Tlatah Heritage untuk Hijaunya Trimulyo, Semarang

Trimulyo, Semarang – Kampanye alam, “Tlatah Heritage untuk Hijaunya Trimulyo, Semarang”, dapat dilaksanakan tanpa adanya kendala yang berarti. Kampanye yang merupakan hasil kerjasama antara Tlatah Heritage dan LindungiHutan ini berhasil mengumpulkan dan menanam 150 bibit mangrove pada tanggal 29 November yang lalu. Kegiatan penanaman ini dilakukan di pesisir Trimulyo, Semarang dan dihadiri oleh 10 orang peserta dari tim LindungiHutan, Tripari, dan relawan gabung aksi. Seluruh rangkaian ini dilakukan sebagai upaya mendukung keberlangsungan lingkungan hidup dan meningkatkan kesadaran kelestarian lingkungan.

Ads
Pesisir Trimulyo Sebelum Penanaman © Dokumentasi Tim LindungiHutan
Pesisir Trimulyo Sebelum Penanaman © Dokumentasi Tim LindungiHutan

Kerjasama antar LindungiHutan dan Tlatah Heritage didasari oleh kesadaran bersama akan kerusakan alam yang marak terjadi di Indonesia, terutama di pesisir Trimulyo yang semakin terkikis habis. Semua ini disebabkan oleh kerusakan hutan mangrove dan tingginya intensitas banjir rob di area ini. Hutan mangrove merupakan komponen penting bagi pesisir sebagai penghalang (barrier) gelombang air dan tiupan angin, habitat biota air, penyaring bahan pencemar, pengatur iklim mikro, dan sebagainya. Tanpa adanya hutan mangrove yang sehat, ancaman abrasi di pesisir akan semakin meningkat. Sedangkan, banjir rob merupakan banjir yang disebabkan oleh pasang air laut yang tinggi sehingga menggenangi daratan. Banjir yang disebabkan oleh pemanasan global dan pemompaan air tanah yang berlebih ini dapat mengikis dan menenggelamkan daratan. Kedua faktor inilah yang menjadikan pesisir Trimulyo kian waktu ke waktu menjadi tidak layak dihuni. Prihatin akan kondisi ini, Tlatah Heritage dan LindungiHutan mengeluarkan sebuah kampanye berjudul “Tlatah Heritage untuk Hijaunya Trimulyo, Semarang”, untuk menghijaukan dan memulihkan kondisi pesisir Trimulyo dengan menanam bibit pohon mangrove di pesisir Trimulyo.

Tlatah Heritage

Tlatah Heritage adalah brand tas wanita yang berdiri sejak tahun 2015. Seperti namanya, Tlatah Heritage, brand ini menyelipkan hasil warisan budaya berupa kain tradisional di setiap produknya. Hal ini dilakukan demi melestarikan kebudayaan dan warisan nenek moyang berupa kain tradisional. Sayangnya, ketersediaan kain tradisional semakin langka akibatnya berkurangnya jumlah bahan dasar pembuatan kain. Bahan dasar kain tradisional berasal dari berbagai jenis tanaman tertentu tergantung jenis kainnya. Maraknya kerusakan lingkungan di Indonesia dapat mengurangi produktivitas kain tradisional dan Tlatah Heritage. Sadar akan hal ini, ia bekerja sama dengan LindungiHutan untuk meningkatkan kesadaran kelestarian alam, memperingati hari pohon sedunia, dan berkontribusi dalam upaya memperbaiki lingkungan melalui kampanye alam “Tlatah Heritage untuk Hijaunya Trimulyo, Semarang”. Bagi pembaca yang tertarik membeli atau mengenal produk Tlatah Heritage dapat melihatnya melalui akun Instagram @_heritage.

