Tumbuhan Epifit

Indonesia sebagai salah satu negara dengan hutan hujan tropis terbesar memiliki banyak sekali keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati tidak selalu berpacu pada tanaman yang tumbuh di atas tanah dan air maupun binatang yang hidup di habitatnya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu jenis tumbuhan yang hidupnya di tumbuhan lain, salah satunya Anggrek. Yuk simak artikel ini lebih lanjut!

Ads
Gambar 1. Tumbuhan Epifit
Gambar 1. Tumbuhan Epifit

Pengertian Tumbuhan Epifit

Nama Epifit berasal dari bahasa Yunani yaitu epi- yang berarti permukaan atau tutup dan phyton yang berarti tumbuhan atau pohon.  Tumbuhan epifit adalah salah satu jenis tumbuhan yang hidup pada tumbuhan lain. Tumbuhan ini kerap kali ditemukan di daerah yang lembab seperti daerah yang berada di dekat mata air, sungai dan air terjun. Tumbuhan ini menempel pada batang atau cabang pohon untuk mendapatkan sinar matahari dan mengambil unsur hara dari kulit batang yang membusuk. 

Meskipun tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang hidup pada inang, tumbuhan ini tidak merugikan inangnya atau bersifat parasit. Tumbuhan ini mampu hidup mandiri dengan memperoleh air dari hujan, embun maupun uap air. Unsur hara yang didapatkan oleh tumbuhan ini tidak hanya dari kulit inangnya yang membusuk, tetapi juga dari debu yang bertebaran. Akar tumbuhan ini biasanya menutupi batang inangnya, bahkan bisa saja menembus batang inang dan merusak fisiologinya.

Marga Tumbuhan Epifit

Gambar 2. Tumbuhan Lumut
Gambar 2. Tumbuhan Lumut
  1. Bryophyta

Kingdom : Plantae

Divisi : Bryophyta

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kelas : Bryopsida

Ordo : Bryopceales

Famili : Bryopceae

Genus : Bryopsida

Spesies : Bryopsida sp

Tumbuhan ini merupakan jenis lumut yang paling sering dijumpai di daerah yang lembab. Contoh spesies tumbuhan lumut daun adalah Aerobryopsis longissima, Pogonatum cirratum, dan Polytrichum juniperinum. Hamparan lumut daun terdiri dari kumpulan lumut yang padat dan kumpulan lumut yang saling mendukung satu sama lain. Lumut ini biasa tumbuh di tanah gundul, rawa, pasir bergerak, batu cadas, batang pohon dan rerumputan.

Bryophyta atau disebut juga dengan tumbuhan lumut merupakan tumbuhan epifit yang hidup di peralihan habitat maka lumut disebut juga dengan tumbuhan amfibi. Tumbuhan ini berperan sebagai indikator ekologis. Tumbuhan lumut juga berbentuk peralihan dari talus yaitu bagiannya tidak dapat dibedakan ke bentuk kormus, bisa dibedakan bagian-bagiannya. Tumbuhan ini tidak memiliki akar yang dapat dibedakan namun ketika melakukan pembuahan tanaman ini akan menyerap air sehingga bentuknya disebut peralihan seperti lumut daun.

Dalam perkembangbiakkannya, tumbuhan lumut secara periodik bergantian antara seksual maupun aseksual. Reproduksi seksualnya adalah membentuk gametofit dari gamet jantan maupun gamet betina. Reproduksi aseksualnya terjadi melalui spora haploid yang membentuk sporofit. 

Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri berwarna hijau yang dihasilkan dari sel kloroplasnya. Struktur tubuhnya masih sederhana. Proses difusi terjadi pada saat tumbuhan ini melakukan pengangkutan air dan zat mineralnya dan dibantu oleh aliran sitoplasma. Bagian yang melakukan penyerapan air dan mineral adalah rizoid yaitu sel parenkim yang berderet. 

