Tentang Penurunan Satwa Liar di Berbagai Belahan Dunia: Apa Kabar Gajah Afrika?

Sebuah studi yang dilaporkan oleh Jurnal Current Biology (terbit 1 April 2021) telah memberikan kabar baik sekaligus kabar buruk bagi masa depan gajah afrika. Pada jurnal tersebut, disebutkan bahwa Benua Afrika yang memiliki lahan sesuai untuk habitat gajah seluas 18 juta kilometer persegi ini ternyata hanya dihuni oleh sejumlah kecil populasi satwa liar tersebut. Kenyataannya, jumlah gajah afrika telah merosot tajam hingga menyentuh 17 persen serta terancam punah. Fenomena ini diduga diakibatkan oleh perburuan ilegal dan perusakan habitat. Kemerosotan populasi satwa liar Afrika ini dibuktikan dengan masuknya gajah afrika ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan label Endangered dan Critically Endangered.

Ads

Mengapa Terjadi Penurunan Satwa Liar di Dunia?

Gambar 1. Gajah Afrika
Gambar 1. Gajah Afrika

Tidak hanya terjadi pada gajah afrika, beberapa satwa liar lain di seluruh dunia juga mengalami penurunan populasi sehingga terancam punah, seperti misalnya harimau sumatra, orang utan, burung cendrawasih, dan badak bercula satu. Kejadian ini tidak dapat dilepaskan dari peran manusia dalam perburuan berlebihan serta adanya perubahan iklim yang mengakibatkan berbagai satwa semakin sulit beradaptasi sehingga tidak dapat meneruskan keturunannya. Beberapa upaya untuk menanggulangi permasalahan ini telah berusaha dilakukan, seperti dibuatnya hutan lindung, ditetapkannya undang-undang pelarangan penangkapan satwa tertentu, serta pendirian berbagai badan konservasi milik pemerintah dan swasta.

Seperti yang dialami spesies satwa liar lainnya, populasi gajah afrika juga telah menurun, begitu pula dengan jangkauan geografisnya. Penyusutan ini diduga diakibatkan oleh perburuan berlebihan dengan tujuan mendapatkan gading gajah untuk memenuhi permintaan pasar. Padahal, gajah memiliki siklus reproduksi yang cukup lama yaitu sekitar 18-22 bulan untuk tiap kehamilannya. Hal ini tentu sangat beresiko buruk serta mengancam jumlah populasi satwa ini jika tidak kunjung dihentikan. Selain itu, adanya kehilangan habitat akibat pertumbuhan populasi manusia yang menekan wilayah jangkauan gajah melalui pembuatan lahan pertanian dan pemukiman juga memiliki andil dalam berkurangnya jangkauan aktivitas satwa tersebut. 

Mengenal Gajah Afrika

Gambar 2. Gajah Afrika
Gambar 2. Gajah Afrika

Gajah afrika merupakan sebutan bagi dua spesies gajah yang mendiami sebagian besar wilayah Afrika, yaitu gajah hutan afrika (Loxodonta cyclotis) dan gajah sabana afrika (Loxodonta africana). Kedua spesies gajah ini sama-sama masuk dalam kategori terancam kepunahan. Habitat gajah hutan Afrika ialah di hutan hujan wilayah Lembah Kongo dan Afrika Barat. Sedangkan gajah sabana afrika kerap kali ditemukan di wilayah dataran berumput dan semak belukar di Afrika Timur, Tengah, dan Selatan.

Satwa besar Afrika ini merupakan salah satu mamalia terbesar dengan ukuran belalai serta gading yang besar pula. Satwa yang secara umum memiliki rentang waktu hidup 70 tahun ini biasa mengonsumsi dedaunan, rumput, buah, dan kulit kayu. Gajah Afrika biasa hidup dalam kelompok dalam struktur sosial yang terorganisir (kawanan matriarkal). Salah satu fakta unik yang dimiliki gajah adalah terletak pada pola komunikasinya yang kerap kali menggunakan suara berfrekuensi rendah di bawah pendengaran manusia untuk menjangkau kawanan lain yang terpisah bermil-mil jauhnya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Penurunan Populasi Gajah Afrika

Penelitian terbaru mempublikasikan adanya penurunan jumlah gajah afrika di seluruh benua. Jumlah gajah hutan afrika turun lebih dari 86% dalam 31 tahun terakhir, sementara populasi gajah sabana Afrika menurun setidaknya 60% selama 50 tahun terakhir. Kedua spesies tersebut mengalami penurunan tajam sejak 2008 karena peningkatan perburuan yang signifikan. Penurunan ini mencapai puncaknya pada 2011. Saat ini, konversi habitat mereka yang sedang berlangsung terutama untuk pertanian dan penggunaan lahan lainnya. Laporan Status Gajah Afrika IUCN 2016 memberikan perkiraan terbaru yang dapat diandalkan dari populasi kontinental dari gabungan kedua spesies tersebut, yaitu sekitar 415.000 gajah.

Gajah Afrika telah diburu untuk diambil gadingnya selama berabad-abad. Hal ini dikarenakan gading gajah dianggap sangat berharga untuk digunakan dalam pembuatan perhiasan serta keperluan estetika lainnya. Permintaan gading sangat tinggi termasuk pada tahun-tahun menjelang status gajah sebagai spesies terancam sehingga yang terjadi ialah populasinya yang terus-menerus menurun. Gajah ini memainkan peran kunci dalam ekosistem, ekonomi, dan keseimbangan lingkungan di seluruh dunia. Jika populasi gajah di afrika terus menurun hingga berada di ambang kepunahan, maka dampak buruknya akan dirasakan oleh tiap makhluk di bumi khususnya bagi manusia, hewan, dan tumbuhan yang bersinggungan secara langsung dengan ekosistem dan rantai makanan gajah afrika.

 

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

 

Referensi Literatur:

Cell Press. “African elephants’ range is just 17 percent of what it could be.” ScienceDaily. ScienceDaily, 1 April 2021. www.sciencedaily.com/releases/2021/04/210401112538.htm

“African Elephant Species Now Endangered and Critically Endangered -.” IUCN, 25 Mar. 2021, www.iucn.org/news/species/202103/african-elephant-species-now-endangered-and-critically-endangered-iucn-red-list.

“LibGuides: African Elephants (Loxodonta Africana and L. Cyclotis) Fact Sheet: Summary.” San Diego Zoo Wildlife Alliance Library, ielc.libguides.com/sdzg/factsheets/african_elephant/summary. Accessed 25 Apr. 2021. 

 

Referensi Gambar:

https://www.iucn.org/news/species/202103/african-elephant-species-now-endangered-and-critically-endangered-iucn-red-list

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan! 

Enable Notifications    Ok No thanks