Tumbuhan Pengolah Grey Water dan Stormwater

Air merupakan kebutuhan terpenting bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Suplai air dunia didapatkan dari siklus hidrologi yaitu dalam proses pembentukan hujan. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Dari banyaknya kegiatan manusia dalam memanfaatkan air dapat menimbulkan air limbah yang disebut Grey water

Ads

Grey water (air limbah domestik) adalah air limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, gedung perkantoran dan hotel seperti dapur, mandi, cucian, dan bersih rumah/pel namun, tidak termasuk yang berasal dari toilet. Air limbah tersebut mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa- senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap manusia.

Dalam proses pembentukan hujan, ketika air hujan turun ke permukaan bumi maka air mengalir dan terserap ke dalam tanah. Namun, dari jumlah air hujan yang turun ke permukaan bumi tidak semuanya terserap kedalam tanah. Stormwater adalah hujan yang tidak terserap oleh tanah dan kemudian mengalir di jalan-jalan, genteng, dan sebagainya. Limpasan air ini berbahaya karena mengandung polutan, antara lain logam berat, bakteri, minyak dari tumpahan oli kendaraan, solids, dan nutrien.

Grey water dan stormwater sama-sama berakibat buruk terhadap kehidupan manusia apabila sampai masuk kedalam tubuh. Untuk itulah diperlukannya pengolahan terhadap keduanya. Salah satu caranya adalah dengan cara alami yaitu melalui penanaman tumbuhan untuk menyerap polutan-polutan tersebut.

4 Tumbuhan Pengolah Grey Water

Dampak negatif dari grey water yang dapat menyebabkan penyakit terhadap manusia menjadi permasalahan utama bahwa tumbuhan yang harus dipilih adalah bukan untuk dikonsumsi oleh manusia misalnya tanaman hias. Selain itu, tanaman tersebut haruslah tanaman air yang  dapat bertahan hidup di air limbah. Berikut beberapa contoh tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan grey water :

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  1. Kayu Apu

Kiambang, kapu-kapu, kayu apu, kayambang atau apu-apu (Pistia stratiotes) merupakan tumbuhan air yang biasa dijumpai mengapung di perairan tenang atau kolam. Tumbuhan ini terkenal sebagai tumbuhan pelindung akuarium. Orang juga mengenalnya sebagai kayu apung atau kapu-kapu. Kayu apu dapat digunakan untuk menyerap kandungan senyawa logam dalam air limbah.

Gambar 1. Kayu apu. Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/apu-apu-Bulak_Lor_2019_1.jpg/
Gambar 1. Kayu apu. Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/apu-apu-Bulak_Lor_2019_1.jpg/

      2. Eceng Gondok

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) hidup dengan media tanam air. Tumbuhan ini mengapung di permukaan air dan dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungannya. Eceng gondok akan tumbuh subur di perairan yang aliran airnya lambat atau tenang (lentik), seperti danau, sungai, rawa, telaga, kolam-kolam dangkal, dan tanah basah. Menurut penelitian, eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pembersih polutan logam berat seperti besi (Fe), Timbal (Pb), merkuri (Hg), Seng (Zn), tembaga (Cu) yang bercampur dengan logam lainnya maupun tidak tercampur di perairan.

Gambar 2.Eceng Gondok. Sumber: https://www.amongguru.com/wp-content/uploads/2018/09/Screenshot_340.jpg
Gambar 2.Eceng Gondok. Sumber: https://www.amongguru.com/wp-content/uploads/2018/09/Screenshot_340.jpg

      3. Ekor Kucing

Typha latifolia atau dikenal dengan penamaan lokal “ekor kucing” telah diketahui di berbagai negara sebagai tanaman yang digunakan dalam metode penjernihan air yang murah serta efektif. Selain itu tanaman ini juga mampu menyerap fosfat. Ekor kucing memiliki bentuk batang yang panjang dan ramping, serta berwarna hijau. Bunganya berwarna coklat, berbulu menyerupai bentuk buntut kucing, adapun yang menyebutkan bentuknya menyerupai sosis. Tanaman ini memiliki tinggi antara 15-30 dm. Diketahui tanaman ekor kucing dapat mengabsorpsi logam berat Timbal (Pb) di genangan air lumpur lapindo Sidoarjo.

