The Golden Cat, Si Kucing Cantik yang Hampir Punah

Catopuma temminckii (Designed by Freepik)
Catopuma temminckii (Designed by Freepik)

Siapa yang sayang kucing? Angkat tanganmu! Kucing adalah hewan peliharaan yang menggemaskan dan suka diajak bermain. Banyak manfaat yang bisa didapatkan saat memelihara hewan ini. Kita bisa belajar bertanggung jawab dengan merawatnya sepenuh hati. Hal yang perlu diperhatikan adalah memberinya makan secara teratur, memandikannya dan membersihkan kotorannya.

Ads

Kalian punya kucing peliharaan di rumah? Jika iya, jenis apa yang kamu pelihara? Ada banyak jenis hewan ini yang bisa dipelihara. Jenis hewan peliharaan yang sering ditemukan di Indonesia adalah kucing domestik (kampung), ras dan campuran antara keduanya. Jenisnya ada yang berbulu pendek, berbulu lebat, bahkan tanpa bulu! Masing-masing jenis memiliki sifat bawaan yang berbeda pula. Pada dasarnya anak kucing lebih suka bermain daripada yang dewasa. Kucing dewasa biasanya pemalas dan tidak agresif. Kehadiran hewan ini bisa membawa kebahagiaan dan keceriaan di hidup kita. 

 

Kucing emas Asia

Di antara banyak jenis kucing, ternyata ada jenis yang terancam punah, lho. Pernah dengar soal kucing emas Asia (Asian golden cat)? Hewan ini memiliki ukuran tubuh sedang dengan kaki yang relatif panjang. Pada awalnya, bentuk fisik dari hewan ini mirip dengan kucing emas Afrika (Caracal aurata). Ternyata analisis genetik terbaru menunjukkan kemiripan yang lebih dekat dengan Borneo bay cat (Catopuma badia) dan Marbled cat (Pardofelis marmorata).

Kucing emas Asia memiliki nama latin Catopuma temminckii. Nama latinnya diambil dari seorang zoologis asal Belanda bernama Coenraad Jacob Temminck pada 1827. Hewan ini memiliki dua subspesies, yaitu Catopuma temminckii temminckii (Pulau Sumatra dan Semenanjung Melayu) dan Catopuma temminckii moormensis (dari Nepal sampai Myanmar bagian Utara, Cina, Tibet, dan Asia Tenggara).

Garis muka yang cantik pada Catopuma temminckii (Photo credit: Giant Eland, zoochat.com)
Garis muka yang cantik pada Catopuma temminckii (Photo credit: Giant Eland, zoochat.com)

Walaupun dinamakan kucing emas, warna bulu hewan ini pada umumnya coklat merah, bisa juga coklat tua dan bahkan abu-abu. Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah adanya garis putih dengan warna coklat tua bahkan hitam di pinggirannya, memanjang di sepanjang pipi, lalu dari lubang hidung ke pipi, di sudut dalam mata, dan di atas kepala. Hewan ini memiliki telinga bulat. Biasanya punggungnya berwarna coklat tua atau hitam dengan bintik abu-abu. Bagian dada, perut, kaki atas bagian dalam berwarna putih dengan bintik-bintik tipis. Kaki dan ekornya juga berwarna gelap, seperti abu-abu sampai hitam di bagian paling ujung.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kucing emas betina memiliki tubuh yang lebih kecil dari jenis jantan. Kematangan seksual kucing betina adalah di umur 18-24 bulan, sedangkan kucing jantan di umur 2 tahun. Hewan jenis betina ini akan mengandung anaknya selama 90 hari. Biasanya seekor kucing emas betina bisa melahirkan 1-3 anak, dengan masing-masing anak seberat 250 gram. Bila kucing betina sedang berada di hutan, ia akan melahirkan anaknya di lubang pohon. Selama 6 bulan pertamanya, anak kucing hanya minum susu ibunya. Ketika mencapai umur satu tahun, anak kucing bisa mencari makanannya sendiri dengan berburu hewan kecil.

 

Habitat dan Mangsa

Habitat kucing emas adalah hutan tropis dan subtropis, seperti yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Terkadang hewan ini dilaporkan terlihat di habitat terbuka seperti padang rumput dan daerah berbatu. Hewan ini juga nggak takut ketinggian, lho. Soalnya, hewan ini sering ditemukan di tempat dengan ketinggian yang relatif tinggi. Rekor penemuan hewan ini di tempat tertinggi adalah 3.960 meter di Cagar Biosfer Khangchendzonga Sikkim, India. Meskipun hewan ini juga sempat terlihat di hutan daratan rendah, seperti yang terekam kamera perangkap (camera trap) di Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatera pada 2015 silam.

Tertangkap kamera perangkap di TN Kerinci Seblat (Photo credit: Facebook Iding Achmad Haidir via tribunnews.com)
Tertangkap kamera perangkap di TN Kerinci Seblat (Photo credit: Facebook Iding Achmad Haidir via tribunnews.com)

Kucing emas Asia adalah hewan pemburu terestrial karena aktivitasnya dilakukan di permukaan tanah walaupun mereka juga pintar memanjat daratan yang lebih tinggi. Hewan ini diketahui memangsa hewan amfibi, reptil kecil, serangga, dan burung. Di Indonesia tepatnya di Pulau Sumatera, masyarakat setempat pernah melaporkan penemuan hewan tersebut yang ternyata memangsa unggas mereka. 

 

Ancaman Kepunahan

Kucing emas Asia termasuk golongan hewan terancam punah dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Hewan ini tidak banyak ditemukan di alam liar, dan sering kali mati di penangkaran. Hal ini menyebabkan sedikitnya informasi spesifik yang tersedia soal berapa jumlah spesies yang masih ada dan populasinya. Meski jumlahnya tak banyak, kemunculan hewan ini di alam liar pernah beberapa kali dilaporkan, guys. Wah dimana aja tuh?

Di Cina Selatan, kucing emas Asia sangat jarang terlihat dibandingkan clouded leopard dan leopard cat. Survei yang dilakukan di Provinsi Yunnan, Sichuan, Guangxi dan Jiangxi hanya melaporkan kemunculan hewan tersebut sebanyak tiga kali. Kamboja bagian Timur, Laos, dan Vietnam juga jarang melaporkan kemunculan kucing jenis ini. Bangladesh, India dan Nepal mencatat populasi hewan ini berjumlah sedikit dan distribusinya tidak merata di beberapa daerah. Meski begitu, penelitian di Laos, Thailand, dan Pulau Sumatera mencatat kemunculan hewan tersebut lebih banyak daripada populasi marbled cat, Mainland clouded leopard dan Sunda clouded leopard.

Kucing emas Asia terancam punah karena beberapa faktor. Faktor yang paling utama adalah rusaknya habitat mereka. Habitat hewan ini meliputi hutan tropis dan subtropis. Hutan di Asia Tenggara banyak yang mengalami deforestasi hutan yang sangat cepat karena adanya pembukaan lahan untuk perluasan perkebunan, misalnya kelapa sawit. Faktor lain yang mengancam populasi hewan ini adalah perburuan liar yang kerap terjadi di beberapa tempat. Kulit dan daging mereka diincar untuk dijadikan obat tradisional. Selain itu, dagingnya juga dianggap lezat untuk dikonsumsi dan dipercaya dapat meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh.

Kucing emas Asia masuk dalam daftar Appendix I dalam CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Ini artinya, hewan tersebut adalah spesies yang harus dilindungi. Perburuan liar terhadap hewan ini telah dilarang di beberapa negara, yaitu Bangladesh, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Semenanjung Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, Vietnam dan Laos. Sayangnya, Bhutan malah belum mengeluarkan kebijakan terkait perlindungan hukum terhadap perburuan liar ini.

Pada kenyataannya, perlindungan dan pencatatan yang dilakukan selama ini masih belum cukup menghambat perdagangan bulu, tulang dan daging kucing emas Asia. Kebijakan dan penegakan hukum dalam nasional dan internasional perlu terus diperbarui. Konservasi habitat, pelarangan perburuan ilegal serta mengurangi aktivitas penggundulan hutan sangat penting dilakukan untuk melindungi spesies langka ini. Masyarakat setempat juga perlu diberi pengarahan dan edukasi sehingga jumlah penangkapan hewan ini yang biasanya memangsa unggas-unggas mereka bisa dihentikan.

 

Penulis: Mutiara Misksalma

 

Referensi literatur:

Chatterjee, Paromit., et al. (2018). First photographic evidence of Asian Golden Cat Catopuma temminckii (Vigors and Horsfield, 1827) from Neora valley National Park, Central Himalayas, India. Zoological Survey of India, Vol 118(2): 128-132.

Ferdian, Habib Allbi. (2020, November). Mengenal Kucing Emas Asia: Hewan Langka Hampir Punah Keluarga Harimau. Kumparan. https://kumparan.com/kumparansains/mengenal-kucing-emas-asia-hewan-langka-hampir-punah-keluarga-harimau-1ufC4lAdDmN.

N.N. (Juni, 2020). Fakta Kucing Emas Langka yang Kena Perangkap Babi di Sumbar. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200618151433-199-514834/fakta-kucing-emas-langka-yang-kena-perangkap-babi-di-sumbar.

N.N. (n.d). Asiatic golden cat. Cat Specialist Group. http://www.catsg.org/index.php?id=117.

 

Referensi foto:

@Arundoc dalam Freepik. 2018. Asian Golden Cat, Zoo Thailand, Species Catopuma temminckii, Family Felidae. https://www.freepik.com/premium-photo/asian-golden-cat-zoo-thailand-species-catopuma-temminckii-family-felidae_3115287.htm.

Eland, Giant. (2018, Juni). South-east Asian golden cat (Catopuma temminckii temminckii). Zoochat. https://www.zoochat.com/community/media/south-east-asian-golden-cat-catopuma-temminckii-temminckii-2010.401268/.

N.N. (2015, Februari). Kucing Emas Langka Tertangkap Kamera di TNKS Jambi. Tribunnews. https://www.tribunnews.com/regional/2015/02/08/kucing-emas-langka-tertangkap-kamera-di-tnks-jambi.

 

 

Lindungihutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak!

 

 Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks