Terancam Punah! 5 Spesies Badak yang Masih Eksis di Dunia

Badak merupakan salah satu mamalia terestrial yang keberadaannya saat ini sudah terancam punah. Populasi badak yang hidup di alam sudah mulai menurun. Yuk ketahui dan cari tahu lebih lanjut mengenai badak, Sahabat Alam!

Ads

Klasifikasi Ilmiah Badak

badak india
Gambar 1 Greater one-horned rhinoceros (Rhinoceros unicornis) from Royal Chitwan National Park

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mamalia

Ordo : Perissodactyla

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Famili : Rhinocerotidae (Gray, 1821)

Genus :Ceratotherium, Dicerorhinus, Diceros, Rhinoceros, Coelodonta (punah), Elasmotherium (punah)

Setidaknya di dunia terdapat 5 spesies badak yang masih eksis hingga saat ini, yaitu Badak Putih (Ceratotherium simum), Badak Hitam (Diceros bicornis), Badak India (Rhinoceros unicornis), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Morfologi dan Anatomi Badak

badak hitam
Gambar 2 Badak Hitam (Diceros bicornis)

Morfologi dari badak yang unik dan khas adalah cula. Terdapat dua jenis badak berdasarkan jumlah cula yang dimilikinya, yaitu badak bercula satu dan badak bercula dua. Kulit tubuh beberapa jenis badak memiliki tekstur keras dan kasar dengan warna coklat kemerah-merahan hingga kehitaman. Tepat di bagian perut dan kaki terdapat lipatan kulit yang jelas. Bentuk bibir badak sangat unik, karena terlihat melengkung dan saling mengait ke atas. Selain itu, satwa terestrial ini juga dikenal sebagai mamalia berkuku satu atau Perissodactyla.

Di antara kelima jenis badak, Badak Sumatera merupakan jenis badak yang paling kecil ukuran tubuhnya. Tinggi Badak Sumatera dari telapak kaki sampai punggung hanya sekitar 1 sampai 1,5 meter. Sedangkan dari ujung ekor sampai ke bagian mulutnya memiliki panjang 2 sampai 3 meter. Bobot tubuh Badak Sumatera berada pada kisaran antara 600 sampai 1.000 kg dan memiliki dua cula yang tumbuh di bagian atas hidung dan dekat mata. Sedangkan badak dengan cula satu yang terkenal, yaitu Badak India dan Badak Jawa. Perbedaannya hanya pada ukuran tubuhnya, ukuran tubuh Badak Jawa lebih kecil daripada ukuran Badak India yang lebih besar. Badak India dikenal dengan sebutan “greater one horned rhino.”

Spesies badak terbesar yang hidup di benua Afrika, yaitu Badak Putih, memiliki bobot tubuh 1.800 sampai 2.700 kg dan memiliki cula dua. Pada tubuh spesies ini terdapat semburat putih dan memiliki bentuk mulut yang cenderung kotak. Sedangkan jenis badak di Afrika yang memiliki ukuran tubuh kecil adalah Badak Hitam, bobotnya hanya sekitar 900 sampai 1.400 kg dan uniknya bentuk mulut badak ini menyerupai kait. 

Habitat Badak dan Persebarannya

badak jawa
Gambar 3 Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sedang berkubang di Taman Nasional Ujung Kulon 

Habitat badak setidaknya harus bisa memenuhi kebutuhan hidup bagi badak tersebut, seperti makanan, air, udara bersih, garam mineral, tempat berlindung, tempat berkembang biak, tempat berkubang, dan mengasuh anak. Badak dikenal sebagai satwa yang suka berkubang di tanah berlumpur. Kubangan merupakan salah satu komponen fisik habitat badak dengan fungsi yang sangat erat kaitannya dengan proses penyesuaian diri terhadap perubahan keadaan lingkungan, yaitu untuk penurunan suhu tubuh. Menurut Rahmat et al. (2008), kubangan-kubangan yang biasanya digunakan oleh badak mempunyai ukuran yang bervariasi, yaitu memiliki panjang 2,2-13 meter dengan lebar 1,7-9 meter. 

Badak dapat hidup di habitat padang rumput, savana, hutan subtropis, semak belukar, padang pasir, lahan basah, dan hutan hujan tropis. Hidup di daerah dengan ketinggian 0-225 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan 25-45%. Badak Putih ditemukan hidup tersebar di Afrika Selatan, Sudan Selatan, Zimbabwe, Zambia, Namibia, Kenya, Botswana, dan Uganda. Sedangkan jenis Badak Hitam ditemukan di Afrika Selatan, Zimbabwe, Tanzania, Kenya dan Namibia. Badak India merupakan salah satu spesies badak asli India dan menyebar hingga ke Nepal. Untuk jenis badak yang ditemukan di Indonesia, yaitu Badak Jawa dan Badak Sumatera. 

