Tips Menanam Mangrove Agar Tumbuh Optimal

Hutan Mangrove
Hutan Mangrove (Sumber : Pixabay)

Halo Sahabat Alam! Pasti tidak asing kan dengan tanaman mangrove? Mangrove memang sudah lama dikenal sebagai tanaman pelindung pantai dari abrasi ombak yang kadang kala bisa merusak. Akar mangrove yang sangat kuat memungkinkan tanaman mangrove dapat tetap kokoh meskipun dihantam ombak. Mangrove juga memiliki peran lain yang sangat besar dalam ekosistem pantai, diantaranya yaitu menjadi habitat fauna yang hidup di sekitar pantai. Sayangnya, hutan mangrove di tepi pantai bisa rusak lho dan tidak semua pantai ditumbuhi mangrove, karenanya upaya penanaman maupun restorasi mangrove di pantai-pantai banyak digalakkan. Kali ini, saya ingin memberikan insight baru kepada teman-teman tentang tips menanam mangrove agar tumbuh optimal.

Ads

Baca Lainnya : Menghayati Peranan Mangrove Tuk Cegah Perubahan Iklim

Yuk Kenalan Sama Mangrove!

Bibit Mangrove
Bibit Mangrove (Sumber : ymldeltamahakam.blogspot.com)

Mangrove berkembang biak secara generatif melalui biji. Sebagian besar spesies mangrove memiliki karakteristik yaitu bijinya yang dapat berkecambah sebelum buahnya gugur. Buah mangrove yang telah berkecambah ini disebut sebagai propagul. Mengingat lokasi tumbuh mangrove yang terbilang ekstrim, terkadang propagul-propagul ini dapat hanyut terbawa ombak sehingga proses regenerasi mangrove secara alami akan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Maka dari itu, peran manusia dalam penanaman mangrove sangat dibutuhkan.

Penanaman mangrove memang sudah banyak dilakukan di berbagai tempat, namun tidak semua penanaman mangrove menuai hasil yang baik. Faktanya penanaman mangrove dapat gagal bila cara penanamannya tidak sesuai. Bila kegagalan ini terjadi,  kerugian yang ditimbulkan tentu tidak sedikit dan akibat yang paling serius adalah terganggunya ekosistem di sekitar lokasi penanaman.

Tips Menanam Mangrove Agar Tumbuh Optimal!

Bibit Mangrove yang Telah Ditanam
Bibit Mangrove yang Telah Ditanam
  • Tips Pertama

Tips pertama agar penanaman mangrove menuai hasil yang optimal yaitu melakukan persiapan yang matang sebelum menanam bibit di lapangan. Persiapan ini meliputi penentuan lokasi penanaman, penataan lokasi penanaman, penentuan jenis tanaman, pembagian tugas tenaga kerja dan penyediaan alat dan bahan. Lokasi yang sesuai untuk penanaman mangrove yaitu tanah berlumpur yang terkena pengaruh pasang surut dengan salinitas air sekitar 7-15 ppt (air payau).

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Lokasi penanaman harus memiliki status kepemilikan yang jelas agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Luas lokasi juga harus diperhitungkan agar jumlah bibit yang diperlukan dapat diketahui. Selanjutnya dapat dilakukan pembuatan penanda jarak tanam menggunakan ajir. Jarak tanam ideal untuk mangrove yaitu 1m x 1m atau 1m x 2m.

Jenis tanaman mangrove yang ditanam harus disesuaikan dengan karakteristik lokasi. Semakin dekat dengan laut maka tanaman mangrove yang ditanam harus memiliki ketahanan terhadap salinitas yang tinggi. Tanaman mangrove yang dapat ditanam paling dekat laut (tepi laut) yaitu tanaman api-api, di belakangnya dapat ditanam mangrove jenis bakau, tengal dan pedada/bogem, sedangkan yang paling dekat daratan dapat ditanami jenis tanjang.

Agar penanaman mangrove dapat berlangsung efektif maka perlu ada pembagian tugas yang jelas antar tenaga kerja. Untuk mempermudah kegiatan, anggota yang terlibat dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu pengangkut bibit, pembuat lubang dan pemasangan ajir. Adapun peralatan yang dapat disiapkan yaitu cangkul, tali, ajir, parang dan gerobak untuk mengangkut bibit.

  • Tips Kedua

Tips kedua yaitu mengangkut bibit dari persemaian ke lokasi penanaman dengan hati-hati, alias jangan serampangan ya Sahabat Alam, hehe. Proses pemindahan bibit sangat rentan terjadi guncangan sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada bibit, misalnya batang atau akar yang bisa patah saat terjatuh atau terinjak. Bibit yang sudah rusak kemungkinan besar tidak akan tumbuh optimal, karenanya kehati-hatian sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya guncangan. Pengaturan letak bibit dalam wadah pengangkut juga perlu diperhatikan ya!

  • Tips Ketiga

Tips selanjutnya adalah menanam bibit mangrove pada waktu yang tepat dan menggunakan tata cara penanaman yang baik. Waktu yang tepat untuk menanam mangrove yaitu pada saat air laut surut agar proses pengangkutan dan penanaman bibit lebih mudah. Setelah menentukan waktu yang tepat, saatnya kita menanam!

Lokasi penanaman yang telah ditandai oleh ajir dapat dilubangi dengan bantuan alat tugal sedalam tinggi polybag bibit. Selanjutnya bibit yang plastik polybag-nya sudah dibuka dapat diletakkan di lubang tanam yang telah dibuat, kemudian lubangnya ditutup kembali dengan lumpur. Agar bibit dapat berdiri tegak dan tahan guncangan maka bibit dapat diikat pada ajir. Setelah selesai jangan lupa polybag bekas bibit dibuang pada tempat sampah ya.

  • Tips Keempat

Tips terakhir yaitu merawat mangrove seperti merawat anak sendiri, hehe. Seperti layaknya anak manusia, mangrove juga membutuhkan perawatan dan pemeliharaan. Setelah ditanam tentu saja bibit mangrove tidak boleh kita telantarkan begitu saja. Adanya perawatan atau pemeliharaan pasca tanam bertujuan untuk menjaga bibit yang masih rentan dari berbagai gangguan sehingga dapat tumbuh optimal.

Kegiatan perawatan bibit diantaranya yaitu penyiraman rutin untuk mangrove yang ditanam di kawasan kering, penyulaman atau penggantian bibit mati dengan bibit baru, pembersihan gulma dan sampah serta pengendalian hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang biasa menyerang mangrove diantaranya yaitu kutu loncat dan tritip. Kutu loncat yang menyerang daun mangrove dapat diatasi dengan menyiram daun menggunakan air payau secara teratur, sedangkan tritip dapat diatasi dengan cara dibersihkan dari batang secara manual. Dengan perawatan yang baik, peluang keberhasilan penanaman mangrove akan semakin besar dan pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal.

Jadi, Sahabat Alam sudah tahu ‘kan tips menanam mangrove agar tumbuh optimal? Semoga tips ini bisa langsung diaplikasikan ya!

Salam Lestari!

Penulis : Qorry Shofia Nurullail

Sumber Tulisan

https://www.deltares.nl/app/uploads/2016/07/Restorasi-mangrove_menanam-atau-tidak-menanam.pdf

http://www.wetlands.or.id/PDF/Flyer%202%20Menanam%20Bibit%20Mangrove%20%28UNEP%29.pdf

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks