Pohon Tengkawang: Pohon Khas Kalimantan yang Terancam

pohon tengkawang
mongabay.co.id

Kalimantan merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan alam yang cukup melimpah di Indonesia. Sangat disayangkan banyak sekali keanekaragaman hayati di Kalimantan yang kurang dikenal sehingga tidak dimanfaatkan dengan baik bahkan kini mulai terancam keberadaannya. Salah satu kekayaan alam hayati tersebut adalah pohon tengkawang yang dapat ditemukan di kawasan hutan tropis Indonesia, salah satunya di Kalimantan. Tahukah kalian apa itu pohon tengkawan? Bagaimana bisa keberadaannya sekarang dilindungi, ya? Yuk, kita caritahu lebih dalam!

Ads

Morfologi Pohon Tengkawang

Ⓒ abangnji.com
abangnji.com

Pohon tengkawang dapat bertumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter dengan diameter atau garis tengah batang mencapai 60 sentimeter. Batang pohon ini berbentuk tegak, lurus dan tidak berbanir. Permukaan batang pohon ini berwarna keabu-abuan dengan terdapat bercak. Daun pohon tengkawang termasuk dalam daun tunggal dengan ciri-ciri kaku, besar dan tebal berbentuk bulat memanjang. Sedangkan buah pojon ini berbentuk bulat menyerupai telur dengan bulu tebal dan bersayap karena termasuk dalam famili Dipterocarpaceae. Produksi buah dapat mencapai maksimal saat pohon berusia sekitar 12 tahun lebih dengan perkiraan produksi 600 hingga 9000 kilogram buah tengkawang dalam satu hektar tanah yang ditinggali.

Taksonomi Pohon Tengkawang

Pohon tengkawang yang sering juga disebut dengan pohon meranti dalam bahasa inggris disebut dengan illipe nut atau borneo tallow nut karena banyak ditemukan di Pulau Kalimantan, Indonesia. Pohon ini secara taksonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Angiospermae

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kelas : Eudikotil, Rosidae

Ordo : Malvales

Famili : Dipterocarpaceae

Genus : Shorea

Habitat

Pohon tengkawang termasuk dalam genus Shorea (Meranti) dan famili Dipterocarpacea. Selain di Indonesia pohon ini banyak ditemukan di kawasan Asia tenggara lainnya, seperti Thailand, Malaysia, Serawak, Sabah, hingga Filipina. Sejak tahun 1881, di Indonesia terdapat 13 jenis pohon tengkawang, dimana 10 diantaranya terdapat di Pulau Kalimantan dan 3 jenis lainnya terdapat di Pulau Sumatera. Pada dasarnya pohon satu ini banyak ditemukan penyebarannya secara mengelompok, tumbuh dan berkembangbiak pada wilayah hutan hujan tropis dengan dengan iklim curah hujan yang cukup. Sebagian besar jenis dari tanaman kelompok dipterokarpa ini akan lebih bertumbuh dengan baik pada daerah di atas lereng dan bukit, sesuai dengan topografi daerah di kawasan hutan ujan Asia. Jenis pohon khas ini ada yang relatif tinggal di wilayah dengan kemiringan atau kelerengan lebih dari 40% seperti halnya jenis Shorea beccariana Burck, S. seminis Sloot, S. pinanga Scheff,  dan S. macrophylla Ashton. Beberapa jenis juga ditemukan bertumbuh dengan baik pada wilayah dengan kelerengan kurang dari 25% seperti jenis Shorea macrophylla Ashton, yang mayoritas akan hidup secara mengelompok di sepanjang aliran perairan. 

Baca lainnya: Kucing Bakau, Si Penyelam Ahli yang Populasinya Kian Kritis

Manfaat

Sejak tahun 1881 pohon tengkawang menjadi salah satu flora yang berkembangbiak di hutan Kalimantan Barat dengan nilai ekonomis yang baik karena merupakan penghasil minyak nabati karena memiliki kadar minyak nabati yang cukup tinggi. Buah pohonnya diproses untuk diambil kandungan minyaknya kemudian digunakan sebagai pembuatan lilin, kosmetik, dekorasi, sabun hingga bahan pengolahan makanan seperti pembuatan cokelat. Kandungan minyak lemak nabati juga dapat diperoleh dari bijinya yang telah banyak ditemukan dalam dunia industri sebagai bahan dasar namun belum begitu banyak diolah lebih lanjut. Lemak nabati dari pohon tengkawang ini kemudian dikenal dengan borneo tallow.

Selain sebagai penghasil minyak nabati, biji dari pohon tengkawang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, bahan makanan hingga bahan kosmetik atau kecantikan. Kayu dari pohon tengkawang yang secara komersil dikenal dengan nama kayu meranti banyak dimanfaatkan sebagai bahan venir, kayu lapis, bahan kayu perkapalan, bahan pembuatan alat musik dan bangunan perumahan, bahan dasar meubel hingga peti kemasan.

Sebagai Alternatif Dari Minyak Sawit

Banyak upaya yang telah dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk bisa mengolah pohon tengkawang menjadi minyak nabati. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura pernah melakukan kerjasama dengan Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional dalam memfasilitasi peralatan tekan atau press untuk pembuatan minyak dari buah dan biji pohon tengkawang juga guna pembuatan tepung kepada Kelompok Tani Tengkawang Layar di Dusun Malayang, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Hal ini disertai dengan upaya Pemerintah setempat (kabupaten Bengkayang) untuk melestarikan pohon tengkawang yang mulai langka ini dengan memfokuskan Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Seluas untuk menanam bibit pohon tersebut. Hal ini cukup strategis di wilayah tersebut dikarenakan persediaan minyak sawit yang cukup tidak terjangkau sehingga memberdayakan potensi pohon tengkawang di wilayah tersebut cukup strategis guna memberikan alternatif minyak nabati.

Ternyata banyak ya manfaat dari tanaman tengkawang atau meranti ini? Sayang sekali jenis tanaman ini sudah termasuk sebagai tanaman yang dilindungi keberadaannya. Yuk bersama-sama kita tidak cukup dengan mengenalnya saja tapi berusaha untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang alam ini ke masyarakat luas sehingga lebih banyak manusia yang mau melestarikannya kembali.

 

Penulis: Ivena Christie

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Literatur

Abangnji.com (n.d.). Tengkawang Tungkul, Maskot Kalimantan Yang Semakin Langka. Retrieved on January 27, 2021, from https://www.abangnji.com/2019/11/tengkawang-tungkul-maskot-kalimantan.html

Mongabay.co.id (n.d.). Tengkawang, Tanaman Maskot Kalimantan Barat dengan Aneka Manfaat. Retrieved on January 27, 2021, from https://www.mongabay.co.id/2016/06/17/tengkawang-tanaman-maskot-kalimantan-barat-dengan-aneka-manfaat/

Saridan, Amiril, et al. 2013. Sebaran Dan Potensi Pohon Tengkawang Di Hutan Penelitian Labanan, Kalimantan Timur. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!