Tanami: Budidaya Sungkai, Tanaman Obat Herbal

Pohon Sungkai
Gubernur Jambi Saat Menunjukkan Daun Sungkai © Tribunnews

Pada tahun 2020 awal Indonesia sedang gencar-gencarnya menghadapi pandemi Covid-19 yang berasal dari China, memunculkan banyak pemikiran untuk menghentikan wabah tersebut menyebar luas. Salah satunya menghasilkan obat organik sebagai penyembuh dari virus tersebut. Informasi mengenai tumbuhan yang dapat melindungi diri dari bahayanya virus Corona itu sendiri yaitu daun sungkai yang dipercaya memiliki kandungan dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Letjen Doni Monardo selaku Ketua Gugus Percepatan Penangan Covid-19 bersama para gubenur se-Indonesia pada rapat yang diadakan melalui video conference. Namun, dilansir oleh tempo.co mengenai fakta dan hoaks tanaman sungkai yang dinyatakan dapat menyembuhkan pasien Corona belum bisa dapat dibuktikan, adanya pernyataan tersebut juga dikarenakan prihatin atas wabah corona yang belum selesai dan rasa prihatin belum adanya obat yang bisa menyembuhkan Covid-19.

Ads
Sungkai
Sungkai © solopos

Mengenal Tanaman Sungkai

Oke! mari kita berkelana jauh mengenal tanaman Sungkai ini. Sungkai memiliki yang bisa mencapai 20 hingga 30 meter loh, sungkai juga termasuk jenis kayu-kayuan yang memiliki diameter batang kurang lebih 60 cm. Daun dari sungkai ini yang terkenal sebagai obat penyembuh saat anak-anak mengalami demam, sakit kepala, asma, sakit gigi, sampai dapat menyembuhkan penyakit kulit loh seperti panu.

Oh iya, menurut penelitian sungkai mengandung antipiretik yang dapat menurunkan suhu badan dan rebusan dari daun muda sungkai dapat dijadikan obat herbal dalam melancarkan haid juga. Tanaman sungkai dengan nama latin Peronema canescens Jack banyak dijumpai di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Jawa Barat dan seluruh wilayah Kalimantan. Sungkai sebagai cocok tumbuh di tempat yang mengandung cukup air, seperti di tepi sungai.

Kayu sungkai memiliki harga yang stabil dihargai sekitar 4 juta hingga 5 juta per lognya. Kayu Sungkai yang telah diolah berupa furniture dan veneer indah memiliki wilayah pemasaran yang luas untuk kebutuhan lokal dan ekspor dan dapat dihargai sekitar kisaran 6 juta hingga 8 juta tergantung pada kualitas kayunya. Telah dipaparkan mengenai harga dari kayu sungkai tersebut kita menilik ke beberapa peneliti terhadap khasiat daun sungkai yang dijual di beberapa toko online senilai Rp50 ribu per 250 gram. 

Morfologi Tanaman Sungkai

Sungkai atau biasa disebut jati sabrang, kurus, ki sabrang, sekai masuk kedalam famili Verbenaceae. Tanaman sungkai atau Peronema canescens memiliki batang lurus dan sedikit berlekuk dangkal, dan rantingnya memiliki bulu halus. Kulit luar pohon sungkai memiliki warna kelabu atau sawo muda, mengelupas kecil-kecil, dan tipis. Pohon sungkai dapat menghasilkan buah sepanjang tahun, terutama berbuah pada bulan Maret sampai Juni. Permukaan daun pohon sungkai sendiri memiliki ciri-ciri berbulu halus, berwarna abu-abu kotor atau abu-abu terang, satu cabang terdapat lebih dari empat helai daun. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Budidaya Tanaman Sungkai

Setelah kita mengenal morfologi, manfaat, dan kandungan dari sungkai kita beralih membahas mengenai langkah budidaya pohon sungkai. 

1. Mempersiapkan Bibit

Memperoleh bibit sungkai sendiri dapat melalui 2 cara, yaitu secara generatif dan vegetatif. Bibit sungkai yang dengan cara generatif diambil dari benih, sedangkan bibit dengan cara vegetatif diperoleh dari stek. Bibit sungkai dipersiapkan biasanya menggunakan cara vegetatif. Perbedaan pemilihan bibit secara generatif dan vegetatif dijelaskan di bawah ini:

  • Bibit Secara Generatif 

Benih sungkai dapat diperoleh dari buah yang tua menandakan telah matang yang berwarna coklat kelabu. Jemur benih dibawah terik sinar matahari selama 2-3 hari. Tanam benih dalam media pasir dan sekam bakar (1:1) lalu rawat dan siram secara teratur. Pindahkan tanaman berumur 2-4 minggu (sudah berkecambah) dalam polybag berisi tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1) Siram setiap pagi dan sore serta simpan ditempat yang teduh. Kecambah boleh disapih setelah berumur 4 sampai 6 minggu dengan ciri-ciri telah memiliki daun 4 pasang.  Penyapihan dilakukan saat pagi hari atau sore hari setelah jam 16.00 WIB. Media kecambah sebelum dilakukan penyampingan hendaknya dibasahi terlebih dahulu. Mengangkat kecambah dilakukan dengan hati-hati agar akar-akarnya tidak rusak, setelah itu masukkan ke dalam wadah berisi air. Buat lubang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu lainnya agar saat penanaman akar tidak mengalami kerusakan.  

  • Bibit Secara Vegetatif

Stek Sungkai
Bibit Stek Sungkai © Shopee

Pohon sungkai juga umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang. Teknik vegetatif ini diperoleh dengan mengambil trubusan pohon yang berumur dua tahun, lalu ditunggul. Tunggul yang telah dipilih dijadikan sebagai  induk calon stek dengan diameter kurang lebih 2,5 cm dan panjang sekitar 25 – 30 cm dirangsang pertumbuhan akar dengan diberikan hormon pertumbuhan. 

2. Persiapan Lahan Tanam

Persiapan lahan disesuaikan dengan pola tanam yang akan dipakai untuk mempertimbangkan efisien dan efektif dalam pengerjaannya. Alat yang digunakan dalam persiapan lahan tanam ini antara lain, kompas, meteran, dan tali. Pohon sungkai tidak terdapat persyaratan lahan  tanam yang khusus pada ketinggian 0-600 m dpl, hanya faktor pembatas dalam penanaman dengan memperhatikan kesuburan yang rendah, pohon sungkai akan tumbuh dengan baik pada lahan yang lembab dengan solum yang dalam seperti: di pinggir sungai, daerah buluran dan lembah. Sebelum ditanami, lahan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dari tanaman dan gulma yang mengganggu. Gemburkan tanah dengan membolak-balik menggunakan cangkul. Selanjutnya, lubang tanam dengan diameter 10 – 30 cm dan jarak tanam  2 – 4 m. Jarak tanam diperlukan untuk memberikan ruang tumbuh pada tanaman secara optimal dan dapat memudahkan dalam penanaman dan pembudidayaan tanaman. Pengaturan jarak tanam juga digunakan agar mengurangi persaingan memperoleh air dan hara antar tanaman. Lubang tanam sebaiknya dibuat satu minggu sebelum tahap penanaman sungkai dilakukan. 

3. Penanaman

Langkah awal tahap penanaman yaitu menentukan pola tanam yang akan dipakai. Pola tanam yang biasa dipakai yaitu, monokultur. Penentuan pola tanam juga digunakan untuk mempertimbangkan kondisi lahan dan tujuan penggunaan lahan.  Pada lahan subur dan dalam pengerjaannya memiliki tenaga kerja yang kuat sebaiknya memilih pola tanam agroforestry.  Pada lahan yang memiliki kemiringan sebaiknya menggunakan pola tanam monokultur yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah agar tidak terjadinya longsor.  Pola tanam monokultur dapat menanam satu jenis tanaman saja dengan jarak tanam yang sama, biasanya dengan jarak tanam 3×3 m atau 4×2 m. Menggunakan pola tanam monokultur memiliki kelebihan dalam pengerjaannya, dikarenakan dalam pengolahan lahan dilakukan secara seragam dan menghasilkan kayu lebih banyak dengan kualitas lebih baik. Setelah lahan tanam siap, maka tahap selanjutnya yaitu tahap penanaman pohon sungkai. Diamkan tanaman yang telah tumbuh setinggi 30 cm (umur 4-6 bulan) di lahan terbuka selama satu minggu lalu keluarkan dari polybag secara hati-hati sehingga tidak merusak akar sungkai. Masukkan ke dalam lubang tanam dengan memposisikan dengan tegak, kemudian tutup lubang tanam menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1). Beri ajir agar tanaman lebih kokoh. 

4. Perawatan Sungkai

Dalam perawatan tanaman Sungkai agar hasil panen dari kayu sungkai dapat berhasil secara maksimal, diperlukan perawatan dengan memperhatikan penyiraman, penyulaman, pendangiran, penyiangan, pemupukan dan terakhir pemberantasan hama penyakit. 

