UniversiTree: Aksi Universitas Peduli Lingkungan Bersama LindungiHutan

Program UniversiTree dan Cara Bergabung

UniversiTree merupakan salah satu program kerja sama yang diselenggarakan oleh LindungiHutan dengan tujuan memfasilitasi himpunan mahasiswa dari berbagai universitas untuk ikut serta dalam pelestarian alam. Seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia memiliki sumber daya hayati yang sangat potensial. Akan tetapi, sifat manusia yang merusak sehingga mengeksploitasi sumber daya tersebut secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab untuk keberlanjutannya. Mahasiswa sebagai ujung tombak unsur pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan berwawasan lingkungan diharapkan mampu menjadi agen penggerak terhadap isu lingkungan.

Ads
UniversiTree © LindungiHutan
UniversiTree © LindungiHutan

LindungiHutan sebagai platform crowdsourcing terus berkomitmen dalam menghijaukan Indonesia. Lebih dari 3 tahun, LindungiHutan telah melakukan penanaman pohon sebanyak 87.500 pohon di berbagai wilayah Indonesia, sebanyak 15.200 telah ikut serta dan berpartisipasi dalam kampanye penghijauan, serta sebanyak 383 kampanye alam telah terdanai oleh donatur secara individu maupun organisasi bisnis. LindungiHutan terus berupaya untuk menghubungkan anda dengan berbagai sumber daya, yaitu lokasi, teknologi, bibit, dan petani. Sebanyak lebih dari 13 titik lokasi sebagai tempat penanaman yang tersebar di berbagai wilayah dan terus bertambah setiap tahunnya. Teknologi terus dikembangkan dengan menyajikan data yang reliabel dan terkini agar mudah diakses oleh semua kalangan. Bibit pohon endemik dan lokal digunakan untuk penanaman pada lokasi sehingga meminimalkan kematian pohon karena telah sesuai dengan kondisi ekologis. Sementara itu, LindungiHutan melibatkan petani maupun mitra lapangan yang telah berpengalaman untuk mengelola wilayah konservasi agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Program UniversiTree memiliki tiga skema kolaborasi, yaitu Promote Campaign, Refentree, dan Campaign Creation. Promote Campaign merupakan skema yang dimaksudkan untuk dapat mempromosikan aktivitas penghijauan kampus melalui kanal-kanal informasi LindungiHutan. Skema Refrentree merupakan kegiatan edukasi mengenai program pelestarian lingkungan melalui seminar, workshop, maupun webinar. Sementara itu, skema Campaign Creation merupakan pembuatan campaign penghijauan oleh himpunan mahasiswa maupun kelompok dengan lebih mudah dan cepat.

Alur kerjasama UniversiTree, meliputi (1) Plan, yaitu mendiskusikan dan merencanakan target yang ingin dicapai antar belah pihak; (2) Publish, yaitu hasil diskusi akan diterbitkan pada halaman khusus website dan sosial media; (3) Pay, yaitu pembayaran sesuai dengan biaya operasional dan waktu yang telah disepakati; (4) Plant, yaitu penanaman pohon yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi dan situasi partner lapangan; (5) Promote, yaitu mempromosikan campaign hingga mencapai benefit pada paket berikutnya.  

Jadi, tunggu apalagi, daftarkan himpunan mahasiswa anda untuk berpartisipasi dalam UniversiTree melalui link: https://lindungihutan.com/universitree

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Himpunan Mahasiswa yang Telah Berkontribusi

Program UniversiTree telah banyak sekali diikuti oleh berbagai himpunan dan perguruan tinggi di Indonesia, yaitu HIMITEKA IPB, WAPALHI Unisnu Jepara, BHMPJ Arsitektur Trisakti, dan masih banyak lagi. Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (HIMITEKA IPB) telah berkontribusi dalam pelestarian alam meliputi perawatan dan penanaman pohon mangrove pada acara KONSURV 2018. WAPALHI Unisnu Jepara telah berkontribusi dengan menanam pohon di sekitar kawasan Air Terjun Anjlok, Dukuh Swengen, Kabupaten Jepara, dan lainnya. Kontribusi himpunan mahasiswa ini tentu saja diharapkan dapat memberi contoh bagi kampus lain untuk lebih peduli lagi terhadap isu lingkungan maupun kehutanan. Peran mahasiswa untuk lebih aware pada lingkungan dapat melalui green lifestyle maupun berkolaborasi dengan LindungiHutan melalui program UniversiTree.