“Tlatah Heritage untuk Hijaunya Trimulyo, Semarang”

Penanaman Bibit Mangrove © Dokumentasi Tim LindungiHutan
Penanaman Bibit Mangrove © Dokumentasi Tim LindungiHutan

Kampanye alam ini berupa program penanaman bibit pohon mangrove Rhizophora di pesisir Trimulyo, Semarang. Seperti yang tertulis sebelumnya, pesisir Trimulyo mengalami abrasi yang sangat parah yang diakibatkan oleh banjir rob dan hilangnya hutan mangrove. Akibatnya, banyak lahan yang tenggelam dan rusak yang membuat area ini tidak layak dihuni. Padahal, pesisir Trimulyo memiliki peran penting dalam melindungi area di sekitarnya dari gelombang laut yang tinggi.

Sadar akan ancaman dan masalah lingkungan ini, LindungiHutan dan Tlatah Heritage mengajak seluruh kalangan, terutama anak muda Indonesia, untuk berkontribusi menghijaukan dan memelihara pesisir Trimulyo. Kampanye ini dilaksanakan dengan menyebarkan informasi melalui website LindungiHutan dan akun Instagram Tlatah Heritage. Selain itu, Tlatah Heritage telah menyisihkan sebagian profit penjualannya untuk mendukung keberhasilan kampanye ini. Pada akhir kampanye, mereka berhasil mengumpulkan 150 bibit pohon mangrove berjenis Rhizophora dengan tinggi 65 cm dan berdiameter 2-4 cm dengan kondisi baik. Seluruh rangkaian kegiatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.500.000,00. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kenapa Mangrove?

Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat besar bagi kehidupan pesisir pantai, terutama bagi pesisir Trimulyo yang mengalami abrasi parah. Hutan mangrove dapat melindungi pesisir dari abrasi, membentuk daratan baru melalui endapan tanah, melindungi pesisir dari intrusi air laut, memulihkan ekosistem air, menyaring bahan pencemar dan logam, serta mengatur iklim mikro. Selain itu, hutan mangrove dapat meningkatkan nilai sosial-ekonomi di pesisir Trimulyo melalui ekowisata dan olahan kayu. Seperti yang diketahui, masyarakat sangat menyukai berlibur dan mengunjungi tempat-tempat yang unik atau berbeda dari apa yang mereka biasa temui. Hal inilah yang menjadikan hutan bakau sebagai salah satu tempat wisata yang dapat kunjungi. Di saat yang sama, hutan bakau merupakan salah satu penghasil arang berkualitas yang dapat diperjualbelikan. Sayangnya, masyarakat kurang mengenal dan tertarik untuk mengolahnya.

Realisasi Kampanye © Dokumentasi Tim LindungiHutan
Realisasi Kampanye © Dokumentasi Tim LindungiHutan

Akibat banyak lahan Trimulyo yang terendam air, lahan ini mengalami sedimentasi yang parah. Sedimentasi tanah sendiri merupakan proses pelapukan tanah yang merenggut kesuburan tanah dan menyumbat aliran air. Tanaman mangrove memiliki kemampuan dalam meningkatkan jumlah lahan terestrial melalui endapan tanah dan mencegah sedimentasi tanah.  Pohon mangrove dapat mengembalikan kondisi lahan pesisir Trimulyo lebih hijau. Selain itu, hutan mangrove dapat memperbaiki ekosistem di area tersebut yang tentunya akan meningkatkan kesuburan tanah. Karena itulah, penanaman bibit mangrove menjadi jawaban ramah lingkungan yang paling tepat dalam mengatasi masalah ini. 

Seluruh rangkaian kegiatan kampanye ini dilakukan untuk menanggulangi kerusakan alam di pesisir pantai Trimulyo, mendukung keberlangsungan lingkungan hidup, dan meningkatkan kesadaran melestarikan lingkungan. Kampanye yang sekaligus dilaksanakan untuk memperingati hari pohon sedunia ini diharapkan dapat mendorong masyarakat luas dan lokal untuk terus peduli dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan sebagai investasi masa depan. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan menanam bibit pohon mangrove di pesisir Trimulyo. Tetapi, bukan berarti aksi ini berhenti di sini. Masih banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk melindungi dan melestarikan alam. Hal tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan kemauan untuk berubah.

 

Penulis: Jeannette Sharon

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!