah dapat tumbuh hingga mencapai diameter 30 m dengan tinggi 5–7 m apabila berada di tanah yang subur dan bernutrisi tinggi (Megumi, 2018). Akar dari tumbuhan ini merupakan akar tunggang merambat yang kemudian terus tumbuh membesar. Akar tunggang memiliki struktur yang kuat, sehingga mampu menopang Pucuk Merah agar tetap berdiri dengan tegak. Selain akarnya yang kuat, Pucuk Merah juga memiliki batang pohon yang kuat karena berbentuk bulat, berkayu, dan memiliki kambium di dalamnya. 

Daun Pucuk Merah berbentuk oval dan melancip pada ujung daun. Panjang daun dapat mencapai 6 cm, sedangkan lebar daun dapat mencapai 2 cm. Struktur daun memiliki tulang yang tumbuh pada tiap rantingnya. Pucuk daun tumbuhan ini mengandung antosianin flavonoid yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai teh kesehatan dan antioksidan untuk melawan radiasi bebas (Larasati, 2017). Antosianin flavonoid juga menjadi senyawa yang menyebabkan pucuk daun tumbuhan ini dapat memerah. 

Sebagai tumbuhan angiospermae, tentu saja Pucuk Merah memiliki bunga. Ketika bunga mekar, muncul kepala putik berwarna putih dengan tangkai putik yang berukuran lebih pendek dibandingkan benang sari bunga pada bagian merah pucuk daun. Letak putik tepat di tengah dan memiliki tangkai sari berwarna putih yang berukuran lebih panjang daripada putik serta berjumlah banyak. 

Sebagai bagian dari genus Syzygium, Pucuk Merah berkerabat dekat dengan tumbuhan berbuah seperti jambu air, jambu batu, darsono, salam, juwet, dan masih banyak lagi. Pucuk Merah memiliki buah yang berbentuk bulat dan agak pipih. Pada bagian tengah dari permukaan atas buah terdapat cekungan. Ukuran dari buah Pucuk Merah umumnya berdiameter 0.7 cm. Buah ini akan berubah warna menjadi hitam mengkilat saat sudah masak dan memiliki aroma khas seperti buah jambu. 

Biji tumbuhan berbentuk bulat yang tidak sempurna dan memiliki warna mulai dari kecoklatan hingga keungu-unguan. Umumnya, diameter biji Pucuk Merah berkisar antara 3–4 mm. Secara alami, Pucuk Merah akan beregenerasi dengan biji, namun beberapa petani akan memperbanyak tumbuhan Pucuk Merah secara vegetatif melalui stek atau cangkok batang untuk tujuan komersil. 

Pola Pertumbuhan dan Perawatan

Pucuk Merah © Bernas.id
Pucuk Merah © Bernas.id

Saat ini, budidaya tumbuhan Pucuk Merah sudah tidak asing lagi. Tumbuhan ini mudah untuk ditanam dan penanaman dapat dilakukan oleh siapa saja. Umumnya, tumbuhan ini ditanam di taman rumah, sekolah, kantor, dan tepi jalan sebagai penghias. Namun, beberapa hal tetap perlu diperhatikan agar Pucuk Merah dapat tumbuh dengan subur dan optimal. 

Syarat Bertumbuh

Sebagai tumbuhan tropis, Pucuk Merah dapat bertahan pada suhu yang agak panas, namun suhu paling ideal untuk pertumbuhannya adalah 24–36°C (Megumi, 2018). Pada siang hari, suhu yang ideal adalah 28–36°C. Pada malam hari, suhu yang ideal adalah 24–30°C. Pucuk Merah membutuhkan sinar matahari yang cukup agar tunasnya dapat berwarna merah dan bentuk tajuk tumbuhan tetap terjaga. Selain itu, paparan sinar matahari yang cukup akan membantu Pucuk Merah untuk terus menghasilkan tunas daun yang berwarna merah cerah. 

Pucuk Merah dapat bertumbuh mencapai diameter 30 m, sehingga media tanam seperti pot tidak akan cocok untuk perkembangan tumbuhan ini (Cara Merawat Pucuk Merah Agar Tumbuh Dengan Baik, 2018.). Sebaiknya, Pucuk Merah ditanam secara sejajar dengan jarak 50–150 cm antara satu tumbuhan dengan yang lain. Pot dapat digunakan sebagai alternatif apabila memang lahan penanaman tidak begitu luas. Ketika tumbuhan sudah semakin besar, penanam perlu memindahkan Pucuk Merah ke media tanam yang lebih besar. 

