Wereng Pohon Brazil, Serangga dengan Tanduk bak Helikopter

Gambar 1. Wereng Pohon Brazil © Miriam Kellerhouse
Gambar 1. Wereng Pohon Brazil © Miriam Kellerhouse

Mengenal Wereng Pohon Brazil

Apa yang ada di benak anda saat pertama kali melihat gambar makhluk hidup ini? Mungkin serangga ini terlihat seakan-akan mirip makhluk yang hanya ada dalam imajinasi kita, namun ternyata makhluk hidup ini nyata kehadirannya di muka bumi ini. Makhluk hidup ini bernama Wereng Pohon Brazil atau Brazilian Treehopper.

Ads

Bernama latin Bocydium globulare, wereng pohon brazil adalah serangga unik yang terkenal karena memiliki bentuk tanduk unik di kepala yang mirip seperti helikopter. Serangga ini tergolong dalam ordo Hemiptera dan famili Membracidae. Oleh karena itu, serangga ini memiliki hubungan kekerabatan dengan jangkrik. 

Pada awalnya, eksistensi serangga ini mulai diperkenalkan oleh seorang pematung sains legendaris bernama Alfred Keller. Namun, keberadaan serangga tersebut masih dipertanyakan keabsahan akan keberadaannya oleh banyak ahli biologi dan ekologi, termasuk Jerry Coyne, seorang ahli biologi dari Departemen Ekologi dan Evolusi Universitas Chicago. Pada awalnya, ia beranggapan bahwa serangga ini “mustahil untuk nyata”, namun ia akhirnya mengakui keberadaan serangga ini setelah mencari tahu dari berbagai sumber.

Karakteristik dan Keunikan Wereng Pohon Brazil

Gambar 2. Tanduk Unik Wereng Pohon Brazil © AnimaLPHABET
Gambar 2. Tanduk Unik Wereng Pohon Brazil © AnimaLPHABET

Seperti yang sudah disebutkan, wereng pohon brazil memiliki keunikan pada tanduk yang terletak di kepalanya. Tanduk tersebut adalah sebuah pronotum hiasan yang berbentuk seperti baling-baling helikopter. Karena bentuk tanduk anehnya tersebut, serangga ini tergolong sebagai salah satu spesies wereng teraneh. Hingga kini, fungsi pronotum dari serangga ini masih belum bisa ditemukan. Beberapa ahli menduga bahwa tanduk tersebut berfungsi untuk melakukan kamuflase agar terhindar dari predator. Beberapa ahli lain juga menduga bahwa tanduk tersebut berguna sebagai penambah input sensor.

Bentuk tubuh dari wereng pohon brazil, dan spesies wereng lainnya, diperkirakan sudah mengalami evolusi selama berjuta-juta tahun lamanya. Ketika serangga ini pertama kali berevolusi pada 350 juta tahun lalu, spesies wereng memiliki sayap yang tumbuh dari ketiga segmen dadanya. Namun, pertumbuhan sayap ini tertekan dari segmen pertama dada serangga ini. Oleh karena itu, sayap dari serangga ini tidak pernah tumbuh kembali untuk waktu yang lama.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Meskipun sayap dari wereng sudah tertekan dalam waktu yang lama, nyatanya sayap tersebut dapat tumbuh kembali namun dalam bentuk lain sejak 40 juta tahun lalu. Fakta ini ditemukan oleh ahli entomologi yang menemukan fosil serangga ini di Republik Dominika. Gen Hox, yaitu gen yang menghambat pertumbuhan sayap wereng, dapat dihambat sehingga memungkinkan sayap wereng untuk tumbuh kembali. Akan tetapi, sayap ini tak lagi berfungsi untuk terbang, namun dimodifikasi menjadi struktur yang menyerupai helm.

Wereng pohon brazil tergolong dalam hewan yang berkembang secara hemimatobolous, yang berarti berkembang dari telur, lalu berkembang menjadi nimfa sebelum akhirnya mencapai tahap dewasa. Nantinya, telur yang telah berkembang menjadi nimfa akan melakukan proses pergantian pertama dari lima proses pergantian kulit di hidupnya. Lima proses pergantian kulit ini berguna untuk membuat serangga ini terlepas dari exoskeleton yang mengekang pergerakan mereka.

