Terkadang Nampak Berbeda, Ada Apa Dengan Kayu Itu?

Ⓒ lama.pustekolah.org
Ⓒ lama.pustekolah.org

Pernahkah kamu secara tidak sadar tertahan untuk diam dan merenung ketika memandangi bagian kayu ataupun pohon? Ya, terkadang mereka tampak sedikit aneh dari kondisi idealnya. Pohon yang seharusnya berdiri tegak terkadang terlihat miring, batangnya yang seharusnya lurus terkadang melengkung, bentuk batang yang terkadang tidak silindris maupun bentuk penampangnya yang terkatang tidak bulat melintang. Kondisi-kondisi tidak sewajarnya atau tidak ideal tersebut kemudian disebut dengan abnormalitas kayu. Tahukah kamu kenapa abnormalitas kayu tersebut mungkin untuk terjadi? Yuk, caritahu lebih lanjut!

Ads

Abnormalitas Kayu/Pohon

Abnormalitas atau penyimpangan dari struktur normal kayu adalah hal yang umum terjadi dikarenakan pohon merupakan organisme hidup yang dapat menerima segala pengaruh atau gangguan  internal maupun eksternal selama hidupnya. Parameter batas antara pertumbuhan normal dan pertumbuhan kayu sangatlah subjektif atau tidak pasti tergantung jenis pohonnya. Penyimpangan atau abnormalitas pada kayu tersebut kemudian dapat dikatakan cacat apabila dapat mengurangi nilai pakainya. Batang pohon dapat dikatakan ideal secara umum apabila memiliki diameter batang besar, dapat mencapai tinggi batang maksimal, berbentuk lintang bulat silindris, dan batang bebas cabang tinggi.

Abnormalitas kayu dapat memberikan dampak yang positif (menguntungkan) juga negatif (merugikan). Untuk dinding, kondisi kayu pinus dengan memiliki banyak mata kayu akan lebih digemari daripada dengan kondisi kayu yang mulus. Tetapi jika digunakan untuk kontruksi, kondisi kayu pinus yang lebih diminati adalah kayu pinus yang kondisinya mulus. Begitu halnya dengan kayu yang memiliki serat miring dapat memiliki nilai dekoratif yang indah meskipun kekuatannya bisa saja menjadi lebih rendah atau rapuh.

Faktor yang Berpengaruh Akan Bentuk Batang

Ⓒ nikifour.co.id
Ⓒ nikifour.co.id

Faktor yang berpengaruh terhadap bentuk dasar batang pohon antara lain adalah sifat genetis, tindakan silvikultur, dan juga lingkungannya. Secara teori genetis atau pewarisan, gen dari pohon induk akan diwariskan ke pohon anaknya dimana gen ini dapat mengatur sifat-sifat pohon anaknya, termasuk mengatur bentuk batang. Kemudian secara teori hormon, perubahan jumlah auksin dalam keseluruhan batang akan menentukan distribusi pertumbuhannya (baik letak, bentuk hingga kegiatan tajuk dapat berpengaruh terhadap bentuk batang pohonnya). Sedangkan menurut teori mekanis, batang pohon harus untuk cukup kuat menahan berat batang, tajuk hingga gaya angin agar ideal.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap kondisi bentuk pohon adalah tajuk. Tajuk yang besar dengan pertumbuhan yang cukup baik dapat menghasilkan lebar riap (pertambahan volume pohon) yang maksimum pada bagian bawah batang pohon, hasilnya batang akan berbentuk lebih mengerucut atau tapper. Sedangkan tajuk yang kecil dengan pertumbuhan yang kondisinya kurang baik dapat menyebabkan lebar riap maksimum di bagian atas batang, hasilnya batang akan berbentuk lebih silindris.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Macam-Macam Abnormalitas Kayu

Ⓒ savokusic.com
Ⓒ savokusic.com

Selain karena faktor genetis, abnormalitas atau penyimpangan bentuk batang yang tidak bulat juga dapat disebabkan oleh faktor perkembangan sel jari-jari yang tidak merata di semua sisi, bentuk tidak simetris pada tajuk, hingga karena adanya arah angin yang bertiup secara tetap. Untuk ragam abnormalitas atau penyimpangannya, sebagai berikut:

Penyimpangan Mata Kayu (Knots)

Knots atau mata kayu merupakan bekas pada bagian pangkal cabang kayu yang terselipkan ke bagian dalam batang pohonnya. Mata kayu berdasarkan ukurannya dapat dikelompokkan menjadi mata kayu kecil, sedang, dan mata kayu besar. Sedangkan mata kayu atau knots berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan menjadi mata kayu bulat (tangensial), oval (tangensial), dan juga pasak (radial). Kemudian berdasarkan proses terbentuknya dapat dikategorikan menjadi:

  • Mata kayu lepas (loose knots)

Mata kayu dapat terbentuk dari cabang kayu yang mati terselipkan ke bagian dalam batang kayu dan kemudian akan tertutup oleh bagian batang yang tumbuh atau hidup. Pada kayu gergaji, mata kayu atau knots dapat terlepas kemudian membentuk lubang, sehingga kekuatannya dapat menurun.

  • Mata kayu liat (tight knots)

Mata kayu juga dapat terbentuk dari bagian cabang yang masih hidup dan terselipkan juga ke bagian dalam batang kayu (bagian yang masih berhubungan dengan bagian kayu sekitarnya).

