Tumbuh Lab Tumbuhkan Hutan

Project Tumbuh Lab x LindungiHutan
Project Tumbuh Lab x LindungiHutan

Mari Mengenal Tumbuh Lab

Tumbuh Lab adalah sebuah produk lokal perawatan rambut yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia, sehingga produk ini sangat aman digunakan dalam jangka waktu panjang, produk ini juga menyediakan Hair Oil dan Hair Mist untuk permasalahan rambut. Dengan bahan dasar organik, Tumbuh Lab dapat digunakan baik oleh ibu hamil dan ibu menyusui, serta bisa digunakan oleh pria maupun wanita. Selain itu, Tumbuh Lab juga memproduksi produk bundling, yang mana setiap pembelian produk tersebut berarti telah menyumbang Rp 10.000 untuk satu pohon, yang kemudian akan ditanam di Kampung Laut, Cilacap guna merehabilitasi lahan hutan disana. 

Ads

Berikut adalah link pembelian produk bundling Tumbuh Lab :

https://tumbuhlab.com/collections/bundling-package

 

Pada gambar di bawah ini, kalian bisa melihat salah satu media sosial Tumbuh Lab.

Media Sosial Tumbuh Lab, Instagram tumbuhlab
Media Sosial Tumbuh Lab, Instagram tumbuhlab

Kalian dapat mengunjungi instagram tersebut untuk melihat produk serta berbagai macam informasi terkait perawatan rambut, serta dapat langsung transaksi di akun tersebut. Kalian juga bisa membeli produk – produk Tumbuh Lab melalui beberapa toko daring, atau bisa juga melalui website resmi di bawah ini.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Website Tumbuh Lab :

https://tumbuhlab.com/

Potret Nelayan Kampung Laut, Cilacap (source DetikTravel)
Potret Nelayan Kampung Laut, Cilacap (source DetikTravel)

Rehabilitasi Lahan di Kampung Laut, Cilacap

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem yang berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya yang satu dengan yang lain tidak bisa dipisahkan (Undang-Undang No.41 Tahun 1999).

Hutan juga menjadi penunjang kebutuhan pokok manusia berupa oksigen, dalam satu pohon dapat menghasilkan oksigen 1/3 atau 28% dari total keseluruhan oksigen di dunia. Salah satu tumbuhan yang menghasilkan oksigen lumayan tinggi ialah tumbuhan mangrove, oksigen yang dihasilkan mangrove lebih besar dibandingkan tanaman yang di darat, yaitu sebesar satu berbanding lima.

Selain menjadi salah satu penyumbang oksigen terbanyak, hutan mangrove memiliki peran lain, yang mana mangrove menjadi sumber nutrien bagi ekosistem yang ada di sekitarnya. Paling penting, hutan mangrove adalah garda terdepan bagi perlindungan pantai, keberadaan pohon mangrove dapat mencegah garis pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh abrasi.

Abrasi adalah ancaman bagi masyarakat pesisir laut, gelombang besar yang disebabkan oleh angin kencang menjadi salah satu penyebab abrasi, selain itu campur tangan manusia juga seringkali menjadi penyebab abrasi, beberapa di antaranya berupa reklamasi maupun eksploitasi pasir pantai secara berlebih.

Kondisi Hutan Mangrove di Daerah Kampung Laut, Cilacap (source : Mongabay.co.id)
Kondisi Hutan Mangrove di Daerah Kampung Laut, Cilacap (source : Mongabay.co.id)

Secara ekonomi mangrove juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi, selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir guna menjadi petani bakau, pohon mangrove juga memiliki potensi blue carbon yang ternyata dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi. Hal tersebut seperti diaminkan oleh Daniel Murdiyasro selaku dosen Ilmu Atmosfer Institut Pertanian Bogor (IPB) saat acara Blue Carbon Summit 2018 di Jakarta.

“Potensi ekonomi dari mangrove sangatlah besar. Ada potensi blue carbon yang bisa dihasilkan nilai ekonomi hingga USD10 miliar. Itu jumlah yang sangat besar,” ujar beliau.

Saat ini jumlah keseluruhan hutan mangrove di seluruh dunia tercatat mencapai luas sekitar 16.530.000 ha yang tersebar di seluruh benua, sedangkan di Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan kepemilikan lahan hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas 3.735.250 ha, bahkan lebih luas dari luas tanah hutan mangrove di benua afrika dengan luas 3.258.000 ha (jurnal untan 2020).

Akan tetapi, kondisi hutan mangrove di seluruh dunia selalu memprihatinkan setiap tahunnya. Cecep Kusmana selaku Guru Besar Ekologi dan Silvikultur Mangrove dari Institut Pertanian Bogor mengatakan, kerusakan hutan mangrove yang mencapai hingga 50 persen di dunia sebagian besar terjadi di Indonesia (Mongabay.co.id 2017).