  • Penyiraman dilakukan dua kali sehari secara teratur. 
  • Lakukan penyulaman pada tanaman-tanaman yang mati dan dilakukan pada tahun pertama setelah penanaman.
  • Penyiangan dilakukan untuk menjaga tanaman sungkai dirugikan oleh gulma sebagai saingan dalam memperoleh cahaya, air dan unsur hara. Pembersihan gulma untuk tanaman sungkai yang muda dilakukan sampai umur sungkai 2 tahun setiap 3 bulan sekali dan tanaman sungkai yang telah dewasa setiap 6 bulan sekali.  Pembersihan gulma dapat dilakukan secara kombinasi antara penebasan dan kimia menggunakan herbisida. 
  • Pemupukan dilakukan sampai tanaman berusia sekitar 3 tahun. Tanaman sungkai yang menerapkan pola tanam monokultur dalam memilih pupuk organik haruslah yang bersifat lambat urai dikarenakan tanaman sungkai memerlukan sedikit tambahan unsur hara. Pupuk tersebut menggunakan pupuk NPK 16-16-16 (50g/batang) pada usia tanaman 2-3 bulan di lahan. Pupuk juga diberikan setiap tahun sebanyak 100g/batang. Pemberian pupuk dilakukan pada radius sekitar 10cm (sesuai lebar tajuk). Hama yang biasa menyerang sungkai umumnya yaitu penggerek batang dan dapat ditangani dengan menggunakan insektisida sistemik. 
  • Setelah tanaman sungkai mencapai umur sekitar kurang lebih 3 bulan, sungkai dapat dipindah ke lahan tanam yang lebih luas.

Membuat Ramuan Rebusan Daun Sungkai

Dilansir oleh JAMBIONE.COM, ramuan dari rebusan daun sungkai yang dipercaya meningkatkan imunitas tubuh manusia. Proses pembuatan ramuan daun sungkai dari awal hingga akhir secara bertahap akan dipaparkan berikut ini:

  1. Pilih daun sungkai muda dan segar 5-7 helai. Pemilihan daun muda tersebut dikarena daun yang masih muda berkhasiat tinggi untuk dikonsumsi.
  2. Setelah memilih daun sungkai, cucilah daun tersebut dengan bersih.
  3. Daun sungkai dimasukkan ke dalam wadah rebusan, dapat menggunakan panci ataupun sejenisnya yang berisi air dengan sebanyak 500 gram atau takaran 2 gelas ukuran sedang.
  4. Jangan lupa untuk menutup wadah dan rebus hingga air menyusut sampai tinggal 200 gram atau takaran 1 gelas. 
  5. Air rebusan ditiriskan hingga dingin, setelah proses tersebut air rebusan dapat diminum. Air rebusan tersebut juga dapat ditambahkan madu dengan takaran 2 sendok makan.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Ariefa Primair Yani dkk menyatakan bahwa kandungan dalam daun sungkai ini dapat dimanfaatkan dalam menjadi dan menguatkan sistem imun tubuh kita. Arief juga menyebut kandungan dalam daun sungkai ini mempunyai dalam menurunkan panas. Wilayah yang sering menggunakan daun sungkai dalam pengobatan, yaitu Sumatra Selatan dan Lampung, mempercayai daun sungkai antiplosdium dan obat demam. Daun muda sungkai ini juga sering dalam memandikan wanita setelah bersalin dan dijadikan obat kumur untuk mencegah sakit gigi. 

Setelah banyak membahas segala hal mengenai pohon sungkai yang akhir-akhir ini sedang populer dikarenakan adanya informasi mengenai daun sungkai yang dapat berkhasiat mengobati pasien Covid-19, namun informasi tersebut belum sepenuhnya benar dikarenakan masih diadakannya penelitian mendalam terhadap daun yang banyak manfaat yang diberikan. Ada baiknya sebelum menjadikan sebuah informasi masuk ke dalam perspektif diri, kenali terlebih dahulu dan menunggu keputusan para ahli untuk menghentikan informasi palsu atau hoaks. 

Penulis: Zulfa Khoirun Nisa

Referensi: 

Literatur

https://health.grid.id/read/352173848/daun-sungkai-untuk-mengobati-infeksi-virus-covid-19-di-jambi-idi-provinsi-jambi-dan-gubernur-angkat-bicara?page=all

https://m.solopos.com/daun-sungkai-tanaman-asli-indonesia-jadi-penangkal-virus-corona-1059014 

Gambar

Pohon sungkai : https://hijaukan.com/kayu-sungkai/

Gubenur Jambi saat menunjukan daun sungkai : 

https://jambi.tribunnews.com/2020/04/26/dipercaya-jadi-obat-virus-corona-ini-asal-dari-daun-sungkai-ternyata-sudah-dijual-secara-online 

Bibit steak sungkai : https://shopee.co.id/Bibit-pohon-stek-daun-sungkai-i.251155317.5436647852