Kerusakan Hutan dan Lingkungan

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya hayati yang melimpah. Negara Indonesia yang memiliki hutan hujan tropis menempati peringkat ketiga setelah Brazil dan Zaire dalam menyimpan kekayaan SDA dan memiliki 10% dari sisa sumber daya di dunia. Didukung pernyataan dari Kusmana dan Hikmat (2015) Indonesia memiliki jumlah spesies tumbuhan mencapai 20.000 atau 25% dari total spesies tumbuhan di dunia. Keragaman tinggi spesies tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh sebagai negara dengan jumlah spesies tertinggi.

Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki membuat masyarakat terlena. Kebanyakan masyarakat sudah merasa cukup terhadap sumber daya yang dimiliki tanpa menanam pohon. Lebih parahnya lagi, masyarakat memanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, bersifat merusak, serta mengeksploitasi sumber daya melebihi batas kemampuan daya dukung lingkungan untuk beregenerasi. Hal ini ditunjukkan pada luasan hutan yang terus menurun akibat deforestasi dan degradasi hutan. Tahun 1950-an hutan alami di Indonesia masih mencapai 162 juta hektar, namun pada tahun 2018 mengalami penurunan luasan hutan hingga 36% atau sekitar 93,5 juta hektar. Penurunan luasan hutan ini tentu saja membawa dampak buruk secara ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi (Prawiradilaga, 2019).

Degradasi Hutan© www.worldwildlife.org
Degradasi Hutan© www.worldwildlife.org

Dampak ekologi yang ditimbulkan terhadap pengurangan luasan hutan antara lain, berkurangnya ketersediaan air bersih, terjadi bencana longsor, banjir, dan pemanasan global. Vegetasi sebagai penyusun dalam hutan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen (fotosintesis) dan menyerap karbon dioksida (respirasi). Apabila pepohonan ditebang secara berlebihan maka akan mengurangi ketersediaan oksigen dalam udara dan terjadi peningkatan emisi karbon. Hutan tidak hanya memberikan jasa lingkungan dan manfaat ekonomi. Hutan mampu memberikan nilai nilai luhur dan budaya bagi suku pedalaman. Dilansir dari portal Good News from Indonesia, salah satu suku pedalaman yang menjaga kelestarian hutan rimba di Kalimantan adalah Suku Punan dan Dayak. Suku pedalaman ini memiliki ketergantungan tinggi terhadap hutan. Penduduk suku berpindah-pindah dengan menyesuaikan siklus migrasi hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanannya.

Peranan Hutan

Masyarakat dan hutan saling membutuhkan satu sama lain. Hutan memberikan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara lestari oleh masyarakat. Sebaliknya, masyarakat harus mampu menjaga kelestarian hutan. Hutan memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup. Penyediaan air bersih, habitat satwa dan fauna, menjaga iklim, menyediakan hasil hutan kayu maupun bukan kayu merupakan peranan penting hutan.

 

Penulis: Deni Prihanto

 

Referensi:

Kusmana C, Hikmat A. 2015. Keanekaragaman hayati flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 5(2):187-198.

Prawiradilaga DM. 2019. Keanekaragaman dan Stategi Konservasi Burung Endemik Indonesia. Jakarta: LIPI Pr.

GoodNews from Indonesia. 2020. Suku Punan, Suku Dayak pedalaman penjaga hutan rimba. Dikutip: 11 Feb 2021. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/05/05/suku-punan-penjaga-rimba.

 

Referensi Gambar:

https://lindungihutan.com/universitree

https://www.worldwildlife.org/stories/what-is-forest-degradation-and-why-is-it-bad-for-people-and-wildlife

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!