Wildlife Crossing: Penyebrangan Aman dan Ramah Lingkungan Bagi Satwa Liar

Gambar 1. Overpass for wildlife opens in Singapore
Gambar 1. Overpass for wildlife opens in Singapore © Structural Engineer

Gambar diatas merupakan salah satu contoh wildlife crossing, namun sebagai langkah awal yuk simak penjelasan berikut. Kebutuhan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain―seperti melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga atau teman, berbisnis, berlibur, emigrasi, dan imigrasi―telah mendorong mereka untuk menemukan berbagai alat bantu yang dapat mendukung perpindahan tersebut. Alat bantu tersebut pun mengalami berbagai perubahan dan kemajuan seiring perkembangan teknologi. Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya dapat melakukan perjalanan dengan kendaraan sederhana seperti kuda atau kereta dorong (carriage) (Lowery, n.d.). Perjalanan ini pun dapat berlangsung selama berhari-hari dan tidak mudah karena jalur yang mereka tempuh kerap kali sulit dan berbahaya. Saat ini, manusia telah membangun jalan bagi kendaraan seperti sepeda motor, mobil, bus, dan truk yang dapat membantu mereka menempuh perjalanan dalam beberapa jam saja. Penemuan jalan (roads) merupakan sebuah terobosan besar dalam sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung dan mempermudah kehidupan sehari-hari manusia modern. Namun, penemuan ini juga memiliki dampak buruk bagi alam yang sebelumnya dapat berkembang dengan baik. 

Ads

Kebutuhan manusia akan pembangunan jalan dan perkembangan infrastruktur mendorong mereka untuk menggunakan lahan yang ada tanpa mempertimbangkan dampak buruk yang muncul terhadap flora dan fauna yang ada di sekitar lahan tersebut. Salah satu dampak buruk tersebut adalah kemunculan fenomena roadkill di berbagai jalan raya. Roadkill merupakan bangkai hewan atau satwa liar yang berada di jalan raya akibat tertabrak oleh kendaraan bermotor, terutama mobil dan truk. Biasanya, satwa liar tersebut tertabrak saat hendak menyebrang atau sedang makan di tengah jalan. Beberapa penyebab utama roadkill adalah (Bekoff, 2010):

  1. Kebiasaan mengemudi yang tidak baik, seperti mengemudi secara ugal-ugalan dan melamun saat jalan raya sedang sepi.
  2. Kebiasaan membuang sampah makanan secara sembarangan di jalan raya. Sampah makanan tersebut akan mengundang satwa liar untuk memakan sisa-sisanya di tengah jalan raya tanpa mengetahui bahaya yang dapat timbul apabila mereka tidak segera menyingkir.
  3. Kurangnya rasa peduli manusia terhadap alam, terutama fauna, yang ada di sekitar mereka. Bangkai roadkill umumnya akan dibiarkan saja untuk menjadi makanan bagi hewan pemakan bangkai lain. Padahal, hal ini dapat menyebabkan terulangnya siklus roadkill apabila hewan pemakan bangkai juga tertabrak oleh kendaraan bermotor.

Keberlanjutan fenomena roadkill dapat berujung pada kepunahan spesies yang sebelumnya berjumlah banyak dan tidak terancam punah. Lebih buruk lagi apabila yang menjadi korban dari roadkill adalah fauna terancam punah yang tidak berada dalam area konservasi. Oleh karena itu, manusia yang peduli akan kondisi ini membangun wildlife crossing atau penyebrangan hewan yang dapat membantu hewan untuk menyebrang jalan raya dengan aman. 

 

Mengenal Wildlife Crossing

Gambar 2. Highway A50 Ecoduct
Gambar 2. Highway A50 Ecoduct © haigrid.id

 

Wildlife crossing atau penyeberangan satwa liar adalah struktur yang memungkinkan hewan melintasi jalan buatan manusia atau jalan raya dengan aman. Penyeberangan satwa liar dapat berbentuk terowongan underpass atau terowongan satwa liar, viaduk, jembatan layang atau jembatan hijau untuk hewan besar dan hewan yang hidup berkelompok, terowongan amfibi, tangga ikan, jembatan kanopi untuk monyet dan tupai), terowongan dan gorong-gorong untuk mamalia kecil seperti berang-berang, landak, dan luwak, serta atap hijau untuk kupu-kupu dan burung. Penyebrangan ini tidak hanya membantu satwa liar untuk melakukan perjalanan dalam habitat mereka, tetapi juga mencegah kemungkinan satwa liar untuk menjadi roadkill, menyerang manusia, dan merusak properti yang telah dibangun oleh manusia (Greenfield, 2021). 