Munculnya mata kayu pada batang pohon memberikan beberapa kelemahan pada pohon tersebut, mulai dari dapat menyebabkan struktur kayu menjadi abnormal, menyebabkan kerapatan kayu tidak seragam, timbulnya penyimpangan arah serat, menurunnya kekuatan kayu, hingga berpengaruh dalam proses pengeringan, pengerjaan, dan perekatan batang kayu saat diolah.

Penyimpangan Arah Serat

Arah serat merupakan bentuk orientasi arah secara umum dengan sel-sel panjang yang terdapat di dalam kayu terhadap sumbu batang pohonnya. Serat kayu dapat dikategorikan menjadi:

  • Serat lurus (straight grain) merupakan bentuk orientasi arah umum dari sel panjang (aksial) secara sejajar dengan sumbu batangnya. 
  • Serat miring (cross grain) merupakan bentuk orientasi arah umum dari sel panjang (aksial) secara tidak sejajar dengan arah sumbu batang pohonnya.
  • Serat berpadu (interlocked grain) merupakan kondisi dimana arah sel aksial pada suatu lapisan kayu yang berbeda arah dengan sel serupa pada lapisan kayu selanjutnya (Contoh: kapur, rengas, dan kulim).
  • Serat terpilin (spiral grain) merupakan kondisi dimana sel aksial tersusun mengelilingi sumbu batang kayu menyerupai spiral atau puntiran (Contoh: kasuarina dan bintangur).
  • Serat berombak atau bergelombang (wavy grain) merupakan kondisi dimana sel aksial akan tersusun berbelok-belok atau seperti terlihat berombak (Contoh: merbau dan rengas).
  • Serat miring (diagonal) merupakan kondisi dimana sel aksial tersusun pada kayu membentuk suatu sudut yang mengahadap ke sumbu batangnya.
  • Serat kacau (crotch figure/burl figure) merupakan kondisi dimana orientasi arah sel aksial sama sekali tampak tidak beraturan atau kacau balau (Contoh: sering terjadi pada tunggak kayu).

Kayu Reaksi

Kayu reaksi merupakan salah satu abnormalitas kayu yang terbentuk sebagai akibat adanya tekanan (dapat berupa tiupan angin kencang, pergeseran tanah, salju, dan sebagainya) yang cenderung tidak kasat mata dan mengakibatkan pertumbuhan pohon yang tidak simetris atau bisa belok ke salah satu sisi. Berdasarkan jenis tumbuhannya, kayu reaksi (reaction wood) dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  • Kayu tarik (tension wood) pada kayu daun lebar (hardwood)

Kayu tarik dicirikan dengan memiliki kandungan selulosa yang relatif tinggi, lignin yang rendah, pembuluh lebih kecil dan sedikit dibandingan dengan kayu normal dan memiliki serabut yang mengandung lapisan dinding khusus yang disebut lapisan gelatin. Kayu tarik banyak dimanfaat pada kehidupan misalnya sebagai bahan baku pulp (penghasil kertas) karena adanya kandungan lignin didalamnya. Kayu tarik dapat juga digunakan sebagai bahan gergaji lemah karena memiliki permukaan yang keriting atau bergerigi. Selama proses pengeringan, kayu tarik relatif akan mengalami pelengkungan yang permanen atau tetap.

  • Kayu tekan (compression wood) pada kayu daun jarum (softwood)

Kayu tekan dicirikan dengan berat jenis kayu yang lebih besar (mencapai 40%) daripada kayu biasa, memiliki kerapatan yang relatif tinggi, penyusutan longitudinal tinggi dan sifat kekuatan yang tidak teratur dan sifat kecenderungan tampak seperti ada patahan tidak teratur pada kayunya (karena mudah puntir atau pecah). Kayu tekan berwarna gelap dikarenakan adanya kandungan lignin yang cukup tinggi dan trakeid yang lebih pendek 30% daripada kayu normal. Berbeda dengan kayu tarik, kayu tekan juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pulp dan kertas karena kadar lignin yang tinggi dan selulosa yang rendah (berkebalikan).

Kayu merupakan salah satu bahan material konstruksi yang banyak digunakan oleh manusia mulai dari pembangunan rumah, gedung, jembatan, hingga bantalan kereta api. Karena tingginya manfaat kayu sebagai salah satu komponen penunjang kehidupan manusia menjadikan kita untuk harus sadar akan pelestarian dan penjagaannya di alam, salah satunya dengan mengenal abnormalitas atau penyimpangannya dan memanfaatkannya sesuai fungsinya. Yuk, bersama-sama kita mengenal alam agar lebih bijak dalam melestarikannya!

 

Penulis : Ivena Christie

 

Referensi Literatur

Ucarecdn.com (n.d.). PENGENALAN CACAT KAYU BULAT. Retrieved on February 9, 2021, from http://www.ucarecdn.com/23299479-3ecc-4485-9b21-c946d28dc4a7/

pdfslide.net (n.d.). ABNORMALITAS KAYU. Retrieved on February 9, 2021, from https://pdfslide.net/documents/abnormalitas-kayu.html

 

Referensi Gambar

[1] http://lama.pustekolah.org/index.php/detail/116/anda-tau-dolok-jati-ini-dia-penjelasannya#.YCLhpugza00

[2] https://nikifour.co.id/jenis-cacat-kayu-bahan-bangunan/

[3] https://www.savokusic.com/id/blog/kayu/pohon%20surai 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!