Gambar 3. Tumbuhan Paku
Gambar 3. Tumbuhan Paku

2. Pteridophyta

Pteridophyta atau disebut juga tumbuhan paku merupakan tumbuhan liar yang sering ditemukan di semak belukar, pinggir jalan maupun batang pohon. Tumbuhan ini dapat hidup secara hidrofit yaitu di tempat yang lembab maupun berair dan secara epifit yaitu menempel pada inang. Ada empat jenis dari Pteridophyta, yaitu:

  • Paku purba atau telanjang (Psilophytinae)

Jenis tumbuhan paku ini sebagian besar telah punah. Diperkirakan hanya sekitar 10-13 spesies yang masih hidup di seluruh dunia. Tumbuhan ini tidak berdaun atau disebut juga mikrofil. Batangnya bercabang seperti garpu. Tidak memiliki akar atau memiliki rizoid. Merupakan tumbuhan paku yang homospora. Tumbuhan ini biasa hidup di semak-semak contoh spesiesnya adalah Psilotum nudum atau disebut juga Whisk Fern.

  • Paku kawat atau rambat (Lycopodinae)

Tumbuhan ini berdaun kecil yang tersusun secara spiral  dan sporangiumnya berada di dalam strobilus yang tumbuh di ketiak daun. Dinamai paku kawat karena tumbuhan ini memiliki batang seperti kawat. Kebanyakan tumbuhan ini berhabitat di hutan tropis dan subtropis yang menempel pada inang maupun hidup di atas tanah. Salah satu contoh paku kawat adalah Lycopodium clavatum atau dikenal juga sebagai Club Moss.

  • Paku ekor kuda (Equisetinae)

Dinamai ekor kuda karena tumbuhan paku ini memiliki batang yang beruas-ruas seperti ekor kuda. Daunnya menyerupai sisik dengan susunan berkarang.  Mempunyai rizoma yang merayap dengan cabang yang berdiri tegak. Salah satu contoh dari paku ekor kuda adalah Equisetum debile atau Branched Horsetail.

  • Paku sejati (Filicinae atau Pterophyta)

Disebut paku sejati karena tumbuhan paku ini sering ditemukan di daerah tropis maupun subtropis. Daun dari tumbuhan ini berukuran besar atau megafil dan sudah memiliki akar dan batang tidak seperti jenis lainnya. Ciri khas dari paku sejati ini adalah daun yang tumbuh menggulung salah satu contohnya adalah semanggi atau Marsilea crenata.

Gambar 4. Tanaman Anggrek
Gambar 4. Tanaman Anggrek

3. Orchidaceae

Orchidaceae merupakan suku anggrek. Jenis ini merupakan suku tumbuhan berbunga dari angiospermae yang berhabitat di wilayah tropis basah. Kebanyakan anggrek di wilayah tropis hidup secara epifit yaitu hidup melalui embun dan udara lengkap. Suku ini memiliki sekitar 700 genus dan 35.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Biasanya anggrek dijadikan tanaman hias, obat herbal hingga bahan baku parfum.

Dendrobium merupakan anggrek yang tumbuh di pohon lain atau inang. Anggrek jenis dendrobium ini memiliki sekitar 1.400 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Dua spesies anggrek dendrobium yang paling terkenal adalah antennatum dan goldiiDendrobium antennatum memiliki bunga yang kecil sekitar 2,5 cm dengan mahkota bunga yang berwarna hijau hingga kuning kehijauan dengan kelopak berwarna putih. Sedangkan, dendrobium goldii merupakan anggrek yang memiliki banyak variasi warnanya. Panjang tangkai bunganya bisa tumbuh hingga 30-70 cm. 

Manfaat

Gambar 5. Epifit Sebagai Habitat Hewan
Gambar 5. Epifit Sebagai Habitat Hewan

Tumbuhan epifit memiliki fungsi ekologi sebagai habitat utama pada hewan tertentu seperti serangga kecil maupun binatang merayap lainnya. Keberadaan tumbuhan epifit juga dapat menjadi indikator ekologis suatu tempat.

Meskipun kehidupannya dapat terbilang liar, tumbuhan epifit dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan memiliki nilai ekonomi. Contoh dari tumbuhan epifit tanaman hias adalah epifit yang berasal dari kelompok Orchidaceae. Anggrek memiliki daya tarik yang tinggi di kalangan masyarakat.