Gambar 3.Ekor Kucing. Sumber: https://www.greeners.co/wp-content/uploads/2017/08/Flora-Tanaman-Ekor-Kucing-Penyerap-Limbah-yang-Ampuh.jpg
Gambar 3.Ekor Kucing. Sumber: https://www.greeners.co/wp-content/uploads/2017/08/Flora-Tanaman-Ekor-Kucing-Penyerap-Limbah-yang-Ampuh.jpg

      4. Bintang Air

Bintang Air (Cyperus alternifolius) mempunyai tangkai berbentuk segitiga, dengan panjang batang dewasa 0,5 – 1,5 meter. Tangkai menyangga daun yang berbentuk sempit & datar, mengelilingi ujung tangkai secara simetris membentuk pola melingkar mirip cakram. Panjang daun antara 12 – 15 cm dan pada bagian tengah – tengah daun tumbuh bunga-bunga kecil bertangkai, berwarna kehijauan. Kemampuan tanaman Cyperus untuk menyerap nitrogen (N) dan fosfor (P). 

Gambar 4.Bintang Air. Sumber: https://s3.amazonaws.com/eit-planttoolbox-prod/media/images/Cyperus-alternifolius--Dick-Culbert--CC-BY.jpg
Gambar 4.Bintang Air. Sumber: https://s3.amazonaws.com/eit-planttoolbox-prod/media/images/Cyperus-alternifolius–Dick-Culbert–CC-BY.jpg

4 Tumbuhan Pengolah Stormwater

Tumbuhan yang cocok ditanami sebagai pengolah stormwater haruslah tumbuhan yang dapat menyerap dan menahan laju limpasan air hujan. Pohon dapat menahan limpasan air hujan dengan lebih baik dibandingkan tumbuhan lainnya. Berikut beberapa contoh pohon yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan stormwater :

  1. Beringin

Pohon Beringin atau Waringin merupakan salah satu spesies dari famili Moraceae dan merupakan keluarga dari pohon nangka. Pohon ini memiliki tinggi antara 15 sampai 25 meter. Pohon ini memiliki akar yang berbentuk seperti jaring-jaring dan berguna sebagai jaring pengaman nutrisi (safety nutrition network). Oleh karena itu, pohon ini memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk kelestarian mata air, penahan erosi dan tanah longsor. Kemampuan dalam menahan limpasan air sebesar 41,101 l/tahun.

Gambar 5.Beringin. Sumber: https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/10/19/jzsQXJo/pohon-beringin-identik-dengan-mistis-itu-adalah-mitos68_700.jpg
Gambar 5.Beringin. Sumber: https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/10/19/jzsQXJo/pohon-beringin-identik-dengan-mistis-itu-adalah-mitos68_700.jpg

     2. Ketapang

Nama latin pohon ketapang ada bermacam-macam, yaitu Terminalia catappa yang bersinonim dengan Terminalia moluccana, Terminalia letifolia, serta Terminalia procera. Pohon ini mampu tumbuh mencapai ketinggian sekitar 35 meter. Pohon ketapang memiliki jenis akar yaitu akar tunggang. Jenis akar tunggang pohon ini adalah akar tunggang bercabang, karena terdapat satu pokok berbentuk kerucut yang  pertumbuhannya lurus ke bawah dan mempunyai banyak cabang akar yang tumbuh ke arah samping yang berguna sebagai penopang pohon ini. Kemampuan dalam menahan limpasan air sebesar 13,350 l/tahun.

https://dijelas.in/wp-content/uploads/2020/03/2-26.jpg
https://dijelas.in/wp-content/uploads/2020/03/2-26.jpg

     3. Pinus

Pinus dan cemara merupakan pohon dalam satu jenis yang sama, yaitu jenis coniferous evergreen. Coniferous evergreen adalah jenis pohon yang tumbuh membentuk kerucut dan memiliki daun berwarna hijau sepanjang tahun (tidak berubah warna mengikuti musim). Namun sebenarnya, pinus dan cemara tidaklah sama, karena berasal dari genus dan familia yang berbeda. Tinggi rata-rata pohon pinus adalah 15 sampai 45 meter. Sebenarnya, pohon ini memiliki masa hidup yang sangat panjang, yaitu sekitar 100 hingga 1.000 tahun. Oleh karena itu, tidak jarang ditemukan pohon pinus yang tumbuh sangat tinggi, hingga 80 meter. Kemampuan dalam menahan limpasan air sebesar 13,020 l/tahun.