Badak Jawa merupakan spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di habitat alaminya, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat. Selanjutnya Badak Sumatera, tersebar di sepanjang hutan Sumatera dan Semenanjung Malaya, yaitu di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Way Kambas hingga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). TNBBS ditetapkan sebagai The Tropical 2 Rainforest Heritage of Sumatra yang merupakan kantong habitat alami dari spesies Badak Sumatera.

Status Konservasi dan Perlindungan Badak

badak putih india
Gambar 4 Badak Putih  (Ceratotherium simum

IUCN (2020) menyatakan bahwa status konservasi Badak Putih (Ceratotherium simum) saat ini adalah near threatened (NT) atau hampir terancam punah dengan tren populasi yang terus menurun. Jumlah individu Badak Putih di dunia, diduga sebanyak 10.080 individu. Ancaman yang diduga menyebabkan populasi badak ini menurun adalah perburuan liar untuk diambil culanya, penyakit, perubahan iklim dan cuaca, perubahan habitat hingga kematian karena suatu insiden tertentu di habitat alaminya. 

Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species 2020, Badak Hitam atau Black  Rhino memiliki status konservasi critically endangered (CR) atau kritis. Diperkirakan populasinya saat ini hanya sebanyak 3.142 individu yang hidup di alam liar. Greater one-horned rhino, salah satu spesies badak asli India, saat ini statusnya dinyatakan rentan atau vulnerable (VU) oleh IUCN Red List of Threatened Species 2018. Jumlah populasi Badak India hanya sekitar 2.100 – 2.200 individu saja. 

Kemudian, IUCN (2019) juga menyatakan bahwa spesies Badak Jawa yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon memiliki status critically endangered (CR) atau kritis. Tren populasi Badak Jawa saat ini cenderung stabil dengan jumlah populasi yang tercatat oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) pada periode tahun 2018-2019 sebanyak 72 individu. Selain itu, Badak Jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) pada tahun 1978 sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah.

Jumlah populasi Badak Jawa yang sedikit dan hanya terdapat di satu areal memiliki resiko kepunahan yang tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menjamin kelestarian populasi Badak Jawa dalam jangka panjang dan  salah satu menghindari risiko kepunahan merupakan program konservasi Badak Jawa di Indonesia saat ini.

badak sumatera
Gambar 5 Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Spesies selanjutnya adalah Badak Sumatera, populasinya yang terus menurun menyebabkan spesies ini oleh IUCN dinyatakan sebagai spesies kritis atau critically endangered (CR) dan termasuk dalam kategori Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Kedua jenis badak khas Indonesia, yaitu Badak Jawa dan Badak Sumatera kemudian dimasukkan ke dalam daftar satwa yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Rata-rata populasi badak di dunia mengalami ancaman kepunahan karena fragmentasi habitat, perburuan liar, penyakit, dan intensitas kerusakan habitat seperti deforestasi maupun perubahan tutupan lahan yang dulunya adalah habitat badak. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi badak di dunia agar tetap eksis hingga masa yang akan datang.

Author: Ziyadatul Hikmah

Reference: 

Ekor9. 2021. 5 jenis badak yang belum punah, masih ada di dunia. [diakses 30 Sept 2021].  https://www.ekor9.com/jenis-badak-di-dunia/

Ellis S, Talukdar B. 2019. Rhinoceros unicornis. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T19496A18494149. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T19496A18494149.en. Downloaded on 30 September 2021.

Ellis S, Talukdar B. 2020. Dicerorhinus sumatrensis. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6553A18493355. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T6553A18493355.en. Downloaded on 30 September 2021.

Ellis S, Talukdar B. 2020. Rhinoceros sondaicus. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T19495A18493900. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T19495A18493900.en. Downloaded on 30 September 2021.

Emslie R. 2020. Ceratotherium simum. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T4185A45813880. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-1.RLTS.T4185A45813880.en. Downloaded on 30 September 2021.

Emslie R. 2020. Diceros bicornis. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T6557A152728945. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-1.RLTS.T6557A152728945.en. Downloaded on 30 September 2021.

Rahmat UM, Santosa Y, Kartono AP. 2008. Analisis preferensi habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus, Desmarest 1822) di Taman Nasional Ujung Kulon. JMHT. 14(3): 115-124.

Rimbakita. 2019. Badak Sumatera – taksonomi, habitat, sebaran populasi, perilaku & kelangkaan. [diakses 30 Sept 2021]. https://rimbakita.com/badak-sumatera/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!