Tumbuhan epifit juga memiliki khasiat obat terutama dari suku anggrek. Biasanya obat yang dihasilkan oleh tumbuhan epifit masih termasuk obat tradisional karena pengolahannya seperti membuat ramuan. Misalnya saja, tumbuhan paku-pakuan yaitu dari Asplenium nidus dapat dijadikan ramuan untuk mengobati otot yang kaku. Selain itu, akar rimpang dari Drynaria sparsisora dapat dijadikan sebagai obat tetes sakit mata ataupun mengobati bengkak.

Masih menjadi obat, tumbuhan epifit dari Dendrobium dapat berperan sebagai obat kanker perut dan paru-paru. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan dendrobine yang ada sebagai antikanker. Dendrobium juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kolera dan menyembuhkan radang telinga.

Selain itu, tumbuhan epifit bisa dijadikan bahan makanan yaitu sayur-sayuran. Di Daerah Sunda dan Sumatera, Nephrolepis bisserata dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang diambil dari dedaunannya.

Habitat

Sebagian besar tumbuhan epifit ditemukan di batang utama. Kehidupan tumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh sifat kulit kayu, susunan tajuk, iklim mikro dan bentuk cabang pohon. Cabang yang tidak vertikal atau miring memiliki banyak keuntungan bagi tumbuhan epifit. Hal tersebut disebabkan oleh tebalnya lapisan humus yang ada dibandingkan cabang atau batang pohon yang vertikal. 

Populasi tumbuhan epifit paku-pakuan pada satu inang biasanya tersebar merata dan rapi. Terutama di batang utama susunannya dapat disebut sangat rapi. Meskipun persebarannya rapi, tumbuhan ini tidak memiliki hubungan yang spesifik dengan inangnya. Justru keberadaannya berguna menghisap nutrisi dari udara bebas dan berperan sebagai penunjang iklim.

Jenis tumbuhan paku yang tumbuh pada inang di daerah tropis dengan sebaran yang merata dan indah untuk dilihat adalah Drynaria rigidula. Dikenal juga sebagai daun kepala tupai, tumbuhan ini sering ditemui di pepohonan yang tinggi terutama di suaka alam dengan sebaran dan bentuk daun yang sangat rapi. Bahkan, di Negara Australia tumbuhan ini sering diperjual belikan karena daya tariknya di antara masyarakat.

Tumbuhan epifit juga seringkali ditemui di kawasan air terjun karena ekosistem ini memiliki ketersediaan zat hara dan organik yang baik untuk tempat tinggal dan perkembangbiakkan spesies. Seperti yang sudah disinggung di bagian awal artikel, tumbuhan ini akan tumbuh dengan baik apabila hidup di dekat mata air. 

 

Penulis: Fitri Nurul Falah

 

Referensi Literatur

Lin, C., K. K. Bolsen, B. E. Brent, R. A. Hart, J. T. Dickerson, A. M. Feyerherm, and W. R. Aimutis. “Epiphytic microflora on alfalfa and whole-plant corn.” Journal of Dairy Science 75, no. 9 (1992): 2484-2493.

Sadili, A., & Royyani, M. F. (2018). Keanekaragaman, persebaran dan pola tata ruang tumbuhan epifit pada hutan bekas tebangan di Kiyu, Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Berita Biologi, 17(1), 1-8.

Suwila, M. T. (2015). Identifikasi tumbuhan epifit berdasarkan ciri morfologi dan anatomi batang di hutan Perhutani sub BKPH Kedunggalar, Sonde dan Natah. Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 2(1).

Tuzzahara, N. (2020). Asosiasi Tumbuhan Epifit dengan Tumbuhan Inang di Kawasan Wisata Air Terjun Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar Sebagai Referensi Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

 

Referensi Gambar

https://www.gardeningknowhow.com/houseplants/epiphytes/adaptations-of-epiphytes.htm 

http://ukrbin.com/show_image.php?imageid=57577&big=1 

https://tentativeplantscientist.files.wordpress.com/2013/06/082.jpg 

https://www.wallpapers13.com/wp-content/uploads/2018/09/Flowers-of-Purple-Orchids-Ornamental-Plants-Desktop-HD-Wallpapers-for-mobile-phones-and-computer-3840×2400-915×515.jpg 

https://i.pinimg.com/originals/fd/48/1d/fd481ddf7cc89e39d511d69ec6bd8767.jpg 

https://cdn.pixabay.com/photo/2019/10/20/13/27/landscape-4563664_960_720.jpg 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks