Webinar Circlegeo: Pelestarian Hutan & Lingkungan dengan Teknologi Digital

Jum’at, (15/10) telah berlangsung webinar circlegeo bertajuk ‘Pemanfaatan Teknologi Digital Melalui Pemetaan dalam Pelestarian Hutan dan Lingkungan’ yang diinisiasi oleh Circlegeo.

Ads

Webinar yang diikuti oleh puluhan peserta inin, dilaksanakan melalui platform Zoom Clouds Meeting. Webinar Circlegeo berlangsung dari pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB dengan menampilkan dua  narasumber yang aktif dalam pelestarian lingkungan.

Narasumber pertama adalah Miftachur ‘Ben’ Robani, CEO dari LindungiHutan. Ben membahas mengenai latar belakang merintis LindungiHutan lengkap dengan agenda kegiatan yang dilakukan LindungiHutan sampai sekarang.

Selain itu juga merujuk bagaimana LindungiHutan memanfaatkan teknologi digital untuk pemetaan pelestarian hutan dan lingkungan.

LindungiHutan sendiri memanfaatkan teknologi digital dalam membagikan informasi ke masyarakat luas dan menjadi penjembatan antara orang yang peduli terhadap lingkungan dengan orang yang bisa membantu mewujudkan peran nyata kepada lingkungan.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

“Semua orang harus diberi kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi agar bisa membantu satu sama lain. Teknologi bisa membantu informasi tersebar lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan menjadi jembatan,” tegas Ben.

Ben juga menyampaikan bahwa peduli terhadap lingkungan atau hutan saat ini masih terbilang belum semua orang paham dan peduli.

Tapi ia menekankan bahwa setiap individu mampu merubah suatu sistem sehingga kita bisa mulai dari diri sendiri meskipun dalam keterbatasan untuk peduli terhadap lingkungan.

“Hutan masih berada di piramida atas, di bawah kita masih ngomongin soal lapar dan bagaimana hidup nyaman,” imbuhnya.

webinar circlegeo
Kedua narasumber dari LindungiHutan dan Biodiversity Warriors dalam webinar yang berlangsung.

Narasumber kedua yaitu Hazman Fillin Yusron, pendiri Taman Hutan Mikro dan anggota dari Biodiversity Warriors KEHATI.

Hazman mengatakan bahwa ia menginisiasi Taman Hutan Mikro di dekat rumahnya karena kegelisahannya pada pembangunan di daerahnya yang berkembang sangat cepat dan hampir membabat habis ruang terbuka hijau.

“Taman Hutan Mikro itu penggabungan antara taman, hutan, dan ekosistem mikro di lahan pribadi secara sukarela sebagai suaka edukasi lingkungan dan kesadaran konservasi berskala mikro, edukatif, dan semi ilmiah bagi pemuda di komplek sekitar,” jelasnya.

Hazman juga menyampaikan peran teknologi digital dalam aksi kampanye konservasi keankearagaman hayati dan kelestarian lingkungan.

Ia menggunakan teknologi digital untuk validasi kehadiran geografi, dokumentasi keanekaragaman hayati, alat penggali dan perluasan informasi, dan sarana kolaborasi aksi virtual untuk memperluas jejaring sosial.

Di akhir, kedua narasumber sepakat bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai dari sendiri.

Dengan melakukan donasi bagi yang tidak ada waktu untuk melakukan aktivitas langsung seperti melalui LindungiHutan.

Apabila memiliki kemauan dan keinginan secara langsung melakukan konservasi lingkungan, bisa dimulai dari ruang pribadi seperti halaman rumah seperti yang dilakukan Hazman dalam membuat Taman Hutan Mikro.

Penulis: Fidya Azahro

Dikurasi oleh: Ziyadatul Hikmah