Gambar 7.Pinus. Sumber: https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/11/08/bnsaEXz/pohon-pinus-yang-bisa-bantu-kamu-bertahan-hidup-di-tengah-hutan27_700.jpg
Gambar 7.Pinus. Sumber: https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/11/08/bnsaEXz/pohon-pinus-yang-bisa-bantu-kamu-bertahan-hidup-di-tengah-hutan27_700.jpg

      4. Akasia

Akasia (Acacia manguium) adalah tumbuhan pohon jenis semak-semak yang berasal dari Afrika. Pohon akasia pertama kali diidentifikasi oleh seorang ahli botani bernama Carl Linnaeus dari Swedia pada tahun 1773. Pohon akasia adalah pohon besar berbunga yang tumbuh mencapai ketinggian 30 meter. Pohon ini memiliki batang bebas cabang lurus yang panjangnya mencapai lebih dari setengah total tinggi pohon. Pohon akasia dapat digunakan untuk menahan lereng atau tebing yang curam agar terhindar dari longsor dan sebagai peneduh jalan. Kemampuan dalam menahan limpasan air sebesar 19,871 l/tahun.

Gambar 8. Akasia. Sumber: https://dlhk.jogjaprov.go.id/uploads/topics/16010178703298.jpg
Gambar 8. Akasia. Sumber: https://dlhk.jogjaprov.go.id/uploads/topics/16010178703298.jpg

Sistem Wetland untuk Pengolahan Grey Water 

Air limbah domestik (grey water) adalah penyumbang pencemaran air yang sangat tinggi saat ini, dikarenakan air limbah domestik yang dibuang ke badan air tidak diolah terlebih dulu, tetapi langsung dibuang ke badan air. Air limbah domestik (grey water) yang dibuang secara terus-menerus akan terakumulasi dengan beban pencemar yang tinggi sehingga mikroorganisme dalam badan air sudah tidak mampu lagi untuk menguraikan zat-zat pencemar yang ada. Untuk itu perlu suatu pengolahan air limbah domestik, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sistem lahan basah (wetland). Pada prinsipnya sistem lahan basah dapat dibedakan menjadi 2 kategori sebagai berikut : 

  1. Lahan Basah Alamiah (Natural Wetland

Sistem ini umumnya merupakan suatu sistem pengolahan limbah dalam area yang sudah ada secara alami, contohnya daerah rawa. Debit air limbah yang masuk, jenis tanaman dan jarak tumbuh pada masing – masing tanaman tidak direncanakan serta terjadi secara alamiah. 

      2. Lahan Basah Buatan (Constructed Wetland) 

Sistem ini merupakan pengolahan yang direncanakan, seperti untuk debit limbah, beban organik, kedalaman media, jenis tanaman, dan lain-lain, sehingga kualitas air limbah yang keluar dari sistem tersebut dapat dikontrol/diatur sesuai dengan yang dikehendaki oleh pembuatnya.

Rain Garden untuk Mengatasi Stormwater 

Lahan yang ditutupi oleh beton-beton membuat air hujan yang jatuh langsung ke permukaan beton tersebut mengalir langsung masuk ke saluran drainase kemudian langsung mengalir ke drainase perkotaan atau jalan dan akan langsung menuju anak sungai atau sungai. Dengan demikian maka aliran yang masuk ke saluran dan/atau sungai relatif jauh lebih cepat. Yang menjadi permasalahannya selain laju air lebih cepat adalah masalah kualitas aliran permukaan juga berubah akibat berkurangnya daerah resapan dan akumulasi dari urban residu dan sebagainya. 

Selain pada kualitas aliran permukaan penurunan kualitas terjadi juga pada kualitas air tanah. Rain garden berfungsi sebagai penyerap air sekaligus dapat memurnikannya. Kualitas air dalam tanah akan meningkat sehingga akan memperbaiki kesuburan tanah. Teknologi rain garden ini memanfaatkan tumbuhan sebagai komponen utamanya.

Rain garden adalah sebuah hamparan alami seperti sebuah taman, yang terdiri dari kombinasi tanah, serasah daun, dan tanaman. Rain garden disebut juga sebagai daerah bioretensi, dimana didesain untuk menampung sementara air hujan, melakukan penyaringan, dan membantu proses infiltrasi dan evaporasi. Menggunakan tanaman spesies asli daerah setempat yang mengandung unsur estetika dan membantu proses penyerapan dengan adanya zona perakaran aktif melalui mikro pori. 

