Tanami: Panduan Umum Menanam Jambu Air

Cara Budidaya Jambu Air
Cara Budidaya Jambu Air | Sumber: https://agrotek.id/morfologi-dan-klasifikasi-tanaman-jambu-air/

Salah satu kenangan paling indah dari masa kecil banyak orang adalah ketika bersepeda keliling kompleks dan memetik buah jambu air yang tumbuh di pinggiran bersama teman-teman di sore hari. Buahnya yang segar, manis sedikit asam, dan berair cukup populer di Indonesia. Yuk simak panduan menanam jambu air yang akan dituliskan oleh tim LindungiHutan!

Ads

Baca Lainnya : Jelajahi 7 Taman Nasional di Jawa yang Patut Dikunjungi

Yuk Mulai Menanam Jambu Air!

Yuk Mulai Menanam Jambu Air
Yuk Mulai Menanam Jambu Air

Dalam panduan umum menanam jambu air, terdapat dua spesies jambu air yang paling umum dikonsumsi, Syzigium aqueum dan Syzigium samarangense. Keduanya terlihat sama, namun biasanya ukuran Syzigium samarangense lebih besar. Untuk menanam pohon jambu air produktif dengan hasil buah baik, terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu, kualitas bibit, kualitas lahan digunakan, serta teknik penanaman. 

Kualitas benih seringkali menentukan kualitas buah yang akan dihasilkan nanti. Ketika ingin menanam pohon jambu air, ada dua metode persemaian yang dapat dipilih, metode vegetatif atau metode generatif. Persemaian secara vegetatif berarti bibit yang digunakan berasal dari hasil cangkok, okulasi, dan stek pohon yang sudah ada. Persemaian secara generatif artinya menanam pohon jambu air baru dari benih hasil fertilisasi. Hasil persemaian vegetatif biasanya akan lebih cepat berbuah. Nah, mari kita tinjau terlebih dahulu panduan umum menanam jambu air.

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Ketika ingin menyemai jambu air, pastikan benih yang dipilih berasal dari buah yang memiliki kualitas baik, yaitu buah dengan rasa manis, bentuk besar, tumbuh secara cepat, dan didapatkan dari pohon produktif. Benih yang akan digunakan harus disiapkan terlebih dahulu dengan cara memisahkan benih dari daging buah yang sudah matang. Benih kemudian direndam dalam air bersih selama satu setengah jam. Benih yang layak ditanam adalah yang tenggelam. Setelah direndam, benih harus dikeringkan di bawah terik matahari. Benih yang sudah kering siap untuk digunakan.

Penyemaian benih dapat dilakukan dengan membuat bedeng semai atau menggunakan polybag. Jika ingin menggunakan teknik bedengan, tanah harus diolah terlebih dahulu menggunakan cangkul sedalam 30-40 cm dan dibiarkan kering selama 15-30 hari. Bedengan yang dibuat harus memiliki lebar 1-1,2 m dengan tinggi 30-20 cm. Jarak antar bedengan adalah 60 cm, panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan. Agar tanah bedengan subur, campurkan tanah dengan pupuk kandang sebanyak 2 kg untuk tiap meter persegi. Setelah tanah diolah, buatlah sungkupan dengan bentuk setengah lingkaran setinggi minimal 50 cm dan sungkupan dinaungi oleh plastik bening. Ketika semua telah siap, benih dapat ditanam. 

Sementara itu, Polybag dapat digunakan dengan cara melubangi dasar polybag dengan diameter 10-15 cm. Polybag kemudian diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan rasio 2:1. Polybag kemudian disimpan dalam sungkup. 

Semaian harus dirawat agar tumbuh dengan baik. Ketika musim kemarau, semaian harus disiram sebanyak satu sampai dua kali sehari. Gulma yang tumbuh harus dicabut. Jangan lupa lakukan pemupukan tiap tiga bulan dengan urea, SP-36 dan KCl sebanyak 50-100 gr/m2 atau 4 gr tiap polybag. Untuk membantu adaptasi tumbuhan, sungkupan juga dapat dibuka ketika cuaca cerah secara berangsur-angsur. Semaian akan siap dipindahkan ke polybag baru setelah berumur enam bulan. Setelah 10-12 bulan, semaian siap ditanam di tanah baru dan tumbuh menjadi pohon jambu air. 

Bibit Cangkok
Bibit Cangkok | Sumber: http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/527-perbanyakan-tanaman-jambu-biji
Bibit Enten
Bibit Enten | Sumber: http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/527-perbanyakan-tanaman-jambu-biji

Semai vegetatif biasa disebut dengan bibit. Terdapat dua jenis bibit yang umum dihasilkan, bibit enten serta bibit cangkok. Bibit enten merupakan hasil sambungan pohon yang dihasilkan dari bibit dan berumur 10 tahun serta pohon unggul. Bibit cangkok dibuat dari cabang tanaman unggul dan produktif. Kedua bibit harus ditanam di dalam polybag berisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 selama satu bulan.

Lubang untuk Menanam Jambu Air
Lubang untuk Menanam Jambu Air | Sumber: http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/527-perbanyakan-tanaman-jambu-biji
Pola Peletakkan Lubang
Pola Peletakkan Lubang | Sumber: http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/527-perbanyakan-tanaman-jambu-biji

Lahan yang akan digunakan dapat disiapkan sebelum proses pindah tanam. Tanah yang digunakan harus digemburkan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul. Kemudian, lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm digali. Jika ingin menanam beberapa pohon, beri jarak 8 x 8 m antara lubang. Isi lubang dengan pupuk kandang serta 1 blek minyak tanah dan biarkan selama 15 hari. Pastikan lahan yang akan digunakan bebas dari rerumputan, semak, dan binatang yang dapat mengganggu pertumbuhan pohon.

Ketika lahan yang akan digunakan sudah siap, masukkan semaian yang telah dikeluarkan dari polybag ke dalam lubang. Selanjutnya, tutup dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari di awal musim hujan. Jangan lupa untuk memberikan banyak air agar pohon dapat tumbuh dengan baik.

Cara Merawat dan Memanen Jambu Air

Ketika penanaman pertama kali, beberapa tanaman mungkin gagal tumbuh dan mati. Tanaman yang mati tersebut harus segera diganti. Penggantian tanaman yang mati harus dilakukan dalam kurun waktu satu bulan. Langkah ini lebih sering disebut sebagai penyulaman.

Perawatan paling sederhana yang wajib dilakukan adalah menyiram pohon dengan benar. Pohon jambu air yang muda harus disiram sebanyak satu sampai dua kali dalam sehari. Untuk pohon yang tua, penyiraman cukup dilakukan sebanyak 10 – 12 kali selama sebulan. Frekuensi penyiraman jangan lupa disesuaikan dengan curah hujan di area penanaman. 

Selain air, pohon juga membutuhkan makronutrien dan mikronutrien agar dapat tumbuh dengan baik. Untuk memastikan pohon mendapatkan seluruh nutrisi yang dibutuhkan, tanah harus diberi pupuk NPK atau pupuk kandang setiap tiga bulan atau paling sedikit dua kali dalam setahun. Pemupukan dilakukan di sekitar pohon dengan radius satu meter. Jangan terlalu banyak memberikan pupuk agar tidak terjadi pencemaran tanah.

Pohon membutuhkan lingkungan hidup yang bebas dari gulma, hama, dan penyakit agar dapat tumbuh dengan optimum. Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu, penyiangan rumput dan pemberantasan hama serta penyakit. Rumput serta tanaman liar yang tumbuh disekitar pohon harus rutin dicabuti agar tidak mencuri nutrisi dari tanah. Ketika terdapat hama atau penyakit pada pohon, kedua pengganggu tersebut harus segera dikendalikan baik secara mekanik, kimiawi, maupun secara biologi. Tapi ingat, jangan menggunakan terlalu banyak pestisida, cukup satu sampai dua minggu sekali. Selain membuang uang, penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menciptakan resistensi hama serta mencemari lingkungan. 