Daun Pucuk Merah yang sudah tua perlu dipangkas secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi tunas daun yang berwarna merah menyala untuk tumbuh kembali. Pemangkasan paling ideal dilakukan di bagian ruas cabang agar tunas daun yang baru langsung tumbuh pada ruas cabang tersebut. Kegiatan ini dapat dilakukan minimal dua minggu sekali. Untuk memperoleh bentuk yang indah, Pucuk Merah dapat dipangkas berbentuk kotak, bulat, cemara, atau bentuk apapun sesuai keinginan. 

Pucuk Merah perlu disiram minimal dua kali sehari secara rutin dan diberi pupuk setiap dua bulan sekali. Hal ini akan membantu Pucuk Merah untuk bertumbuh besar karena tanah memperoleh air dan nutrisi yang cukup. Namun, penyiraman Pucuk Merah juga perlu memperhatikan kondisi cuaca (Purwanti, 2018). Saat musim kemarau, volume air yang digunakan untuk menyiram tumbuhan ini sebaiknya ditingkatkan. Saat musim hujan, tumbuhan cukup disiram saat hujan tidak terlalu deras. 

Penanaman

  1. Satu minggu sebelum menanam, siapkan media tanam bagi Pucuk Merah. Media tanam yang ideal adalah tanah gembur dengan pupuk kandang kering yang berasio 1:1. Campurkan kedua media tanam ini dan aduk hingga rata. Selanjutnya, ambil polybag dengan diameter 10–15 cm dan lubangi dasar polybag. Isi polybag dengan media tanam dan diamkan selama 1 minggu. 
  2. Setelah satu minggu, siapkan induk Pucuk Merah yang sehat dan tidak terjangkit hama maupun penyakit tumbuhan. Selanjutnya, potong batang tumbuhan dengan panjang sekitar 20–25 cm. Kemudian, buang seluruh daun pada tumbuhan, namun sisakan 2–3 helai daun yang berada pada pucuk stek. Daun muda ini akan menjadi indikator kesehatan stek. Apabila daun tersebut layu dengan cepat, maka induk stek tidak dalam kondisi yang sehat. Setelah membuang seluruh daun, runcingkan bagian bawah stek dan rendam dalam larutan fungisida berdosis rendah selama 10-15 menit. 
  3. Saat media tanam dan stek sudah siap, saatnya Pucuk Merah ditanam. Pertama, oleskan bagian dasar stek dengan hormon auksin dan buang lubang tanam di dalam polybag sedalam 0.5–1 cm. Selanjutnya, tanam stek ke dalam lubang tanam dan tutup lubang dengan tanah. Kemudian, pindahkan stek Pucuk Merah ke tempat yang teduh selama dua minggu dan siram secara rutin. Setelah dua minggu, Pucuk Merah dapat dipindahkan ke tempat yang memperoleh banyak paparan sinar matahari. Tunggu selama 1.5–2 bulan untuk memindahkan Pucuk Merah ke media tanam lain.

Peran Tanaman Pucuk Merah bagi Lingkungan

Pucuk Merah © Bianglala Ilmu
Pucuk Merah © Bianglala Ilmu

Sebagai tanaman perdu, Pucuk Merah ternyata tidak hanya bermanfaat sebagai tanaman hias, tetapi juga bermanfaat dalam hal lain bagi lingkungan sekitarnya. Sebuah penelitian oleh Wiwi Rahayu Ningsih dari Pendidikan Biologi FKIP Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 2017 menemukan bahwa pucuk merah memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan tumbuhan lain. Penemuan ini merupakan sebuah kabar baik, mengingat Indonesia perlu mengatasi permasalahan terkait karbon penyebab efek rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim. Selain itu, Ningsih menemukan bahwa Pucuk Merah dapat menyerap gas yang mengandung Timbal (Pb). Timbal memiliki kandungan racun tinggi yang berbahaya apabila terpapar pada makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang berperan sebagai bahan pangan. Oleh karena itu, Pucuk Merah cocok untuk ditanam pada kawasan industri yang senantiasa memproduksi Timbal dalam jumlah besar. 