Rain garden tidak hanya memperindah suatu daerah, tetapi mempunyai manfaat yang besar bagi lingkungan. Beberapa hasil studi melaporkan bahwa penggunaan rain garden untuk menangani pencemaran bahan organik dan logam berat. Metode ini sangat cocok dalam mengatasi permasalahan dari stormwater.

Penulis : Roshelly 

 

Referensi Literatur :

Annisa,Nova.2017. Seleksi Pohon Teduhan untuk Rain Garden. Jurnal Teknik Lingkungan, (Vol.3 No.1),hal.30-38.

Annisa,Nova; Rony Riduan; Hafiizh Prasetia.2016.Model Rain Garden untuk Penanggulangan Limpasan Air Hujan di Wilayah Perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, (Vol.2 No.1),hal.78-92.

Hanggara,Rendra.2012.Rain Garden Solusi Hadapi Musim Hujan,

https://economy.okezone.com/read/2012/11/16/479/719007/rain-garden-solusi-hadapi-musim-hujan (diakses pada 21 Desember 2020)

https://en.wikipedia.org/wiki/Grey_water (diakses pada 21 Desember 2020)

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Stormwater (diakses pada 21 Desember 2020)

https://id.wikipedia.org/wiki/Kiambang_(tumbuhan) (diakses pada 22 Desember 2020)

https://rimbakita.com/pohon-akasia/ (diakses pada 22 Desember 2020)

https://rimbakita.com/pohon-ketapang/ (diakses pada 22 Desember 2020)

https://rimbakita.com/pohon-pinus/ (diakses pada 22 Desember 2020)

Maryoto,Agus.2019.Mengenal Ragam Tumbuhan Air.Semarang : Penerbit ALPRIN. 

Megumi,Sarah R.2017.Tanaman “Ekor Kucing”, Penyerap Limbah yang Ampuh.

https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-ekor-kucing-penyerap-limbah-ampuh/ (diakses pada 22 Desember 2020)

Ratnawati,Rhenny; Aprilia Talarima.2017.Subsurface (SSF) Constructed Wetland untuk Pengolahan Air Limbah Laundry. Jurnal Teknik Waktu, (Vol.15 No.2),hal.1-6.

Suprihatin,Hasti.2014. Penurunan Konsentrasi BOD Limbah Domestik menggunakan Sistem Wetland dengan Tanaman Hias Bintang Air (Cyperus Alternifolius). Dinamika Lingkungan Indonesia, (Vol.1 No.2),hal.80-87.

Suswati,Anna Catharina Sri Purna; Gunawan Wibisono.2013.Pengolahan Limbah Domestik dengan Teknologi Taman Tanaman Air (Constructed Wetlands). Indonesian Green Technology Journal, (Vol.2 No.2),hal.70-77.

Suwiji,Nabila Shaffana Zhafira.2019.Pohon Beringin: Karakteristik, Sebaran, Manfaat, dan Mitos.https://foresteract.com/pohon-beringin/Pohon-Beringin-atau-dalam-Bahasa,manfaat-bagi-lingkungan-di-sekitarnya (diakses pada 22 Desember 2020)

Referensi Gambar :

https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/10/19/jzsQXJo/pohon-beringin-identik-dengan-mistis-itu-adalah-mitos68_700.jpg

https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/content/2020/11/08/bnsaEXz/pohon-pinus-yang-bisa-bantu-kamu-bertahan-hidup-di-tengah-hutan27_700.jpg

https://dijelas.in/wp-content/uploads/2020/03/2-26.jpg

https://dlhk.jogjaprov.go.id/uploads/topics/16010178703298.jpg

https://www.amongguru.com/wp-content/uploads/2018/09/Screenshot_340.jpg

https://s3.amazonaws.com/eit-planttoolbox-prod/media/images/Cyperus-alternifolius–Dick-Culbert–CC-BY.jpg

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/apu-apu-Bulak_Lor_2019_1.jpg/

https://www.greeners.co/wp-content/uploads/2017/08/Flora-Tanaman-Ekor-Kucing-Penyerap-Limbah-yang-Ampuh.jpg

 

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!