Beberapa hama yang umum mengganggu pohon jambu air adalah ulat kupu-kupu gajah yang berwarna hijau muda kebiruan, kutu perisai hijau, pasilan dan benalu, lalat buah, serta keluang dan codot. Jumlah ulat kupu-kupu gajah, kutu perisau hijau, pasilan dan benalu dapat dikendalikan dengan cara membuang hama yang terlihat. Buah dapat dibungkus dengan plastik agar codot tidak merusak buah jambu air yang sedang tumbuh

Selain mengeliminasi gangguan eksternal, untuk memastikan sumberdaya digunakan secara optimum pada pohon. Cabang pohon  yang tidak produktif harus dipangkas agar kanopi dapat terbentuk dengan baik dan hasil buah maksimal. Membiarkan cabang yang tidak produktif tumbuh dapat menyebabkan nutrisi tersebar di pohon sehingga tidak terkonsentrasi pada buah yang sedang berkembang.

Pemangkasan Cabang Pohon
Pemangkasan Cabang Pohon | Sumber: https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/pemangkasan-jambu-biji-yang-ditanam-di-pekarangan-rumah-55

Selain metode perawatan di atas, ada beberapa kiat lain yang dapat membantu kamu menghasilkan pohon yang produktif, yaitu : 

  1. Ketika menggunakan bibit enten, pastikan bagian bawah bibit berasal dari pohon hasil perbanyakan benihdengan umur paling muda sepuluh tahun serta bagian atas berasal dari induk unggul yang menghasilkan buah manis dan besar.
  2. Bibit cangkok yang baik harus diambil dari pohon yang produktif serta pastikan cabang yang digunakan berwarna hijau keabuan dengan diameter 1,5 cm. Pastikan pula, bibit cangkok dipotong dari pohon setelah tumbuh akar.
  3. Tanam pohon jambu di tempat yang memiliki curah hujan rendah atau kering sekitar 500-3000 mm/tahun dan musim kemarau berdurasi lebih dari empat bulan
  4. Agar pohon jambu air dapat bertahan hidup, sebaiknya tanam pada tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak bahan organik serta memiliki pH sekitar 5.5-7.5
  5. Sebaiknya, tempat penanaman pohon adalah daerah yang berangin karena proses penyerbukan akan sangat terbantu dengan keberadaan angin.
  6. Ketika akan menyemprotkan pestisida pada bibit, sebaiknya gunakan pestisida dengan konsentrasi 30%-50% dari dosis anjuran. 
  7. Ketika bibit pohon berasal dari hasil cangkok, lubang pada tanah tidak harus digali terlalu dalam, sedangkan bibit yang dihasilkan dari okulasi membutuhkan lubang yang lebih dalam. 
  8. Sabar dan telaten! Merawat pohon membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi, jangan lupa berikan rasa sayang ke pohon.

Setelah tiga tahun merawat bibit yang tumbuh menjadi pohon. Saatnya kita memanen buah merah yang sudah kita tunggu-tunggu! Biasanya pohon akan berbunga sebanyak dua kali dalam setahun pada bulan Juli hingga September. Bunga tersebut kemudian akan menghasilkan buah yang siap panen pada kisaran bulan Agustus hingga September. Pemanenan buah dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun tergantung pada kondisi lingkungan pohon. 

Buah seperti apa sih yang siap panen? Jambu air yang siap panen adalah buah dengan warna merah yang lebih banyak dibandingkan warna hijaunya dan berukuran besar. Buah harus dipetik dari tangkainya dengan hati-hati agar tidak rusak. Buah yang sudah dipetik dapat disimpan dalam keranjang plastik dan disimpan pada ruangan yang sejuk. Jangan lupa bersihkan buah dengan air mengalir agar debu dan sisa pestisida tidak menempel kemudian keringkan dengan baik. Jika buah akan dijual, sebaiknya buah disortir berdasarkan kualitas dan ukuran. Buah yang cacat jangan disatukan dengan buah yang memiliki bentuk baik. Agar tidak cepat busuk sebaiknya buah disimpan dalam tempat yang dingin. 

Jambu air yang telah dipanen kini dapat dinikmati, dijadikan rujak atau dimakan tanpa tambahan bisa menjadi pilihan yang lezat. Semoga informasi panduan menanam jambu Air di atas dapat membantu teman-teman merawat pohon jambu air sehingga penanaman bibit tidak menjadi sia-sia. Selamat mencoba!

Penulis : Aisyah Mustika dan Alma Cantika Aristia

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!