Habitat dan Persebaran Wereng Pohon Brazil

Gambar 3. Wereng Pohon Brazil di atas Batang Daun © Project Noah
Gambar 3. Wereng Pohon Brazil di atas Batang Daun © Project Noah

Wereng pohon brazil memiliki populasi yang tersebar sangat luas di seluruh penjuru dunia. Hingga saat ini, populasi serangga ini, serta 3.199 spesies wereng lainnya, diketahui telah tersebar di hampir seluruh penjuru benua dunia, kecuali benua Antartika. Meski begitu, serangga ini cenderung lebih memilih daerah yang hangat, seperti daerah tropis, untuk dihuni, seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, Afrika, dan Asia. Arizona, Meksiko, dan Brazil menjadi daerah terfavorit untuk dihuni oleh wereng di Benua Amerika, sedangkan Cina menjadi daerah terfavorit untuk dihuni oleh wereng di Benua Asia. Karena kecenderungan untuk hidup di daerah tropis, hanya ada 3 spesies wereng yang dapat ditemukan di Benua Eropa.

Wereng pohon brazil adalah hewan soliter, yaitu hewan yang hidup menyendiri. Hewan ini biasanya dapat terlihat di antara dedaunan semak-semak atau batang pepohonan yang tinggi. Lokasi tersebut dipilih karena menyediakan pasokan makanan yang melimpah, yaitu getah daun, untuk serangga ini. Getah daun akan disedot oleh serangga ini dengan menggunakan mulutnya yang tajam.

Selain berfungsi sebagai pemasok makanan, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan juga berperan penting dalam siklus kehidupan serangga ini. Berkaitan dengan hal tersebut, habitat yang ditinggali oleh serangga ini juga berperan penting dalam penentuan sistem penetasan telur. Sistemnya sendiri terbagi dalam dua opsi, yaitu dimasukkan ke dalam jaringan batang tanaman atau diletakkan di permukaan daun atau batang tanaman. Jika telur diletakkan di permukaan daun atau batang tanaman, maka ada kemungkinan bahwa telur tersebut akan ditinggalkan oleh indukan. Sebagai sistem perlindungan, telur tersebut akan dijaga oleh semut-semut yang mengonsumsi honey-dew, atau embun madu, sebagai upah penjagaan dari wereng pohon brazil. 

Wereng ini, dan spesies wereng lainnya, diketahui memiliki peran penting dalam banyak ekosistem di seluruh penjuru dunia. Serangga ini berperan dalam memberikan pasokan makanan kepada semut, lebah, dan tawon. Meski begitu, beberapa spesies dari wereng dianggap menjadi hama karena memberikan dampak kerusakan pada tanaman perkebunan, seperti kacang-kacangan, alpukat, coklat, kopi, anggur, dan pepaya. Aktivitas konsumsi dan siklus penetasan telur yang dilakukan serangga ini dapat merusak perkembangan tanaman yang dihuni. Diketahui bahwa siklus penetasan telur dapat menyebarkan patogen, yaitu sejenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya.

 

Penulis: Aditya Gilang Rumpaka

 

Referensi Literatur

Hananto, A. (2019, June 17). Meski Terlihat Aneh, Makhluk Hidup ini Nyata dan Ada di Sekitar Kita. Mongabay. Retrieved March 1, 2021, from https://www.mongabay.co.id/2019/06/17/meski-terlihat-aneh-makhluk-hidup-ini-nyata-dan-ada-di-sekitar-kita/#:~:text=Namanya%20Wereng%20Pohon%20Brazil%20atau,kepalanya%20yang%20aneh%2C%20mirip%20helikopter.&text=Ada%20sekitar%203.200%20spesies%20treehopper,di%20setiap%20benua%20kecuali%20Antartika.

Kresnawati, V. (2019, June 24). Mengenal Serangga Unik, Treehoppers. Line Today. Retrieved March 1, 2021, from https://today.line.me/id/v2/article/DrZ9Gg

Spehar, H. (n.d.). Brazilian Treehopper. Hannah-Marrie Spehar. Retrieved March 1, 2021, from  https://blogs.lt.vt.edu/hml20/2015/12/02/brazilian-treehopper/

Insect Museum. (n.d.). Treehoppers. Insect Museum. Retrieved March 1, 2021, from http://treehoppers.insectmuseum.org/public/site/treehoppers/home

 

Referensi Gambar

Gambar diambil dari https://www.pinterest.co.uk/pin/135741376254537415/

Tanduk Uning Wereng Pohon Brazil. Gambar diambil dari https://steemit.com/life/@jepu/animalphabet-b-razilian-treehopper

Wereng Pohon Brazil di atas Batang Daun. Gambar diambil dari https://www.projectnoah.org/spottings/10539817

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!