Wildlife crossing merupakan konsep bangunan ramah lingkungan yang telah populer di Eropa sejak 1950-an dan perlahan-lahan muncul di seluruh dunia (Vartan, 2019). Selama beberapa dekade terakhir, struktur bangunan ini telah terbukti efektif dalam menghubungkan jalur migrasi, menghindari tabrakan, serta menyelamatkan nyawa hewan dan manusia. Meskipun pembangunan wildlife crossing memakan biaya yang sangat besar, mereka dapat mencegah berbagai kerugian lain seperti tabrakan dengan hewan yang lebih besar (Chrobak, 2019). Tabrakan dengan hewan yang lebih besar juga dapat merusak kendaraan, sedangkan biaya pemulihan dan perbaikan untuk korban manusia dan kendaraan membutuhkan biaya yang besar pula. Walau begitu, pembuatan wildlife crossing di area yang rentan terhadap roadkill masih kurang populer bahkan asing bagi negara-negara di luar benua Eropa dan Amerika Utara. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Pembangunan sebuah wildlife crossing membutuhkan berbagai pertimbangan, sehingga tidak dapat dibangun begitu saja tanpa ada perencanaan yang matang (Limtara, 2020). Oleh karena itu, tidak semua negara dapat membangun wildlife crossing. Berdasarkan penelitian Damian Beben (2016), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses membangun wildlife crossing agar satwa liar mau menggunakan struktur bangunan tersebut. Tumbuhan yang ditanam pada struktur bangunan perlu disukai oleh satwa liar agar mereka mau melewati area tersebut dan pembangunan struktur memerlukan perhitungan yang akurat agar tidak membahayakan satwa liar maupun manusia yang melewati struktur bangunan tersebut. Selain itu, struktur bangunan perlu disesuaikan dengan kebiasaan satwa liar saat bepergian. Contohnya, rusa Amerika Utara (Alces americanus) akan lebih memilih untuk lewat jalur yang besar dan terbuka, sedangkan beruang hitam (Ursus americanus) akan memilih jalur yang tertutup dan sempit. 

 

Manfaat Wildlife Crossing

Gambar 3. Wildlife Overpass at Banff National Park
Gambar 3. Wildlife Overpass at Banff National Park © Mental Floss

Walaupun pembangunan wildlife crossing tidak mudah dan memakan biaya yang besar, penerapan struktur bangunan ini sangat bermanfaat, terutama untuk negara-negara yang memiliki konservasi alam yang berdampingan dengan habitat manusia seperti jalan dan pemukiman. Mencegah fenomena roadkill hanya salah satu dari beberapa manfaat yang dimiliki oleh struktur bangunan ini. Berikut beberapa manfaat lain dari pembangunan wildlife crossing bagi satwa liar maupun manusia.

Membantu menyelamatkan tumbuhan langka dari kepunahan

Wildlife crossing dapat membantu satwa liar yang berperan sebagai penyerbuk untuk menyebrang dari satu habitat ke habitat lain dengan aman, sehingga mereka dapat menyerbuk tumbuh-tumbuhan di habitat lain dan menjaga keberadaan tumbuhan langka. Sebagai contoh, Singapura membangun wildlife crossing yang mereka sebut sebagai Eco-Link untuk membantu trenggiling menyeberang dengan aman. Namun, pembangunan Eco-Link ternyata juga mencegah kepunahan tumbuhan langka seperti durian Singapura (Durio singaporensis) dan palem asli Singapura (Rhopaloblaste singaporensis) karena persebarannya dibantu oleh pergerakan hewan-hewan lewat Eco-Link. 

Mencegah kecelakaan akibat roadkill 

Pemulihan dan perbaikan setelah kecelakaan akibat roadkill membutuhkan biaya yang besar. Selain membutuhkan biaya yang besar, kecelakaan akibat roadkill juga dapat membahayakan nyawa manusia dan berujung pada kematian. Oleh karena itu, pembangunan wildlife crossing tidak hanya bermanfaat bagi kelangsungan hidup satwa liar, tetapi juga bagi manusia. Struktur bangunan ini akan membantu satwa liar dan manusia untuk hidup berdampingan tanpa mengganggu atau merusak habitat satu sama lain.