Selain sebagai penyerap karbon yang menyebabkan efek rumah kaca, Pucuk Merah beberapa manfaat lain sebagai berikut (Hanifah, 2020):

  1. Pencegah longsor dan penyimpan cadangan air. Akar dan batang Pucuk Merah memiliki struktur yang kuat, sehingga dapat menahan longsor dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak. Air yang ditampung juga akan lebih bersih karena diserap oleh serabut akar. 
  2. Pucuk Merah dapat menjadi pewarna makanan alami karena mengandung pigmen merah pada pucuk daun merahnya. Agar memperoleh warna merah dari tumbuhan ini, daun hanya perlu direbus hingga air berubah warna. Kemudian, campurkan air dengan bahan makanan yang ingin diberi warna.
  3. Pucuk Merah dapat bertumbuh tinggi, sehingga cocok digunakan sebagai pagar alami. Agar dapat membentuk pagar, Pucuk Merah perlu ditanam dengan stek dan berada pada posisi yang benar-benar tegak. Selain itu, antar satu tumbuhan dengan yang lain harus ditanam secara sejajar dan rapi agar dapat membentuk pagar alami.
  4. Pucuk Merah dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan, seperti diolah menjadi teh yang mengandung antioksidan dan sebagai aromaterapi yang mengurangi stres. Teh Pucuk Merah diyakini dapat menjadi alternatif pengobatan tumor, kanker, dan asam urat. 

 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi Literatur

Cara Merawat Pucuk Merah Agar Tumbuh Dengan Baik. (2018, March 19). Website Resmi 

Pemerintah Kabupaten Buleleng. Retrieved January 29, 2021, from https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/cara-merawat-pucuk-merah-agar-tumbuh-dengan-baik-34.

Distribution. (n.d.). Kew Science. Retrieved January 29, 2021, from 

http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:60445221-2.

Dunne, D. (2019, March 27). The Carbon Brief Profile: Indonesia. Carbon Brief. Retrieved 

January 29, 2021, from https://www.carbonbrief.org/the-carbon-brief-profile-indonesia#:~:text=Indonesia%20was%20the%20world’s%20fourth,of%20fossil%20fuels%20for%20energy.

Hanifah. (2020, November 17). 9 Manfaat Pucuk Merah, Tanaman Hias Nan Cantik Yang 

Mampu Menahan Longsor. 99.co. Retrieved January 29, 2021, from https://www.99.co/blog/indonesia/manfaat-pucuk-merah/.

Indonesia Country Summary. (n.d.). Climate Action Tracker. Retrieved January 29, 2021, 

from https://climateactiontracker.org/countries/indonesia/.

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Morfologi Pucuk Merah. (n.d.). Materi Pertanian. Retrieved January 

29, 2021, from http://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologi-pucuk-merah/

Larasati, E. D. (2017). Tanggap Pertumbuhan Dan Warna Daun Pucuk Merah (Syzygium 

oleana) Pada Dosis Pupuk Mgso4 Dan Tingkat Naungan (Bachelor’s thesis). Retrieved from http://repository.ub.ac.id/6915/.

Megumi, S. R. (2018, November 27). Pucuk Merah, Tanaman Andal Penyerap Karbon. 

Greeners.co. Retrieved January 29, 2021, from https://www.greeners.co/flora-fauna/pucuk-merah-tanaman-andal-penyerap-karbon/.

Ningsih, W. R. (2017). Laju Fotosintesis dan Kandungan Pb Daun Pucuk Merah. Prosiding 

Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi, Yogyakarta: 2 Desember 2017. Hal 97―102. 

Purwanti, P. (2018, January 18). 5 Cara Menanam Bunga Pucuk Merah dengan Stek

Ilmubudidaya.com. Retrieved January 29, 2021 from https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bunga-pucuk-merah.

Sembiring, F. R., Sulaeman, R., Sribudiani, E. (2015). Karakteristik Minyak Atsiri dari 

Daun Tanaman Pucuk Merah. Jom Faperta, 2(2), 1―9. 

Tumbuhan berbiji belah. (n.d.). Wikiwand. Retrieved January 29, 2021 from 

https://www.wikiwand.com/id/Tumbuhan_berbiji_belah.

Utami, N. S. (2013, June 27). Lebih dekat tentang Syzygium oleana/Pucuk Merah. Ninik 

Sulistya Utami’s Blog. Retrieved January 29, 2021, from https://biologinunik.wordpress.com/2013/06/27/lebih-dekat-tentang-syzygium-oleana-pucuk-merah/#more-495.

 

Referensi Gambar

Eugenia Oilena Tree. Retrieved from https://garden.org/plants/photo/467623/.

Syzygium Oleana. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pucuk_merah_Syzygium_Oleina.jpg.

Pucuk Merah. Retrieved from https://www.alodokter.com/memetik-manfaat-pucuk-merah-untuk-kesehatan.

Pucuk Merah. Retrieved from https://www.bernas.id/23315-inilah-tips-mudah-menanam-tanaman-hias-pucuk-merah.html.

Pucuk Merah. Retrieved from http://perpus.sman3kotasukabumi.sch.id/read/54/tanaman-pucuk-merah.

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!