Pada tahun 2005 FAO mencatat luas hutan mangrove di Indonesia selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun, terbukti pada rentang waktu 1980 sampai 2005 Indonesia telah kehilangan 120.000 hektar hutan mangrove akibat perubahan fungsi lahan, baik menjadi lahan industri maupun pertanian.

Akibat populasi manusia yang semakin meningkat, hampir semua kawasan pesisir yang ditumbuhi hutan mangrove terancam kerusakan akibat pengalihan fungsi lahan, daerah pesisir pantai Cilacap menjadi salah satunya.

Kerusakan hutan mangrove di Cilacap begitu kompleks, di daerah Sagara Anakan, Kabupaten Cilacap misalnya, kerusakan hutan mangrove disini diakibatkan oleh perusakan habitat ikan laut. Perusakan tersebut didasari oleh pendangkalan Sungai Citanduy, bahkan sejak tahun 1980 pendangkalan ini sudah terjadi, yang mana sebanyak 4,5 juta ton sedimen dibawa oleh Sungai Citanduy setiap tahunnya, (Merdeka.com, 2020).

Penebangan liar juga turut memperparah kondisi hutan mangrove yang ada di Cilacap, keragaman hayati yang ada di dalam hutan mangrove di Cilacap menjadi daya tarik bagi sebagian orang yang ingin mengeksploitasi pohon mangrove secara berlebih. Salah satu jenis mangrove yang sering menjadi buruan ialah Nyirih (Sxylocarpus granatum), pohon ini sering diburu lantaran kualitas kayunya yang sangat bagus, sehingga sering digunakan sebagai bahan pembuatan perahu.

Dengan berbagai ancaman kerusakan hutan mangrove yang kian masif, baik disebabkan oleh fenomena alam maupun campur tangan manusia, perawatan dan penjagaan dari setiap kelompok menjadi penting, guna menjaga salah hutan mangrove sebagai salah satu sumber kebutuhan pokok manusia berupa oksigen.

Rehabilitasi Hutan Bersama Tumbuh Lab

Pengikisan daratan (abrasi) dan kerusakan hutan mangrove di pesisir Cilacap menjadi salah satu yang paling parah di Jawa Tengah, tepatnya di pantai Lengkong Cilacap Utara, di sini abrasi semakin mempersempit daratan pantai yang biasanya menjadi sandaran kapal nelayan, seperti yang kita ketahui bahwa abrasi bisa disebabkan oleh kerusakan hutan mangrove yang terjadi di daerah tersebut.

Oleh karenanya banyak sekali kelompok pemuda sekitar serta organisasi peduli lingkungan melakukan kegiatan konservasi lingkungan guna menjaga dan memperbaiki kondisi hutan mangrove di pantai Lengkong Utara, Cilacap, salah satunya adalah produk perawatan rambut Tumbuh Lab yang menggandeng organisasi peduli lingkungan LindungiHutan.

Gerakan menjaga dan merawat hutan yang digawangi oleh Tumbuh Lab beserta LindungiHutan ini merupakan bukti nyata memperbaiki kondisi hutan di Indonesia. Dengan menyumbangkan sebagian penghasilan dari penjualan produk Tumbuh Lab, aksi ini juga didukung oleh penggalangan dana online yang dilakukan di laman resmi LindungiHutan. Penggalangan dana tersebut hanya berkisar Rp 10.000/pohon untuk mendukung aksi ini.

Selain berharap dapat merawat serta menjaga kondisi hutan di Indonesia, aksi ini juga diharapkan dapat dampak positif serta manfaat lebih untuk warga sekitar dan kehidupan manusia seterusnya.

Penulis: Ipan Fanani

 

Referensi

Mongabay : Mangrove Itu Bermanfaat, Sekaligus Terancam, Kenapa? (https://www.mongabay.co.id/2018/07/27/mangrove-itu-bermanfaat-sekaligus-terancam-kenapa/)

Merdeka.com : Hutan Bakau Segara Anakan di Cilacap Rusak Parah, Ini Penjelasan Guru Besar UGM (https://m.merdeka.com/jateng/hutan-bakau-segara-anakan-di-cilacap-rusak-parah-ini-penjelasan-guru-besar-ugm.html?page=all)

Mongabay : Konservasi Mangrove, Ternyata Mampu Datangkan Rp650 Juta per Tahun (https://www.mongabay.co.id/2020/03/27/konservasi-mangrove-ternyata-mampu-datangkan-rp650-juta-per-tahun/)

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!