Membantu migrasi satwa liar 

Migrasi adalah gerakan periodik hewan dari tempat di mana ia telah tinggal ke daerah yang baru dan kemudian melakukan perjalanan kembali ke habitat asli. Sebagai contoh, setiap bulan April, jalan raya utama Swedia akan mengalami kemacetan secara berkala. Ratusan rusa kutub yang diawasi oleh penggembala asli Sami akan berjalan melintasi rute E4 saat mereka memulai perjalanan ke barat menuju pegunungan setelah musim dingin. Saat ini, 4.500 penggembala Sami dan 250.000 rusa kutub di Swedia menjadi korban dari dampak krisis iklim. Mereka memerangi kebakaran hutan di musim panas dan hujan di musim dingin yang membekukan lumut yang menjadi makanan utama rusa kutub di bawah lapisan es. Pembangunan wildlife crossing akan sangat membantu karena penggembala Sami memiliki rute yang aman untuk membantu rusa kutub bermigrasi dan mencari lahan subur yang baru. 

Membantu restorasi habitat yang sebelumnya rusak atau terpisah akibat pembangunan jalan

Wildlife crossing dapat membantu satwa liar yang kehilangan habitat mereka akibat pembangunan jalan untuk kembali ke habitat mereka atau mencari habitat baru. Selain itu, pembangunan wildlife crossing dapat mengembalikan keseimbangan alam yang sebelumnya rusak atau terganggu akibat pembangunan. 

Sebagai sarana penelitian

Pembangunan wildlife crossing dapat menjadi sarana bagi peneliti untuk melihat ekosistem yang terbentuk pada penyebrangan tersebut. Apabila penyeberangan tersebut menciptakan sebuah ekosistem baru, maka hal tersebut akan menjadi bahan ilmu pengetahuan yang baru. Para peneliti juga dapat melakukan penelitian lebih lanjut agar dapat membuat wildlife crossing yang lebih baik dan sesuai bagi satwa liar yang melintasi penyeberangan tersebut. 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

 

Referensi Literatur

Beben, D. (2016). Crossings Construction as a Method of Animal Conservation. 

Transportation Research Procedia, 14(1), 474-483. 

Bekoff, M. (2010, July 21). Animals and cars: One million animals are killed on our roads 

every day. Psychology Today. Retrieved February 2, 2021, 15:00 WIB from https://www.psychologytoday.com/us/blog/animal-emotions/201007/animals-and-cars-one-million-animals-are-killed-our-roads-every-day.

Chrobak, U. (2019, December 19). Why Aren’t More Wildlife Crossings Being Built? Rei. 

Retrieved February 3, 2021, 14:00 WIB from https://www.rei.com/blog/news/why-arent-more-wildlife-crossings-being-built.

Greenfield, P. (2021, January 23). How creating wildlife crossings can help reindeer, 

bears–and even crabs. The Guardian. Retrieved February 2, 2021, 15:43 WIB from https://www.theguardian.com/environment/2021/jan/23/how-wildlife-crossings-are-helping-reindeer-bears-and-even-crabs-aoe.

Limtara, F. W. (2020, September 13). Jembatan Penyeberangan untuk Hewan, Buat Apa

SainsPOP. Retrieved February 3, 2021, 14:00 WIB from https://sainspop.com/blog/2020/09/13/jembatan-penyeberangan-untuk-hewan-buat-apa/.

Lowery, J. (n.d.). How Do People Travel ─ Lesson for Kids. Study.com. Retrieved February 2, 

2021, 14:00 WIB from https://study.com/academy/lesson/how-do-people-travel-lesson-for-kids.html.

Vartan, S. (2019, April 16). How wildlife bridges over highways make animals—and 

people—safer. The National Geographic. Retrieved February 3, 2021, 13:25 WIB from https://www.nationalgeographic.com/animals/2019/04/wildlife-overpasses-underpasses-make-animals-people-safer/.

 

Referensi Gambar

Overpass for wildlife opens in Singapore. Retrieved from https://www.thestructuralengineer.info/news/overpass-for-wildlife-opens-in-singapore.

Highway A50 Ecoduct. Retrieved from https://hai.grid.id/read/07593546/dari-penguin-hingga-gajah-ini-dia-jembatan-khusus-buat-hewan-dari-berbagai-negara-di-dunia?page=all.

Wildlife Overpass at Banff National Park. Retrieved from https://www.mentalfloss.com/article/618976/animal-crossings-around-the-world.

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!