Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) terancam Punah

Morfologi Coelogyne Pandurata

Gambar 1 : Anggrek Hitam di Kawasan Cagar Alam Kersik Luway
Gambar 1 : Anggrek Hitam di Kawasan Cagar Alam Kersik Luway

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah anggrek yang hanya tumbuh di daerah tertentu di Pulau Kalimantan. Tumbuhan tersebut menjadi maskot flora Kalimantan Timur karena keindahan dan keunikannya. Tumbuhan ini hidup berkelompok membentuk rumpun. Ada umbi di pangkalnya yang berbentuk lonjong, agak pipih, dengan dua daun lonjong menonjol ke atas. Setiap umbi hanya memiliki dua daun. Kebanyakan orang mengira tanamanan ini seluruhnya berwarna hitam, tetapi itu tidak benar. Umumnya tumbuhan ini memiliki batang berbentuk bunga dengan 5-10 kuntum. Warna bunganya didominasi oleh kelopak dan kuning kehijauan pada mahkota serta bibir bunganya berwarna hitam dengan bercak dan garis-garis hitam.

Ads

Taksonomi anggrek hitam adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus : Coelogyne
Spesies Coelogyne pandurata

 

Habitat Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Gambar 2 : Anggrek Hitam Bagian Lidahnya Yang Berwarna Hitam
Gambar 2 : Anggrek Hitam Bagian Lidahnya Yang Berwarna Hitam

Anggrek hitam merupakan anggrek epifit yang habitatnya terdapat pada tumbuhan inang. Sebaran spesies tumbuhan ini adalah Kalimantan dan Sumatera, serta terdapat habitat yang hidup di pepohonan dekat sungai dengan kelembaban yang relatif tinggi. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah dan pegunungan pada ketinggian 1.000-1.500. Kelembaban relatif (RH) yang dibutuhkan untuk anggrek adalah 60-85%. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 792 / Kpts / Um / 10/1982 tanggal 29 Oktober 1982, mengenai perluasan Cagar Alam Luway dari 1.000 ha menjadi 5.000 ha, Kersik Luway ditetapkan menjadi cagar alam. Berdasarkan hasil rekonstruksi batas pusat pemantapan kawasan hutan di Kecamatan 4 tahun 2006 luas areal 4.896,35 hektar. Bunga ini sangat mudah ditemukan di Cagar Alam Luway yang merupakan habitat asli tumbuhan anggrek tersebut. Bunga tersebut merupakan tumbuhan epifit, anggrek hitam hidup di batang kayu atau pohon-pohon besar. Saat musim berbunga tiba, Anda bisa menikmati keindahan anggrek hitam. Biasanya tanaman ini akan mulai mekar pada akhir tahun antara bulan Oktober hingga Desember. Di Kersik Luway, cagar alam di Kutai Barat, timur Kalimantan, kita bisa melihat ratusan bunga anggrek hitam saat musim berbunga. Saat ini, akibat menyusutnya kawasan hutan Kalimantan, habitat asli anggrek hitam sudah sangat berkurang. Namun, sejumlah kecil anggrek hitam masih dapat ditemukan di Cagar Alam Kersik Luway.

Ancaman

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) merupakan salah satu jenis anggrek yang ada di Indonesia yang perkembangan berkelanjutannya terancam. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies endemik di pulau Kalimantan. Akibat perburuan kolektor dan perusakan hutan di Pulau Kalimantan, habitat rusak dan anggrek terancam. Seiring berjalannya waktu, keberadaan anggrek hitam di Cagar Alam Padang Luway semakin terancam. Kebakaran hutan yang terjadi hampir sepanjang tahun menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidupnya. Beberapa tahun lalu, kebakaran melanda kawasan tersebut, dan kini menyisakan lahan kosong yang dipenuhi semak belukar. Di Cagar Alam Padang Luway di Kersik Luway, persebaran anggrek hitam saat ini hanya sedikit. Sisanya berupa semak belukar, padang rumput, areal terbuka dan perkebunan karet milik masyarakat sekitar. Kegiatan masyarakat setempat juga berdampak negatif bagi kawasan tersebut. Di cagar alam tersebut, semua perkebunan karet dimasyarakat ditemukan. Ironisnya, kawasan yang semestinya tetap dipertahankan keasliannya justru dimanfaatkan sebagai areal tanam. Selain itu, warga juga telah mendirikan pemukiman di cagar alam tersebut.

Konservasi Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Gambar 3 : Anggrek hitam setelah 6 minggu penanaman secara in vitro.
Gambar 3 : Anggrek Hitam setelah 6 Minggu Penanaman Secara In Vitro.

Tanamam ini semakin lama semakin terancam. Upaya perlindungan anggrek langka ini antara lain dengan penggunaan teknologi in vitro untuk melindungi sumber daya genetik secara in situ dan perlindungan dari pemerintah berupa PP. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1999 tentang Perlindungan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juga dilindungi. Selain itu, organisasi pelestarian alam WWF (World Wildlife Fund) juga telah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyusun rencana pengelolaan berkelanjutan untuk Cagar Anggrek Hitam dan Kawasan Ekowisata di Kutai Barat. WWF Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi dan masyarakat setempat untuk melestarikan anggrek hitam di habitat aslinya. Anggrek ini merupakan anggrek yang terancam di habitat aslinya dan dilindungi di Indonesia. WWF juga mendukung pengelolaan Cagar Anggrek Hitam secara berkelanjutan di habitat aslinya, khususnya Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kalimantan Barat bagian timur, serta pengembangan kerjasama lintas departemen dan lintas perencanaan. Rencananya, Kutai Barat dari WWF cabang Indonesia akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kutai Barat dan pihak terkait untuk mengelola spesies anggrek lokal yang terancam punah.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Bacaan LainnyaTanam Bibit Anggrek Di Rumah, Pulihkan Kembali Pantai Berigheen, Situbondo

 

 

Penulis: Parjiyo

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Daftar Pustaka

Adi, N. K. A. P., Astarini, I. A., & Astiti, N. P. A. (2014). Aklimatisasi anggrek hitam

 (Coelogyne pandurata Lindl.) hasil perbanyakan in vitro. SIMBIOSIS2(2).

Restiani, R., Semiarti, E., & Indrianto, A. (2016). Konservasi anggrek hitam (Coelogyne

 pandurata Lindl.) melalui mikropropagasi pada berbagai medium kultur.  27, 393-404.

https://blogs.uajy.ac.id/krisnade/2015/08/30/hitam-bukan-berarti-tak-indah-anggrek-hitam-

coelogyne-pandurata/

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/03/capai-jutaan-rupiah-simak-perbedaan-dari-

anggrek-hitam-papua-dan-kalimantan

http://awsassets.wwf.or.id › downloads › anggrekhitam.

 

Referensi Gambar

Gambar 1:  https://regional.kompas.com/ 

Gambar 2: https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Gambar 3 : http://symbion.pbio.uad.ac.id/

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfunding Penggalangan Dana untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung penghijauan yang ada di seluruh Indonesia. mari bersama menjaga dan melestarikan hutan seluruh Indonesia.

Yuk jadi pioneer penghijauan untuk hutan Indonesia yang lebih baik.