Upaya Konservasi Pesut Mahakam dari Kepunahan

Pesut Mahakam
Pesut Mahakam

Anda–yang terutama pecinta sepak bola–mungkin tahu klub bola asal Kota Samarinda. Ya, apa lagi kalau bukan Pusamania Borneo FC (PBFC), klub yang bermarkas di stadion Segiri ini memiliki karakteristik yang cukup unik mulai dari warna orange yang terang, pulau dan batik khas Kalimantan, dan yang utama pesut Mahakam sebagai hewan endemik Kalimantan.

Ads

Keempat ciri khas tersebut berpadu dalam perisai segi empat disertai nama klub. Tapi saya tidak sedang membahas tentang filosofi dari logo PBFC secara keseluruhan, lebih dari itu, di sini saya mencoba mengulik sisi lain dari salah satu fauna yang banyak orang kira telah punah.

Baca Lainnya : Mangrove untuk Ekosistem Alam dan Masyarakat

Namun baru-baru ini pesut Mahakam ramai diperbincangkan di jagat media sosial, terutama twitter. Perbincangan hangat ini bermula saat pemilik akun Syaiful Bahri (@BahriBpp) mengunggah video berdurasi 54 detik. Dalam video yang diunggah pada Senin (20/7/2020) tersebut memperlihatkan sekawanan pesut Mahakam yang menampakan dirinya di bantaran sungai.

‘Kejadian yg skrg sangat langka d sungai Mahakam…’ pic.twitter.com/uG3ljdibXt 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

– Syariful Bahri (@BahriBpp) July 20, 2020.

Momen langka tersebut terjadi di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Mengenal Pesut Mahakam Lebih Dekat

Melansir tirto.id, fauna ini merupakan mamalia air tawar (bukan ikan) tertua yang masih ada namun terancam kepunahannya. Mereka biasanya hidup secara berkelompok yang terdiri dari 6-9 ekor. Mamalia ini dapat kita temui di bantaran Sungai Mahakam yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim) dan di Sungai Kapuas Kalimantan Barat (Kalbar).

Dilansir Indonesia.go.id pada 2019 pesut mahakam tercatat tinggal 80 ekor, sebagain besar berada di Kaltim dan sebagian kecil di Kalbar. Selain di kedua provinsi tersebut, sebenarnya pesut juga hidup di Jawa atau yang dikenal dengan Pesut Jawa, namun sayangnya pesut Jawa ini sudah lama punah akibat habitatnya yang terusik.

Menurut Animal Diversity, fauna ini memiliki panjang 1,5 sampai 2,8 meter dengan bobot 114-135 kg. Pada pesut yang hamil, ia akan menjalani kehamilan selama 9-14 bulan dan melahirkan hanya satu pesut saja. Sedangkan berat pesut yang baru lahir adalah 12,3 kg.

Pesut betina punya periode natal selama 3 tahun lamanya, itu artinya pesut betina hanya melahirkan satu bayi pesut setiap 3 tahun. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab jumlah pesut tidak bisa terlalu banyak dalam satu komunitas.

Hingga saat ini, masih sedikit yang diketahui perihal sistem perkawinan pesut Mahakam. Hal ini dikarenakan mereka hidup dalam kelompok kecil dengan rata-rata antara 3-6 ekor, diduga berkembang biak di luar kelompok itu. Sedangkan musim kawinnya adalah antara Juni dan
Desember.

Data yang dihimpun dari World Wild Life (WWF), menjelaskan bahwa pesut Mahakam disebut juga dengan lumba-lumba Irrawaddy dengan nama latin Orcaella Brevirostris yang dapat ditemukan di daerah pantai di Asia Selatan dan Tenggara, dan di tiga sungai: Ayeyarwady (Myanmar), Mahakam (Kalimantan Indonesia), dan Mekong.

Ciri Khas dan Keberagaman Spesies Lumba-Lumba Air Tawar

Menurut Animal Diversity, pesut Mahakam lebih menyukai daerah pantai yang berlumpur dan air tawar di muara sungai dan delta, ia pun tampaknya tak menjelajah lebih jauh di lepas pantai. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa pesut Mahakam terlihat kembali di Sungai Mahakam.

Mamalia ini merupakan salah satu spesies dari lumba-lumba air tawar. Dilansir WWF, terdapat beberapa jenis spesies lumba-lumba air tawar yang cukup terkenal, di antaranya lumba-lumba air tawar Amazon, Bolivia, Tucuxi, Gangga, Indus, Irrawaddy (pesut Mahakam), hingga lumba-lumba air tawar Yangtze.

Perihal kecepatan renang pesut berbeda jauh dengan familinya, lumba-lumba. Sebab ia hanya mampu berenang dengan kecepatan maksimum 25 km/jam. Atau persis seperti kecepatan motor yang kita kendarai saat melewati gang sempit dengan polisi tidur yang berderet-deret.

Sementara itu jenis pesut yang juga mirip dengan pesut Mahakam adalah Orcaella Heinsohni yang hidup di Papua Nugini dan Australia. Perbedaan keduanya terletak pada warnanya, pesut Australia memiliki tiga warna, sedangkan pesut Mahakam hanya punya dua warna saja.

Pesut Mahakam bertubuh lurus, bulat, dan tegap. Umumnya fauna ini berwarna putih keabu-abuan dengan kepala membulat seperti paus beluga dan tak memiliki hidung. Sehingga jika kita amati lebih detail, pesut Mahakam sebenarnya tidak mirip dengan lumba-lumba yang bermoncong panjang. Namun pesut dan lumba-lumba berada pada satu kingdom, filum, kelas, dan satu famili.

Gigi yang dimilikinya berjumlah 17-20 buah di bagian atas dan 15-18 di bagian bawah dengan ukuran gigi cenderung sempit, runcing, dan kecil atau sekira 1 cm. Dan seperti mamalia air lainnya, pesut Mahakam juga menyemburkan air melalui lubang yang berada tepat di atas kepalanya.

Selain itu, fauna ini juga memiliki sirip dada berbentuk segitiga seperti dayung, dada, dan sirip punggung kecil berbentuk segitiga mengatur sekira dua pertiga dari panjang tubuh di punggung.

Keberadaannya Dilindungi Negara

Karena tingkat populasinya yang sangat rentan dengan kepunahan oleh karena lambannya proses pembuahan dan kelahiran serta habitat yang tak lagi bersahabat disebabkan karena limbah industri, diperparah dengan hilir mudiknya kapal-kapal tongkang pengangkut batubara yang tak sedikit tumpah ke sungai.

Untuk itu negara melalui UU 5/1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya serta PP 7/1999, pesut Mahakam merupakan jenis satwa yang dilindungi.

United of Conservation Nature and Natural Resources (IUCN) atau yang lebih dikenal dengan Badan Konservasi Internasional juga turut serta melindungi pesut Mahakam dengan menerbitkan aturan perlindungan dan menetapkan fauna ini sebagi satwa kritis dan terancam punah.

Perlu diketahui pula bahwa pesut sejatinya tak memiliki prerdator alami, sehingga kepunahannya–seperti yang sudah disinggung di atas–cenderung karena rusaknya habitat sehingga daya tahan hidup mereka juga menurun.

Karenanya, perburuan liar terhadap fauna yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab sudah seharusnya diadili sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Disamping itu, kontrol penuh pemerintah atas industri kayu, batubara, dan tambang yang beroperasi dari hulu hingga hilir sungai Mahakam menjadi salah satu upaya menjaga ekosistem sungai secara keseluruhan dari limbah yang dapat mengancam keberlangsungan pesut Mahakam yang kian mengkhawatirkan.

Penulis: R Fauzi Fuadi

Ilustrasi: Dok. Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin.

Sumber Referensi:

https://tirto.id/apa-itu-pesut-mahakam-yang-ramai-diperbincangkan-netizen-fSwL

https://tirto.id/mengapa-pesut-mahakam-kembali-muncul-setelah-hampir-punah-fSxj

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!